Rabu, 27 Agustus 2025

Fantagio Terjebak Krisis Keuangan Serius Usai Cha Eun Woo Hengkang

Aktor Korea Cha Eun Woo

disrupsi.id - Seoul | Agensi hiburan Korea Selatan Fantagio, rumah lama bagi aktor sekaligus idol Cha Eun Woo, tengah menghadapi tekanan finansial besar, Selasa (26/08). Perusahaan dibelit utang dan tagihan pajak miliaran won yang jatuh tempo dalam waktu dekat, menimbulkan kekhawatiran soal keberlangsungan bisnisnya.

Fantagio baru saja menerima tagihan pajak senilai 8,2 miliar won dari Kantor Pajak Regional Seoul, dengan batas pembayaran pada 31 Oktober 2025. Beban ini kian berat dengan adanya obligasi konversi sebesar 13 miliar won (USD 9,6 juta) yang jatuh tempo pada November. Dengan harga saham perusahaan yang masih rendah, kecil kemungkinan pemegang obligasi akan mengonversi utang menjadi saham, sehingga Fantagio terpaksa harus membayar dalam bentuk tunai.

Laporan keuangan per akhir Maret menunjukkan perusahaan hanya memiliki kas 11 miliar won, jauh di bawah kebutuhan dana lebih dari 21 miliar won untuk melunasi kedua kewajiban tersebut. Kondisi ini membuat likuiditas Fantagio dipertanyakan.

Krisis ini memperlihatkan masalah mendasar yang kerap disorot pengamat industri: ketergantungan Fantagio yang terlalu besar pada Cha Eun Woo. Dokumen perusahaan mencatat bahwa satu artis – diyakini sebagai Cha – menyumbang lebih dari 50% total pendapatan perusahaan pada 2023.

Dengan hengkangnya Cha Eun Woo bulan lalu, Fantagio kehilangan sumber pendapatan utama. Analis memperkirakan pendapatan perusahaan akan turun drastis pada kuartal mendatang.

Upaya Fantagio menciptakan sumber pemasukan alternatif juga tersendat. Drama sejarah “Uinyeo Dae Jang Geum”, yang direncanakan terdiri dari 24 episode dan menjadi proyek andalan selama masa wajib militer Cha Eun Woo, ditunda.

Seorang pejabat perusahaan menyebut penundaan ini disebabkan “melemahnya pasar drama sejarah”, dan menegaskan pihaknya masih memantau tren industri sebelum melanjutkan produksi.

Ini bukan kali pertama Fantagio berada di ujung tanduk finansial. Pada 2021 dan 2023, perusahaan sempat menggalang dana 48 miliar won dari pemegang saham melalui penawaran umum terbatas (HMETD) untuk mendukung ekspansi proyek. Namun, investasi besar tersebut hingga kini belum memberikan hasil sesuai ekspektasi.

Dengan jadwal pembayaran pajak dan obligasi yang kian dekat, masa depan Fantagio kini dipertaruhkan. Hilangnya figur sentral seperti Cha Eun Woo membuat agensi harus segera mencari strategi baru agar tetap kompetitif di industri hiburan Korea Selatan.

Publik dan pelaku pasar kini menanti langkah penyelamatan yang akan diambil manajemen, apakah melalui restrukturisasi, kolaborasi strategis, atau suntikan modal baru.

Label: