Kamis, 17 April 2025

Kekosongan Obat Teratasi, RSU Haji Medan Siapkan Langkah Antisipatif


disrupsi.id - Medan | Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan dan menemukan sejumlah obat-obatan penting mengalami kekosongan stok. Sidak tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan.

Terkait temuan tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, drg. Fitrady Ulianda Siregar, memberikan klarifikasi. Menurutnya, pihak rumah sakit telah segera mengambil langkah dengan melakukan pembelian ulang terhadap obat yang sempat kosong.

“Untuk obat-obatan yang kosong, sudah dilakukan pengadaan ulang. Kami juga memiliki stok pengganti atau obat substitusi yang dapat digunakan sesuai dengan rekomendasi dokter,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/4/2025).

Namun, Ulianda mengakui bahwa tidak semua pasien bersedia menggunakan obat pengganti, meskipun secara medis obat tersebut dapat menggantikan fungsi obat utama, meski dengan dosis yang berbeda.

“Memang tersedia subtitusi obat, tetapi ada beberapa pasien yang menolak karena perbedaan dosis atau bentuk sediaan. Padahal, obat pengganti ini bisa digunakan dengan catatan ada persetujuan dari dokter,” ujarnya.

Mengenai kendala yang dihadapi dalam penyediaan logistik farmasi, Ulianda menyebut bahwa hampir semua rumah sakit menghadapi hambatan, baik dari sisi internal seperti administrasi maupun eksternal seperti keterlambatan dari pihak penyedia atau distribusi.

Untuk mengatasi hal ini, RSU Haji Medan telah menyiapkan alternatif solusi, termasuk pembelian langsung dari apotek luar apabila obat tidak tersedia di penyedia resmi atau apotek pendamping.

“Kami telah menyiapkan sistem antisipasi. Jika pasokan dari distributor utama tidak terpenuhi, pembelian akan langsung dilakukan ke apotek luar guna memastikan tidak terjadi keterlambatan pemberian obat kepada pasien,” ungkap Ulianda.

Langkah Gubernur Sumut dalam melakukan sidak tersebut diapresiasi sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kualitas layanan kesehatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap agar fasilitas kesehatan di bawah kewenangannya semakin optimal dalam menyediakan layanan, khususnya dalam ketersediaan obat yang sangat dibutuhkan pasien. (*)

Label: