Rabu, 31 Januari 2024

Menuju Swasembada Pangan, Polbangtan Medan Perkuat Produksi Padi dan Jagung di Sumut

Tanaman jagung (poto: ist)

disrupsi.id - Medan|
Kementerian Pertanian (Kementan) RI pada tahun 2024 menegaskan fokusnya pada peningkatan produktivitas padi dan jagung sebagai komoditas strategis nasional. Target ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan Indonesia dan mengurangi ketergantungan impor.

Sebagai bagian dari program Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan turut berkontribusi melalui pendampingan kegiatan peningkatan produktivitas padi dan jagung di tiga wilayah Sumatra Utara: Kabupaten Toba, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.

Komitmen ini dibahas dalam Workshop Perencanaan Perkuliahan Semester Genap TA 2023/2024 dan Sinergitas Rencana Kerja TA 2024 yang digelar 29–31 Januari 2024 di Hotel Santika Dyandra, Medan. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh unit kerja Polbangtan Medan untuk menyusun langkah strategis di tahun berjalan.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa fokus pada produksi padi dan jagung adalah tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Swasembada pangan yang pernah diraih Indonesia harus kembali dicapai dengan melanjutkan program-program yang terbukti berhasil,” ujar Amran.

Kementan menargetkan produksi beras nasional mencapai 35 juta ton pada 2024, naik dari 31 juta ton pada 2023. Target ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan angka impor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memastikan dukungan penuh terhadap program utama Kementan. Salah satunya dengan menyiapkan SDM pertanian unggul melalui program penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial hingga akhir 2024.

Langkah ini diyakini akan memperkuat keberlanjutan produksi padi dan jagung, khususnya di daerah sentra pangan seperti Sumatera Utara.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini, menekankan pentingnya kekompakan, kinerja optimal, dan kerja sama seluruh pegawai untuk menjalankan program Kementan.

“Setiap pegawai harus konsisten menjalankan keputusan yang sudah ditetapkan, membangun komunitas yang solid, dan mendukung semua program pemerintah di sektor pertanian,” ujarnya.

Yuliana menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat di jurusan pertanian akan difokuskan pada padi dan jagung, sedangkan jurusan perkebunan dapat melakukan tumpangsari dengan tetap mengutamakan kedua komoditas tersebut.

Dengan strategi terarah, dukungan teknologi, dan penguatan SDM, Polbangtan Medan optimistis dapat berkontribusi besar terhadap pencapaian target swasembada padi dan jagung di Sumatra Utara.

Program ini diharapkan bukan hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani milenial dan masyarakat pedesaan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara mandiri dalam produksi pangan.

Label: