Rabu, 27 Agustus 2025

OJK Dorong Bank Turunkan Bunga Kredit Sejalan Penurunan BI Rate

Otoritas Jasa Keuangan

disrupsi.id - Jakarta |
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri perbankan menurunkan suku bunga kredit sejalan dengan turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang kini berada di level 5 persen per 20 Agustus 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan rata-rata tertimbang bunga kredit rupiah sudah turun 7 basis poin (bps) pada Juli 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, terutama pada kredit produktif. Meski demikian, OJK menilai ruang penurunan masih terbuka.

“OJK melihat ada potensi penurunan bunga kredit lebih lanjut. Namun hal itu bergantung pada strategi pendanaan bank, khususnya dalam mengurangi ketergantungan pada dana mahal,” kata Dian dalam keterangan resmi, Minggu (24/8).

Menurut Dian, sebagian bank masih mengandalkan deposito berjangka (time deposit) dalam struktur Dana Pihak Ketiga (DPK), sehingga biaya dana (Cost of Fund/CoF) relatif tinggi. OJK meminta bank memperbesar porsi dana murah seperti tabungan dan giro untuk membuka ruang penurunan bunga lebih signifikan.

“OJK mengimbau agar penyesuaian bunga dilakukan bertahap, tetap menjaga kesehatan rasio keuangan, dan menghindari persaingan bunga yang tidak sehat. Transparansi kepada nasabah juga wajib dijaga,” tegasnya.

OJK menilai penurunan bunga kredit akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendorong ekspansi usaha dan konsumsi masyarakat. “Dengan bunga lebih rendah, dunia usaha lebih leluasa melakukan investasi, sementara daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Hasil revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) pada semester I-2025 menunjukkan target yang lebih konservatif, namun OJK tetap memproyeksikan kinerja perbankan stabil sepanjang 2025. Optimisme ini juga terlihat dari Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) yang mencatat bank umum masih memiliki persepsi positif terhadap prospek ekonomi domestik.

Dian menegaskan, OJK akan terus mendorong strategi perbankan yang adaptif dalam menghadapi perubahan kondisi makroekonomi. “Tujuan kami bukan hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga memastikan perbankan berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Keduanya sudah berbentuk straight news ala portal berita: judul lugas, lead jelas, paragraf ringkas, kutipan langsung, dan tetap sesuai angle peran OJK.

Label: