Jumat, 30 Agustus 2024

Dinas Kesehatan Medan Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran MPox

disrupsi.id - Medan | Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus MPox (Monkeypox) di Kota Medan. Meskipun demikian, Dinas Kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada mengingat penyakit ini telah masuk ke Indonesia.

"Kita tetap waspada, tetapi tidak perlu berlebihan. Saat ini, fokus kami adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan gejala MPox. Masyarakat harus paham, karena jika mereka tidak mengetahui gejalanya, penyakit ini bisa saja menyebar tanpa disadari," ujar Yuda. 

Peran puskesmas menjadi sangat vital dalam penyebaran informasi ini. Sebagai perpanjangan tangan Dinas Kesehatan, puskesmas di seluruh wilayah Medan akan bertanggung jawab untuk mensosialisasikan informasi terkait MPox, selain penyakit lain seperti DBD dan TBC. 

"Sosialisasi ini akan dilakukan melalui kelurahan, kepala lingkungan, serta kegiatan posyandu," tambah Yuda.

Terkait upaya pencegahan di bandara, Yuda menjelaskan bahwa belum ada arahan dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan tindakan khusus seperti yang dilakukan selama pandemi Covid-19. 

"Sampai saat ini, belum ada warning dari kementerian untuk melakukan hal tersebut," jelasnya.

MPox sendiri diketahui memiliki gejala yang mirip dengan penyakit kulit lainnya, seperti munculnya lepuhan yang berisi cairan. Penyakit ini utamanya menular melalui kontak kulit ke kulit, terutama jika ada cairan dari lepuhan yang terpapar. 

"Namun, untuk memastikan seseorang terinfeksi MPox, dibutuhkan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Demam juga bisa menjadi salah satu gejala awal yang muncul, " urainya. 

Dinas Kesehatan Kota Medan, tambahnya, akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran MPox di wilayah Medan.

"Kita berharap Medan tidak terdampak, tetapi kita tetap siap siaga. Jika diperlukan, langkah-langkah tambahan, seperti penjualan sarung tangan sebagai tindakan pencegahan, akan kami pertimbangkan," pungkasnya. (*) 









Label:

Asri Ludin Tambunan-Lom Lom Suwondo Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSUP H Adam Malik


disrupsi.id - Medan | Pasangan Calon Bupati Asri Ludin Tambunan dan Wakilnya Lom Lom Suwondo menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk maju di Pilkada Deliserdang Tahun 2024

Asri Ludin Tambunan mengaku tak gugup selama menjalani pemeriksaan kesehatan, bahkan cenderung santai. Pemeriksaan ini tambahnya diharapkan melahirkan pimpinan di Deliserdang yang sehat dan mampu melayani masyarakat.

“Banyak yang diperiksa, mulai dari pemeriksaan darah, pemeriksaan thorax, paru-paru, pernafasan, cek ketahanan tulang, MRI, cek kesehatan mata, pendengaran, tes konsentrasi dan pemeriksaan fisik," jelasnya. 

Asri Ludin Tambunan yang juga Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Gastroenterologi - Hepatologi ini mengaku, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan sebelum pemeriksaan kesehatan karena ia sering berolahraga dan selama ini selalu menjaga pola hidup sehat. 

“Saya rasa ini tidak menjadi suatu kekhawatiran. Di dalam tadi saya juga santai saja. Harapannya, hasil pemeriksaan kesehatan ini baik dan tidak menjadi ganjalan untuk pasangan Asri-Lom Lom hingga 22 September 2024 nanti saat penetapan pasangan calon,” pungkasnya.

Direktur Utama RSUP Haji Adam Malik Medan, dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) menjelaskan pemeriksaan kesehatan kali ini lebih lengkap dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya sehingga waktu yang dibutuhkan lebih panjang yakni satu hari penuh. 

“Pemeriksaan kesehatan tahun ini lebih komprehensif, dengan penambahan tes seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Elektromiografi (EMG). Jika calon tidak sanggup, maka akan dilakukan selama dua hari. Tim medis yang terlibat dalam pemeriksaan ini terdiri dari 57 dokter spesialis dan sub-spesialis, serta total 153 anggota tim termasuk perawat dan analis,” terangnya.

Menurut Zainal pihaknya bekerja sama dengan RS Putri Hijau jika jumlah pasien di satu hari sangat banyak, namun semua proses tetap dikelola oleh RSUP Haji Adam Malik. Pihaknya berkomitmen bersikap netral dan profesional dalam proses tersebut serta membantu KPU dalam memastikan bahwa setiap calon yang maju memenuhi syarat kesehatan yang ditetapkan. 

 “Kami selalu bekerja sama dengan baik dengan KPU setiap lima tahun sekali dan tahun ini kami juga siap untuk melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Pemeriksaan kesehatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 2 September 2024, dengan hasil pemeriksaan yang akan diserahkan kepada KPU pada 3 September 2024,” tegasnya. (*)

Label:

Edy Rahmayadi Jalani Pemeriksaan Kesehatan: Kata dokter, Masih Cocok Jadi Gubernur

disrupsi.id - Medan | Pasangan Bakal Calon Gubernur Edy Rahmayadi dan wakilnya Hasan Basri Sagala menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan untuk maju Pilgub Sumut 2024, Jumat (30/8/2024)

Edy Rahmayadi mengaku pemeriksaan kesehatan tersebut berjalan dengan lancar. Mantan Gubernur Sumut itu sempat menceritakan pengalamannya saat menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

"Tidak ada kendala, tanya dokternya. Kata dokter, masih cocok jadi Gubernur," ujar Edy Rahmayadi, di RSUP Haji Adam Malik Medan, Jumat (30/8/2024).

Pemeriksaan kesehatan ini merupakan tahapan krusial bagi setiap bakal calon dalam memastikan mereka memiliki kesehatan yang prima untuk menjalani tugas-tugas sebagai kepala daerah. Namun begitu, untuk hasil pemeriksaan, Edy mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya tidak tahu (hasil pemeriksaan), silakan tanya (dokter). Pokoknya, saya diantar dan periksa saja," ungkap eks Pangkostrad tersebut.

Diketahui bakal calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan wakilnya Hasan Basri Sagala telah mendaftarkan diri ke KPU Sumut pada Kamis (29/8/2024). Pasangan ini didukung enam partai politik antara lain PDIP, Hanura, Partai Gelora, PKN (Partai Kebangkitan Nusantara), Partai Ummat dan Partai Buruh.  (*)




Label:

Kelakar Edy Rahmayadi Saat Pemeriksaan Kesehatan: Saya Takut Ditusuk Jarum

disrupsi.id - Medan | Bakal Calon Gubernur Edy Rahmayadi dan wakilnya Hasan Basri Sagala menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk maju Pilgub Sumut 2024, Jumat (30/8/2024). 

Pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap bakal calon gubernur dan wakilnya sebelum dinyatakan lolos untuk maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut 2024.

Edy Rahmayadi sempat mengaku stres saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Pasalnya eks Pangkostrad itu takut disuntik. 

"Ya menarik saya takut ditusuk jarum aja. Jadi, stress," ujar Edy Rahmayadi. 

Mantan Gubernur Sumut itu menyampaikan memang tak suka disuntik. Jika berhadapan dengan jarum suntik maka tensinya jadi tinggi. 

"Saya tidak suka ditusuk jarum. Kalau memang ditusuk, ya ditusuk lah. Akhirnya, tensinya jadi tinggi," ungkap Edy.

Menurut Edy pemeriksaan yang dijalaninya dilakukan secara menyeluruh. Meski sempat mengalami stres, Edy mengaku pemeriksaan tetap berjalan lancar. 

“Aduh saya tidak tahu, karena saya diperiksa saja. Semua diperiksa ya, dari MRI, syaraf, mata, THT, gigi, lancar,” urainya.

Diketahui bakal calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan wakilnya Hasan Basri Sagala telah mendaftarkan diri ke KPU Sumut pada Kamis (29/8/2024). Pasangan ini didukung enam partai politik antara lain PDIP, Hanura, Partai Gelora, PKN (Partai Kebangkitan Nusantara), Partai Ummat dan Partai Buruh. 

Edy Rahmayadi - Hasan Basri bakal melawan pasangan Bobby Nasution - Surya yang didukung Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) , PSI dan Perindo. (*)


Label:

Pilkada Medan Resmi Diikuti 3 Paslon, Ada Dokter hingga Mantan Anggota DPRD

disrupsi.id - Medan | Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan 2024 resmi diikuti tiga pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ketiga pasangan ini telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. 

1. Rico Waas - Zakiyuddin

Pilkada Medan Resmi Diikuti 3 Paslon, Ada Dokter hingga Mantan Anggota DPRD


Pasangan pertama yakni Rico Waas - Zakiyuddin. Rico Waas merupakan keponakan dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Rico juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW NasDem Sumut. Sedangkan Zakiyuddin merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Padanglawas Utara. 

Pasangan ini awalnya mendapatkan dukungan dari enam partai politik yakni NasDem, PKB, Gerindra, PAN, Golkar, dan Perindo. Belakangan Demokrat dan PSI bergabung dalam koalisi tersebut setelah mendepak petahana Aulia Rachman. 

Demokrat dan PSI sempat mengusung Aulia Rachman - Hidayatullah yang ingin maju sebagai bakal calon Wali Kota Medan. Aulia saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Medan. Tak didukung Gerindra, Aulia memilih bergabung dengan PSI demi memuluskan ambisinya. 

Sedangkan Hidayatullah tercatat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PKS. Tetapi sehari menjelang pendaftaran ke KPU Medan, Demokrat dan PSI tiba tiba mencabut dukungan. 

2. Ridha Dharmajaya - Abdul Rani

Pilkada Medan Resmi Diikuti 3 Paslon, Ada Dokter hingga Mantan Anggota DPRD


Kemudian, pasangan kedua yakni Ridha Dharmajaya - Abdul Rani. Ridha Dharmajaya merupakan guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dan juga dokter spesialis bedah syaraf. 

Sedangkan Abdul Rani tercatat sebagai Ketua DPC PPP Kota Medan. Ia juga merupakan anggota DPRD Medan periode 2019-2024. Pasangan ini didukung delapan partai politik yakni PDIP, PPP, Hanura, Buruh, Gelora, Ummat, PKN, dan PBB. Namun yang memiliki kursi di DPRD Medan hanya PDIP dan Hanura.

3. Hidayatullah-Yasir Ridho Lubis

Pilkada Medan Resmi Diikuti 3 Paslon, Ada Dokter hingga Mantan Anggota DPRD

Untuk pasangan ketiga yakni Hidayatullah-Yasir Ridho Lubis. Pasangan ini diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Hidayatullah awalnya menjadi bakal calon wakil Wali kota Medan mendampingi bakal calon wali kota Aulia Rachman. Belakangan PKS lebih memilih mengusung kader sendiri. Partai tersebut memasangkan Hidayatullah sebagai bakal calon Wali Kota dengan Yasir Ridho Lubis bakal calon wakil Wali kota. 

Hidayatullah merupakan politisi senior di PKS. Saat ini ia menjadi anggota DPR-RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Sumatera Utara I yang meliputi Deli Serdang, Serdang Bedagai, Kota Medan, dan Kota Tebing Tinggi.

Sebelum menjadi anggota DPR-RI, Hidayatullah telah bertahun-tahun menjadi anggota DPRD Deli Serdang 1987-1999 dan DPRD Sumut 2004-2014. Sedangkan Yasir Ridho Lubis tercatat sebagai kader Golkar. (*)

Label: ,

Edy Rahmayadi - Hasan Basri Jalani Tes Kesehatan di RSUP H Adam Malik

disrupsi.id - Medan | Bakal calon gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan wakilnya Hasan Basri Sagala menjalani pemeriksaan tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, Jumat (30/8/2024). 

Tes kesehatan ini merupakan bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap bakal calon gubernur dan wakilnya sebelum dinyatakan lolos untuk maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut 2024.

Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala tiba di RSUP Haji Adam Malik Medan sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya langsung menuju ke ruang pemeriksaan yang telah disiapkan oleh tim medis. 

Proses pemeriksaan kesehatan ini berlangsung secara tertutup. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara Agus Arifin dan jajaran juga hadir dalam pemeriksaaan itu.

Edy Rahmayadi menyampaikan rasa optimisnya terhadap hasil tes kesehatan ini. Mantan Pangkostrad itu juga mengucapkan terimakasih kepada KPU Sumut dan tim medis.

"Saya beserta Hasan Basri mengucapkan terima kasih atas izin KPU saya melaksanakan tahapan demokrasi khususnya di Sumut," ujar Edy.

Pemeriksaan kesehatan ini merupakan tahapan krusial bagi setiap bakal calon dalam memastikan bahwa mereka memiliki kesehatan yang prima untuk menjalani tugas-tugas sebagai kepala daerah. 

"Kami sudah mendaftar untuk kelengkapan, salah satunya uji kesehatan dalam layaknya untuk bisa memimpin Sumut," ujarnya

Oleh karena itu, mantan Gubernur Sumatera Utara itu memohon doa agar pemeriksaan kesehatan yang dijalaninya berjalan lancar.

"Terima kasih, doakan kami sehat," ujar mantan Ketum PSSI itu.

Sementara itu, Direktur RSUP Haji Adam Malik Medan, Zainal Safri menjelaskan pemeriksaan kesehatan akan berjalan cukup lama. Hasil dari pemeriksaan kesehatan ini nantinya diserahkan ke KPU Sumut.

“Pemeriksaan yang dilakukan cukup panjang karena permintaan KPU pusat. Jadi sabar karena menghabiskan waktu satu hari penuh,” terangnya.

Diketahui bakal calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan wakilnya Hasan Basri Sagala telah mendaftarkan diri ke KPU Sumut pada Kamis (29/8/2024). Pasangan ini didukung enam partai politik antara lain PDIP, Hanura, Partai Gelora, PKN (Partai Kebangkitan Nusantara), Partai Ummat dan Partai Buruh. 

Edy Rahmayadi - Hasan Basri bakal melawan pasangan Bobby Nasution - Surya yang didukung Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) , PSI dan Perindo. (*)

Label:

Demokrat, PSI dan PKS Cabut Dukungan, Harapan Aulia Rachman Maju Pilkada Medan Kandas


disrupsi.id - Medan | Harapan Aulia Rachman untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Medan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2024 kandas sudah. Tiga partai pengusung tiba tiba mencabut dukungan sehari menjelang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. 

Ketua Tim Pemenangan Aulia Rachman, Ardian Denny mengatakan gagalnya Aulia Rachman maju di Pilkada Medan lantaran cawe cawe yang dilakukan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

"Satu sisi mungkin KIM Plus mau sinergi di daerah. Itu yang kami dengar. Jadi dia mau partai partai itu tetap mengusung kandidat yang mereka buat yakni Rico Waas. Tapi PKS yang menentang putusan itu apalagi mereka memiliki golden tiket setelah keluar hasil putusan MK. Dan mereka buat pasangan sendiri," ungkapnya, Kamis (29/8/2024) malam 

Padahal, tambahnya, ketiga partai ini sebelumnya sudah memberikan formulir dukungan berupa B1 KWK kepada Aulia Rachman. Namun sehari menjelang pendaftaran, dukungan itu tiba tiba ditarik tanpa alasan yang jelas.

"Tiga parpol ini sudah memberikan formulir B1 KWK. Sudah lengkap semuanya. Di H+1 berubah semua keputusannya. Bahkan pada saat hari pertama itu kami rapat seluruh partai pendukung sudah menyesuaikan untuk mendaftar. Setelah rapat selesai, malam harinya berubah lagi. Partai partai pengusung tiba tiba menarik dukungan tanpa dasar kami tidak tahu alasannya," urainya.

Denny mengaku mendapatkan kabar tersebut, Aulia Rachman tentunya merasa kecewa. Begitu pula para pendukungnya. Apalagi dukungan itu ditarik di menit menit terakhir. 

"Jelas pasti kecewa (Aulia). Apalagi perjuangannya untuk meraih itu benar benar serius dilakukan, negosiasi dilakukan dengan beberapa petinggi partai hingga akhirnya dapat rekomendasi. Namun entah kenapa setelah masuk hari pendaftaran mereka menariknya tanpa informasi yang jelas. Tapi itu keputusan DPP beliau tidak bisa bertindak apa apa, ya pasrah sajalah," ungkapnya.

Apakah nantinya Aulia tetap bergabung sebagai kader PSI meski partai tersebut mencabut dukungan? Denny belum bisa memastikan. 

"Kami belum bicara panjang lebar tentang posisi dia di PSI. Tapi sampai saat ini masih kader. Apakah ke depan akan keluar atau tidak mungkin proses waktu ya ke depan. Karena belum ada pembahasan lebih lanjut dengan PSI sendiri," paparnya.

Sementara itu, Aulia Rachman hanya bisa pasrah tidak diusung tiga partai tersebut di Pilkada Medan. Dia mengaku tidak mendapatkan penjelasan dari ketiga partai tersebut yang memilih meninggalkannya.

"Tidak ada penjelasan ke saya itu semua kan berpulang ke partai. Partai melakukan hal itu, kita sebagai orang yang diusung kita harus terima konsekuensi apa yang sudah diubah oleh partai. Tapi kita tak tahu informasinya apa sehingga mereka menarik dukungan itu. Saya hanya berpulang kepada Allah karena dia pemutus yang paling sempurna. Apapun putusan yang diberikan Allah kita harus terima," kata Aulia. 

Partai yang pertama kali mencabut dukungan adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Padahal Aulia Rachman yang saat ini menjabat sebagai wakil wali kota Medan itu rela keluar dari Partai Gerindra dan memilih menjadi kader PSI demi mendapatkan dukungan maju di Pilkada Medan. 
 
Akan tetapi partai yang dipimpin anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep itu tiba tiba mengalihkan dukungan dari pasangan Aulia Rachman - Hidayatullah menjadi ke Rico Waas yang tak lain keponakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Di Pilkada Medan, Rico Waas berpasangan dengan Zakiyuddin Ketua DPC Partai Gerindra Padanglawas Utara. 

Ketua PSI Kota Medan, Renville Napitupulu membenarkan penarikan dukungan PSI dari pasangan Aulia Rachman - Hidayatullah. Dukungan dialihkan ke Rico Waas - Zakiyuddin. Kebijakan itu, tambahnya, atas arahan Ketua DPP PSI. Meski begitu, Renville enggan merinci alasan penarikan dukungan tersebut.

"Penyerahan B1 KWK atau formulir dukungan juga telah diserahkan ke Rico Waas dan pasangannya Zakiyuddin. Jadi intinya kita tegak lurus dengan keputusan partai," jelasnya.

Kemudian, Demokrat juga mencabut dukungan dari pasangan Aulia Rachman - Hidayatullah. Sekretaris DPD Demokrat Sumut Yudha Johansyah enggan menjelaskan alasan partainya lebih memilih mengusung Rico Waas - Zakiyuddin. 

"Biasalah itukan dinamika yang terjadi di pilkada terjadi perubahan dan pergeseran di hari hari terakhir, bahkan bisa terjadi di menit menit terakhir. Lazim itu di setiap pilkada. Jadi dukungan dialihkan ke pasangan Rico Waas dan Zakiyuddin," ujarnya. 

Belakangan PKS juga meninggalkan Aulia Rachman. Partai tersebut lebih memilih mengusung calon sendiri di Pilkada Medan. PKS memasangkan kadernya Hidayatullah dengan Ahmad Yasir Ridho Lubis mantan Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumut. 

Dengan begitu, harapan Aulia Rachman untuk maju di Pilkada Medan kandas sudah. Tiga partai yang awalnya mengusung namun tiba tiba memilih meninggalkannya.  (*) 

Label: ,

Kamis, 29 Agustus 2024

Didukung 6 Parpol, Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala Resmi Mendaftar ke KPU Sumut

disrupsi.id - Medan | Bakal calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan wakilnya resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Kamis (29/8/2024). 

Pasangan ini didukung enam partai politik untuk maju Pilgub Sumut 2024 antara lain PDIP, Hanura, Partai Gelora, PKN (Partai Kebangkitan Nusantara), Partai Ummat dan Partai Buruh. 

Edy Rahmayadi mengatakan sudah diterima dengan baik oleh KPU Sumut. Dia berharap tahapan dalam Pilgub Sumut semuanya berjalan lancar. 

"Masing masing ada enam ketua partai politik yang mendampingi saya. Mudah mudahan ini berjalan semua dengan baik. Saya ucapkan banyak terimakasih begitu ramahnya kami diterima di KPU ini," kata Edy Rahmayadi.

Menurut mantan Gubernur Sumatera Utara itu, selama sebulan lebih partai partai politik pendukung melakukan assessment. Setelah itu, enam partai politik tersebut mendukung mereka maju di Pilgub Sumut.

"Tahap demi tahap satu bulan lalu partai partai ini melakukan assessment kami pantas tidak jadi calon. Setelah itu kami mendaftar ke KPU. Setelah keluar dari sini kami mohon dengan segera jabatan kami dinaikkan menjadi calon. Setelah itu ada proses yang akan dilakukan merupakan penetapan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Sumut Agus Arifin mengatakan petugas telah melakukan pemeriksaan administrasi dokumen syarat pencalonan dan syarat calon Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala. Setelah semuanya lengkap , KPU Sumut menyatakan pendaftaran Edy Rahmayadi - Hasan diterima. 

"KPU Sumut berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik menyambut kedatangan calon pemimpin terbaik. Kami harap apa yang kami lakukan ini dapat diterima semua pihak. Setelah semua berkasnya lengkap, maka pendaftaran bakal calon dinyatakan diterima," paparnya.

Diketahui, sebelum mendaftarkan diri ke KPU Sumut, Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala mendeklarasikan diri sebagai bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut di Hotel Mercure Medan. Deklarasi itu dihadiri ratusan pendukung. 

Setelah itu, Edy Rahmayadi dan Hasan Basri beserta rombongan berjalan kaki ke Kantor KPU Sumut diiringi ratusan pendukungnya. Di KPU Sumut rombongan tersebut disambut dengan tarian adat Melayu. (*) 

Label: ,

Edy Rahmayadi - Hasan Basri Deklarasi Sebelum Daftar ke KPU Sumut

Edy Rahmayadi - Hasan Basri Deklarasi Sebelum Daftar ke KPU Sumut

Medan, Disrupsi.id - Bakal Pasangan Calon Gubernur Edy Rahmayadi dan wakilnya Hasan Basri Sagala mendeklarasikan diri untuk maju di Pilgub Sumut 2024. Deklarasi itu digelar sebelum Edy - Hasan mendaftar secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Kamis (29/8/2024).

Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala didukung kini enam partai politik antara lain PDIP, Hanura, Partai Gelora, PKN (Partai Kebangkitan Nusantara), Partai Ummat dan Partai Buruh.

Deklarasi yang berlangsung di hotel Mercure yang tak jauh dari Kantor KPU Sumut itu dihadiri ribuan pendukung. Saat deklarasi, Edy dan Hasan kompak mengenakan busana atasan kemeja putih dipadu celana panjang hitam. Keduanya juga memakai peci hitam. 

"Ini menyimbolkan kepemimpinan yang bersih dan melayani," ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon.

Rapidin menyebutkan PDIP memilih mengusung Edy Rahmayadi - Hasan Basri merupakan pilihan yang tepat. Keduanya menjadi bentuk perjuangan untuk masyarakat Sumatera Utara.

"Saya sangat bangga, bukan hanya PDIP yang mengusung Edy Hasan. Ini adalah bentuk perjuangan bersama," paparnya. 

Rapidin menambahkan Edy Rahmayadi merupakan Gubernur Sumut periode 2018 - 2023. Selama Edy memimpin Sumut, PDIP memilih menjadi oposisi. Namun mereka tidak bisa menampik jika sudah banyak perubahan yang dilakukan selama Edy menjabat. (*)

Label:

Daftar ke KPU Medan, Keponakan Surya Paloh Borong Dukungan 8 Partai Politik


Daftar ke KPU Medan, Keponakan Surya Paloh Borong Dukungan 8 Partai Politik


Medan, Disrupsi.id - Pasangan Rico Waas - Zakiyuddin resmi mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan untuk maju pada Pilkada Medan 2024. 

Rico Waas merupakan keponakan dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Rico juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW NasDem Sumut. Sedangkan Zakiyuddin merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Padanglawas Utara. 

Rico Waas - Zakiyuddin naik becak dari Istana Maimun menuju KPU Medan. Keduanya diiringi puluhan pendukung beserta rombongan pimpinan dari 8 partai politik yakni NasDem, PKB, Gerindra, PAN, Golkar, Perindo, Demokrat, dan PSI. Pasangan ini juga mendapatkan dukungan dari Sultan Deli XIV, Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam.

Rico Waas mengungkapkan harapannya kepada para pendukung agar selalu mendoakan dan memberikan restu dalam perjuangan mereka di Pilkada Medan. Ia berharap seluruh proses Pilkada berjalan dengan lancar dan aman.

"Tentunya, hari ini agendanya hanya mendaftar, kami memohon doa restu dari rekan-rekan semuanya para relawan, rekan-rekan partai yang ada di Kota Medan yang mendukung Rico dan Zaki kami mohon doa dan restunya. Insyallah pada 27 November pasangan Rico-Zaki akan memenangkan Pilkada Medan," kata Rico.

Rico mengajak semua masyarakat untuk memajukan Kota Medan yang majemuk ini dengan tetap bergandengan tangan. 

"Kota ini harus di dalam kemajemukan kita, kita harus bergandengan tangan, beriringan tidak lepas lekat tapi untuk kemajuan kota Medan kita kolaboratif bersama bergandengan tangan," paparnya.(*)

Label: ,

Demi Kenyamanan Warga, Wali Kota Medan Ambil Alih Perbaikan Tiga Jalan Provinsi Sumut

 


Medan, Disrupsi.id - Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengambil alih perbaikan jalan yang berstatus jalan Provinsi Sumatera Utara. Ada tiga ruas jalan yang diperbaiki Pemko Medan diantaranya yakni jalan Setia Budi (Simpang Selayang), jalan Marelan Raya dan Jalan T.B Simatupang.

Kendati jalan tersebut bukan merupakan tanggung jawab Pemko Medan, namun demi kenyamanan warga kota Medan, Bobby Nasution bergerak cepat memperbaiki ketiga jalan itu yang panjangnya mencapai ± 6.9 Km.

Perbaikan ketiga jalan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Gubernur Sumut No 600.1.7/1834/2023 perihal Pendelegasian Kewenangan Penanganan Pemeliharaan Rutin dan Berkala ruas jalan Provinsi di Kota Medan.

Dari data yang ada di Dinas SDABMBK Kota Medan dirincikan untuk jalan Setia Budi (Simpang Selayang) telah diperbaiki dengan panjang ± 2.5 Km dan lebar 14 meter. Perbaikan dilakukan dengan cara pengaspalan sebanyak dua lapis dengan total ketebalan 10 cm.

Sementara itu untuk jalan TB Simatupang dilakukan perbaikan sepanjang ±1.7 Km dengan lebar sisi kanan rata-rata 7 meter begitu juga sisi kiri rata-rata 7 meter dengan menggunakan dua lapis aspal setebal 10 cm.

Sedangkan untuk jalan Marelan Raya dilakukan perbaikan jalan sepanjang ±2.7 Km dengan lebar rata-rata 8.7 meter dengan tetap menggunakan dua lapisan aspal setebal 10 Cm. Artinya ketiga jalan yang diperbaiki oleh Pemko Medan tersebut memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk dilalui kendaraan.

Apa yang telah dilakukan Wali Kota Medan, Bobby Nasution mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat khususnya pengguna jalan. Salah satunya Muhamad Hasan yang mengaku selama tiga puluh tahun tinggal di Kec. Medan Marelan baru kali ini jalan Marelan Raya diperbaiki seluruhnya, sebab sebelumnya jalan yang menjadi akses utama masyarakat Medan Marelan ini hanya diperbaiki dengan cara tambal sulam.

"Dulu jalan ini kondisinya berlubang, kalaupun di perbaiki hanya di tambal sulam saja, tidak bertahan lama sudah rusak lagi. Baru dimasa pak Bobby Nasution inilah jalan Marelan Raya betul-betul di perbaiki seluruhnya."kata Muhamad Hasan.

Oleh karena itu atas nama masyarakat Kec. Medan Marelan Muhamad Hasan menyampaikan terimakasihnya kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution yang sudah memperbaiki jalan Marelan Raya. 

"Walaupun ini jalan Provinsi, tapi Pak Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan mau mendengarkan keluhan kami warganya untuk memperbaiki jalan Marelan Raya ini, kami pun sebagai warga sangat berterimakasih sekali kepada pak Bobby Nasution."ujar Muhamad Hasan.

Hal senada juga disampaikan Ahmad Yuni yang berpendapat semenjak Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan, sudah banyak jalan-jalan yang telah diperbaiki 

"Dulukan jalan ini berlubang-lubang dan hanya ditempel-tempel begitu saja, tapi sekarang sejak Pak Bobby Nasution menjadi Wali Kota, jalan ini sudah diperbaiki mulus semua tidak ada di tempel-tempel lagi, kita pun nyaman berkendara untuk bekerja," jelasnya. (*)

Label:

Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Toba Samosir


Medan, Disrupsi.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menetapkan anggota DPRD Sumut Fraksi Partai NasDem, Jubel Tambunan (JT) menjadi tersangka kasus dugaan korupsi peningkatan kapasitas jalan provinsi ruas Parsoburan - Batas Labuhanbatu Utara, Kabupaten Toba Samosir yang merugikan negara Rp5 miliar

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap berbagai saksi dan tersangka lainnya tim penyidik memandang telah ditemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan JT yang merupakan anggota DPRD Sumut sebagai tersangka," kata Koordinator Bidang Intel Kejati Sumut Yos A Tarigan, Kamis (29/8/2024).

Yos menyebutkan dalam kasus ini, Kejati Sumut telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka atas nama BP (mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara yang juga pengguna anggaran), AJT ( Direktur PT. EPP) dan RMS ( Kuasa Pengguna Anggaran UPTJJ- Tarutung/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)).

"Untuk tersangka JT belum ditahan. Tim penyidik akan melakukan pemanggilan tersangka JT guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.

Diketahui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan paket pekerjaan peningkatan kapasitas jalan provinsi ruas parsoburan- Labuhanbatu Utara, Kabupaten Toba Samosir, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp26.820.160.000.

Proyek ini menggunakan APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2021. Belakangan ditemukan bahwa teknik pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara manual oleh pekerja lapangan PT. EPP atau tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Bahkan ditemukan kekurangan volume pekerjaan atau perbedaan antara volume pekerjaan yang di lapangan dengan yang tercantum dalam kontrak sehingga menimbulkan kelebihan bayar atau kerugian negara sebesar Rp5.131.579.048. (*)

Label: ,

Rabu, 28 Agustus 2024

Maju Pilgub Sumut, Berkas Bobby Nasution - Surya Dinyatakan Lengkap

disrupsi.id - Medan | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan berkas pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Bobby Nasution - Surya yang maju di Pilkada Sumut sudah lengkap.

"Kelengkapan berkas pasangan Bobby Nasution - Surya baik dokumen persyaratan pencalonan maupun dokumen persyaratan calon kita nyatakan sudah lengkap," kata Ketua KPU Sumut, Agus Arifin usai menerima pendaftaran Bobby Nasution - Surya, Rabu (28/8/2024).

Setelah itu, KPU Sumut lantas menyerahkan surat tanda terima dokumen telah lengkap ke Bobby Nasution - Surya. Dengan begitu, kegiatan pendaftaran bakal pasangan calon Bobby Nasution - Surya sudah selesai.

"Kita juga sempat melakukan video call terhadap beberapa pengurus parpol yang dia tak bisa hadir bersama Paslon dan pimpinan parpol lainnya. Ada tiga parpol sudah lakukan telekonferensi terkait keabsahan dokumennya. Prosesnya dari mulai kedatangan sampai selesai Alhamdulillah dapat berjalan dengan baik," urainya.

Kemudian, KPU Sumut telah menyerahkan surat pengantar untuk pemeriksaan kesehatan kepada Bobby Nasution - Surya. Untuk jadwal pemeriksaan kesehatan ini dapat dilakukan mulai bisa 29 Agustus - 2 September 2024 di RSUP H Adam Malik Medan.

"Jadi selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Kita sudah serahkan surat pengantarnya. Untuk pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di RSUP H Adam Malik Medan," urainya.

Diketahui, bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumut, Bobby Nasution - Surya sudah mendaftar ke KPU Sumut untuk maju pada pilkada serentak 2024, Rabu (28/8/2024).

Bobby Nasution - Surya memborong dukungan dari sembilan partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus partai non-koalisi antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) , PSI dan Perindo. 

Pasangan ini dipastikan akan berhadapan dengan Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala yang didukung PDIP, Partai Ummat, Perindo dan Partai Buruh. (*) 

Label:

Bobby Nasution Janji Hapus Status Daerah Tertinggal di Sumut


disrupsi.id - Medan | Bobby Nasution, menantu Presiden RI Joko Widodo sekaligus Wali Kota Medan, bertekad menghapus status daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Sumatera Utara jika terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara. 

"Di Sumut masih ada daerah tertinggal, kita pengen ini keluar. Kita ingin tidak ada lagi daerah tertinggal di Sumut. Kita harus bisa keluarkan daerah tertinggal ini menjadi tidak lagi masuk dalam kategori daerah tertinggal," kata bakal calon Gubernur Bobby Nasution didampingi bakal calon wakil gubernur Surya usai mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Rabu (28/8/2024).

Bobby Nasution juga menyoroti berbagai permasalahan yang masih dihadapi oleh beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Utara, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah-masalah ini harus menjadi prioritas utama.

"Setiap kabupaten/kota di Sumut memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Kami tidak akan memilih-milih mana yang lebih prioritas, karena bagi kami semua daerah memiliki prioritas yang sama dalam hal ini," ujar Bobby.

Tak hanya itu, Bobby juga menyoroti potensi daerah yang beragam di Sumut. Sebab setiap kabupaten/kota memiliki keunggulan masing-masing yang perlu diberdayakan, baik itu di sektor pariwisata, industri, maupun pertanian.

“Kita harus melihat potensi yang ada di masing-masing daerah. Ada kabupaten/kota yang unggul di sektor pariwisata, ada yang memiliki potensi industri, dan ada juga yang kuat di bidang pertanian. Semua potensi ini harus dikembangkan secara optimal,” pungkasnya.

Diketahui, Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Bobby Nasution - Surya resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut untuk maju di Pilkada Sumut 2024, Rabu (28/8/2024).

Bobby Nasution - Surya mendapatkan dukungan dari sembilan partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus partai non koalisi antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) , PSI dan Perindo. 

Pasangan ini dipastikan akan berhadapan dengan Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala yang didukung PDIP, Partai Ummat, Perindo dan Partai Buruh. (*) 

Label:

Bobby Nasution: Kalau Serius Jadi Gubernur Masyarakat Sumut Bisa Berobat Pakai KTP

disrupsi.id - Medan | Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Bobby Nasution - Surya resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut untuk maju di Pilkada Sumut 2024, Rabu (28/8/2024).

Setelah mendaftar, Bobby Nasution yang merupakan mantu Presiden RI Jokowi itu berjanji masyarakat di Sumatera Utara bisa berobat hanya menggunakan KTP (kartu tanda penduduk) jika nantinya ia menjadi Gubernur Sumatera Utara.

"Ada beberapa tadi sudah kami sampaikan contoh, kami sudah hitung-hitung, ini harusnya masyarakat Sumatera Utara ini kalau serius aja dalam jabatan gubernur dalam 3 tahun saja bisa membuat seluruh masyarakat berobat pakai KTP saja," kata Bobby Nasution.

Menurut Bobby masing masing kabupaten kota di Sumut tentunya memiliki masalah berbeda. Oleh karena itu, Bobby mengaku tak bisa memprioritaskan mana nantinya kabupaten kota yang terlebih dahulu ditangani.

"Provinsi Sumatera Utara, kabupaten/ kota tentunya ada persoalan yang menyeluruh seperti kesehatan, pendidikan, kita nggak bisa pilih mana yang prioritas," ujarnya.

Bobby menyebutkan jika nantinya memimpin Sumut, maka seluruh daerah akan diprioritaskan penanganannya. 

"Untuk kesehatan, pendidikan semua daerah prioritasnya sama. Tapi contoh, ada pariwisata daerah kabupaten/kota kita yang potensi, ada tentang industrial nya, ada tentang pertaniannya, potensinya beda-beda," pungkasnya. 

Diketahui, pasangan Bobby Nasution - Surya mendapatkan dukungan dari sembilan partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus partai non koalisi antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) , PSI dan Perindo. 

Pasangan ini dipastikan akan berhadapan dengan Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala yang didukung PDIP, Partai Ummat, Perindo dan Partai Buruh. (*) 

Label:

Daftar ke KPU Sumut, Bobby Nasution: Kami Akan Ikuti Seluruh Tahapan

disrupsi.id - Medan | Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Bobby Nasution - Surya resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut untuk maju pada Pilkada Sumut 2024, Rabu (28/8/2024). 

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution mengatakan pihaknya akan mengikuti seluruh tahapan yang sudah ditentukan sesuai peraturan yang berlaku untuk maju di Pilgub Sumut.

"Hari ini kami bersama partai politik pengusung menyerahkan beberapa berkas untuk memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Kami akan mengikuti seluruh tahapan yang sudah ditentukan. Kami akan ikut dan tunduk dengan apa yang disyaratkan," kata Bobby Nasution. 

Mantu Presiden RI Jokowi itu berharap Pilgub Sumut 2024 bisa menghasilkan pemimpin yang baik untuk Sumatra Utara sehingga membawa perubahan untuk wilayah ini ke depannya. 

"Kami harap dalam pilgub ini bisa menjadikan pemilu yang baik, pilkada yang memberikan hasil pemimpin untuk Sumut yang membuat Sumut lebih baik ke depannya, " ujarnya. 

Sementara itu, Ketua KPU Sumut, Agus Arifin mengucapkan terimakasih kepada pasangan calon beserta tim pemenangan yang telah mengikuti prosedur pendaftaran. 

"Kami ucapkan terimakasih kepada tim bacalon yang telah mengikuti prosedur terkait dengan pemberitahuan satu hari sebelum pendaftaran menghubungi petugas secara resmi. Tentu ini membantu kami dalam menyiapkan penyambutan, " tegasnya. 

Bobby Nasution- Surya merupakan pasangan calon yang pertama mendaftar ke KPU Sumut. KPU Sumut sendiri membuka pendaftaran bakal calon Gubernur- Wakil Gubernur mulai Selasa (27/8/2024), Rabu (28/8/2024) hingga Kamis (29/8/2024). 

Bobby Nasution merupakan menantu Presiden RI Jokowi dan juga kader Partai Gerindra. Saat ini Bobby masih menjabat sebagai Wali Kota Medan. Untuk wakilnya, yakni Surya merupakan kader Partai Golkar dan saat ini menjabat sebagai Bupati Asahan.

Pasangan Bobby Nasution - Surya mendapatkan dukungan dari sembilan partai politik yang terdiri dari parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus partai non koalisi antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) , PSI dan Perindo. 

Bobby - Surya bakal melawan pasangan Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala. Edy Rahmayadi merupakan Gubernur Sumut periode 2018 - 2023. Sedangkan wakilnya Hasan Basri Sagala tercatat sebagai kader PDIP yang memiliki latar belakang sebagai Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Administrasi dan Good Government serta Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala diusung empat partai politik yakni PDIP, Hanura, Partai Ummat dan Partai Buruh untuk menjadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumut di Pilgub 2024. (*) 

Label:

Bobby Nasution - Surya Konvoi Naik Motor Listrik Daftar ke KPU Sumut

disrupsi.id - Medan | Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bobby Nasution - Surya mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut untuk maju di Pilgub Sumut 2024, Rabu (28/8/2024). 

Awalnya Bobby - Surya serta puluhan pendukungnya berkumpul di Kantor Tim Pemenangan di Jalan Balai Kota. Kemudian sekitar pukul 14.15 WIB, rombongan berkonvoi menggunakan sepeda motor listrik menuju Kantor KPU Sumut. Bobby sendiri membonceng istrinya Kahiyang Ayu. 

Rombongan Bobby -Surya didampingi para pimpinan partai politik pendukungnya seperti Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah, Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut), Lokot Nasution dan lainnya. 

Bobby yang merupakan mantu Presiden RI Jokowi itu kompak mengenakan kemeja putih dengan sang stri Kahiyang Ayu. Begitu pula Surya tampak mengenakan kemeja dengan corak yang sama dengan Bobby. 

Bobby juga diiringi puluhan para pendukungnya dan beberapa orang yang mengenakan pakaian adat. Sorak sorak para pendukung menyambut kedatangan Bobby - Surya di gerbang KPU Sumut. 

Setelah tiba di KPU Sumut, Bobby - Surya beserta rombongan langsung diarahkan ke dalam ruangan pendaftaran di KPU Sumut. Kemacetan arus lalulintas tak terhindarkan ketika kedatangan rombongan Bobby - Surya. 

Bobby Nasution- Surya merupakan pasangan calon yang pertama mendaftar ke KPU Sumut. KPU Sumut sendiri membuka pendaftaran bakal calon Gubernur- Wakil Gubernur mulai Selasa (27/8/2024), Rabu (28/8/2024) hingga Kamis (29/8/2024). 

Bobby Nasution merupakan menantu Presiden RI Jokowi. Bobby Nasution yang merupakan kader Partai Gerindra saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Medan. Untuk wakilnya, yakni Surya merupakan kader Partai Golkar dan saat ini menjabat sebagai Bupati Asahan.

Pasangan Bobby Nasution - Surya mendapatkan dukungan dari partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus partai non koalisi antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) , PSI dan Perindo. (*)




Label:

Selasa, 27 Agustus 2024

Bobby Nasution - Surya Daftar ke KPU Sumut Besok, Edy Rahmayadi - Hasan Hari Terakhir

disrupsi.id - Medan | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) telah membuka pendaftaran untuk bakal calon (Bacalon) Gubernur - Wakil Gubernur Sumut di Pilkada Serentak 2024 dengan jadwal selama tiga hari mulai 27 - 29 Agustus 2024.

Ketua Divisi SDM dan Litbang KPU Sumut, Robby Effendy mengatakan pihaknya sudah menerima pemberitahuan bahwa pasangan Bobby Nasution - Surya bakal mendaftar ke KPU Sumut pada Rabu (28/8/2024).

"Berdasarkan pemberitahuan dari timnya, pasangan Bobby Nasution - Surya bakal mendaftar besok ke KPU Sumut," kata Robby Effendy, Selasa (27/8/2024).

Sedangkan untuk pasangan Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala, tambahnya, bakal mendaftar ke KPU Sumut pada Kamis (29/8/2024).

"Untuk pasangan Edy Rahmayadi - Hasan Basri berdasarkan konfirmasi dari tim nya akan mendaftar pada Kamis yang merupakan hari terakhir pendaftaran," jelasnya.

Untuk pendaftaran Bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut di KPU Sumut pada Selasa (27/8/2024) dan Rabu (28/8/2024) dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sedangkan pada Kamis (29/8/2024) mulai pukul 08.00 hingga 23.59 WIB.

Pada kontestasi Pilgub Sumut 2024, terdapat dua pasangan calon yang akan bertarung yakni Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala dengan pasangan Bobby Nasution - Surya.

Diketahui, Edy Rahmayadi merupakan Gubernur Sumut periode 2018 - 2023. Sedangkan wakilnya Hasan Basri Sagala tercatat sebagai kader PDIP yang memiliki latar belakang sebagai Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Administrasi dan Good Government serta Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala diusung empat partai politik yakni PDIP, Hanura, Partai Ummat dan Partai Buruh untuk menjadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumut di Pilgub 2024.

Sedangkan rivalnya Bobby Nasution merupakan menantu Presiden RI Jokowi. Bobby Nasution yang merupakan kader Partai Gerindra saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Medan. Untuk wakilnya, yakni Surya merupakan kader Partai Golkar dan saat ini menjabat sebagai Bupati Asahan.

Pasangan Bobby Nasution - Surya mendapatkan dukungan dari partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus partai non koalisi antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) , PSI dan Perindo. (*) 

Label:

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Medan Kebanjiran


disrupsi.id - Medan | Hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan Kota Medan dan sekitarnya pada Selasa (27/8/2024) siang hingga sore. Hujan menyebabkan banjir sehingga aktivitas masyarakat terhambat.

Berdasarkan pantauan, banjir terjadi di kawasan Kecamatan Medan Selayang. Ketinggian air mencapai 50 cm - 80 cm. Bahkan air sudah masuk ke beberapa rumah warga.

Kemudian di Kecamatan Medan Petisah, tepatnya di depan pusat perbelanjaan Carrefour banjir menggenangi badan jalan dengan ketinggian air mencapai 50-80 cm. Sejumlah kendaraan terpaksa memutar arah dari Carrefour sehingga menyebabkan kemacetan lalulintas.

Banjir juga terjadi di kawasan Kecamatan Medan Johor. Meski begitu, air tidak masuk ke rumah penduduk. Lalu di Kecamatan Medan Maimun, banjir masuk ke rumah warga dengan ketinggian berkisar 20-40 cm.

Tak hanya itu, banjir terjadi di kawasan Kecamatan Medan Selayang. Banjir masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian 50 - 80 cm. Kemudian di Kecamatan Medan Baru, tepatnya di sekitar kawasan Universitas Sumatera Utara (USU) banjir sudah naik ke badan jalan.

Hingga saat ini, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan masih melakukan pendataan untuk lokasi yang mengalami banjir. Meski demikian belum ada laporan korban jiwa. 

Banjir juga terpantau menggenangi badan jalan di pusat kota tepatnya di sekitaran Lapangan Merdeka Medan dan di depan Stasiun Besar Kereta Api Medan. Banjir merupakan kejadian berulang di Kota Medan setiap musim hujan. 

Banjir di Medan viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun @medantau memperlihatkan kondisi banjir terjadi di sekitar Lapangan Merdeka Medan. Beberapa kendaraan roda empat tampak mogok.

Netizen mempertanyakan kinerja Wali Kota Medan Bobby Nasution yang berjanji bahwa Kota Medan akan bebas banjir. 

"Refleksi lima tahun, kok masih ada banjir ya? Tanya netizen.

"Nanti janji lagi pas kampanye ya," tulis netizen lainnya.

"Lihatlah karya mu pak Bobby," tulis netizen lainnya. (*)

Label: ,

Senin, 26 Agustus 2024

Demo Kasus Blok Medan, Massa Minta Bobby Nasution Ditangkap

disrupsi.id - Medan | Massa Front Marhaenis Indonesia (FMI) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemko Medan, Senin (26/8/2024) sore. Mereka meminta aparat penegak hukum menangkap Wali Kota Medan Bobby Nasution jika terlibat kasus tambang Blok Medan.

Istilah Blok Medan ini muncul di kasus dugaan korupsi mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba. Abdul Gani Kasuba mengakui bahwa istilah 'Blok Medan' digunakan untuk pengurusan izin tambang di Halmahera yang berkaitan dengan usaha milik Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

Massa berunjuk rasa dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan 'Tolak Bobby Nasution', Tolak Politik Dinasti' hingga 'Selamatkan Sumut'. Massa juga melakukan aksi teatrikal yang menampilkan penderitaan masyarakat akibat, politik dinasti.

Dalam aksi itu, salah satu pengunjuk rasa yang berperan menjadi Presiden Joko Widodo menyeret 4 massa aksi. Teatrikal itu menunjukkan seolah olah masyarakat berdarah darah akibat dipimpin Jokowi. Massa juga membawa poster yang menunjukkan foto Bobby Nasution bersalaman dengan AGK. 

Ketua Presidium FMI Sumut, Badia Sitorus mengatakan aksi teatrikal ini menunjukkan bahwa selama ini masyarakat menderita dipimpin Presiden Jokowi yang haus akan kekuasaan dengan membangun politik dinasti

"Teatrikal ini sederhana tapi pasti, ya rakyat Medan ini sudah banyak disuguhkan, kemunafikan banyak tertipu oleh lensa optiknya. Ini kita dibuka kenyataan," ujar Badia.

Badia menilai selama kepemimpinan Jokowi banyak masyarakat yang menjadi sengsara. Dugaan keterlibatan Bobby yang tak lain menantu Presiden Jokowi dalam kasus Blok Medan juga membuat masyarakat semakin muak.

"Masyarakat berdarah darah untuk bisa makan. Bahkan dalam kasus terpidana Gubernur Maluku Utara, nama Bobby Nasution disebut terlibat. Oleh karena itu Bobby harus bertanggung jawab dan wajib diproses hukum," tegasnya.

Terpisah, Wali Kota Medan Bobby Nasution hanya menjawab singkat saat dimintai tanggapannya soal aksi unjuk rasa yang menyinggung keterlibatannya dalam kasus tambang Blok Medan. Dia mengatakan statementnya, sama dengan apa yang disampaikan sebelumnya.

"Dari kemarin kan juga sudah statement ya sama terus ya, belum berubah itu aja," ujar Bobby saat ditanya wartawan di Kantor Walikota Medan. (*)        


Label:

Bobby Nasution Klaim Dukungan KIM Plus Tetap Solid

disrupsi.id - Medan | Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan dukungan yang diberikan partai politik (Parpol) Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus partai non-koalisi tetap solid. 

Saat ini sudah sembilan partai politik yang memberikan dukungan kepada Bobby Nasution - Surya untuk maju sebagai bakal calon gubernur- wakil gubernur di Pilgub Sumut 2024.

"InsyaAllah di Sumut kami KIM plus solid, " kata menantu Presiden RI Jokowi itu di Pemko Medan, Senin (20/8/2024). 

Bobby menyatakan sudah menerima seluruh surat pernyataan dukungan resmi dari partai politik (B1-KWK ). 

"Surat B1-KWK sudah dapat semua dari KIM plus, " urainya. 

Sementara itu, kapan akan mendaftar ke KPU Sumut, Bobby Nasution belum mau mengungkapnya. 

"Tunggu saja waktunya, " ujar Bobby singkat. 

Diketahui, Koalisi Indonesia Maju (KIM) merupakan gabungan partai politik yang mendukung Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming di Pilpres 2024.

Kemudian KIM Plus merupakan nama koalisi yang dibentuk dalam kontestasi Pilkada 2024. KIM Plus dibentuk atas inisiasi Prabowo Subianto untuk menggabungkan partai-partai politik yang sebelumnya saling bertarung di Pilpres 2024.

Di Pilgub Sumut, Bobby Nasution - Surya telah mengantongi dukungan dari sembilan partai politik antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), PSI dan Perindo.

Bobby Nasution - Surya bakal berhadapan dengan Mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala. Pasangan ini hanya didukung oleh tiga partai politik yakni PDIP, Hanura dan Partai Ummat. (*) 

Label:

Perindo Resmi Dukung Bobby Nasution-Surya di Pilgub Sumut 2024

disrupsi.id - Medan | Partai Persatuan Indonesia (Perindo) secara resmi memberikan dukungan kepada pasangan Bobby Nasution - Surya untuk maju sebagai bakal calon Gubernur - Wakil Gubernur pada Pilkada Sumut 2024.

Ketua DPW Perindo Sumut, Jonius Taripar Parsaoran mengatakan dukungan kepada Bobby Nasution - Surya sudah dituangkan dalam surat B-Persetujuan Parpol KWK yang dikeluarkan Partai Perindo. 

"Penetapan dukungan kepada pasangan Bobby Nasution-Surya ini dilakukan setelah menjalani proses dinamika yang cukup tinggi di internal partai," kata Jonius Taripar Parsaoran, Senin (26/8/2024).

Jonius mengaku sebelumnya Perindo juga sudah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Edy Rahmayadi. Belakangan dukungan itu diberikan kepada Bobby Nasution. 

"Tentunya ada dinamika yang cukup tinggi. Kita tentunya memiliki kepentingan sendiri dan ingin memenangkan kontestasi ini," ucapnya.

Selain kepada pasangan Bobby Nasution-Surya, Perindo juga telah mengeluarkan B-Persetujuan Parpol KWK untuk pemilihan kepala daerah di 24 daerah kabupaten/kota di Sumatra Utara. 

"Untuk di Tapanuli Utara, Labuhanbatu Selatan dan Humbang Hasundutan, Perindo mengusung kadernya sendiri. Target kita menang di 70 persen daerah yang kita ikut mengusung pasangan calonnya," tegasnya. 

Dengan begitu, Bobby Nasution - Surya kini mengantongi dukungan dari sembilan partai politik antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), PSI dan Perindo.

Bobby Nasution - Surya bakal berhadapan dengan Mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala. Pasangan ini hanya didukung oleh tiga partai politik yakni PDIP, Hanura dan Partai Ummat. (*)



Label:

Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu 39 Kilogram di Rest Area Tol Tebingtinggi


disrupsi.id - Sergai | Polres Serdang Bedagai, (Sergai) meringkus dua pria di rest area Tol Tebingtinggi-Medan, Sumatera Utara. Kedua tersangka mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 39 kilogram. 

"Dua orang tersangka yang ditangkap yakni ZH (39) dan RJAS (32) di rest area tol Tebingtinggi-Medan," kata Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Hery Sitepu. 

Dia menyebutkan penangkapan kedua tersangka bermula dari informasi yang diperoleh dari masyarakat yang mencurigai transaksi narkoba di rest area Tol Tebing Tinggi-Medan. 

"Lalu petugas melakukan penyelidikan dan kemudian melacak pergerakan para tersangka hingga ke Kabupaten Asahan, " jelasnya. 

Ketika ditangkap, tambahnya, petugas menemukan 7 kilogram sabu-sabu yang disimpan dalam tas di dalam mobil mewah BK 1577 AAW yang dikendarai kedua tersangka. 

"Dan juga, petugas telah mengamankan tiga unit ponsel dan satu jerigen yang diduga digunakan untuk menyimpan sisa sabu-sabu, " urainya. 

Dalam pengembangan kasus ini, petugas menggeledah rumah kontrakan ZH di Kabupaten Labuhanbatu dan menemukan tambahan 6 kilogram sabu-sabu yang disimpan di dalam sebuah jerigen.

"Kedua tersangka mengaku mendapatkan sabu-sabu dari seorang bandar di Tanjungbalai dengan total sebanyak 39 kilogram. Sebagian besar sabu-sabu tersebut sudah diedarkan ke beberapa wilayah seperti Kisaran, Rokan Hilir, dan Pekanbaru,” pungkasnya. 

Saat diinterogasi, ZH dan RJAS mengaku melakukan aksi tersebut atas perintah seorang bandar berinisial R dengan iming-iming upah sebesar Rp 5 juta per kilogram sabu yang berhasil dijual. 

"Keduanya terpaksa terlibat dalam bisnis illegal ini karena terdesak kebutuhan ekonomi. Satu orang pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur sesuai SOP Kepolisian, karena saat penangkapan pelaku ZH memberikan perlawan kepada petugas,” tegasnya. 

Atas perbuatannya, ZH dan RJAS dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 150 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau minimal 6 tahun penjara. (*) 




Label:

Minggu, 25 Agustus 2024

PLN Bangun 39 SPKLU di Sumut, Percepat Transisi ke Energi Bersih

disrupsi.id - Medan | PLN telah membangun sebanyak 39 mesin SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang tersebar di 27 lokasi strategis di Sumatera Utara (Sumut) hingga Agustus 2024. 

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Saleh Siswanto mengatakan dengan semakin banyak fasilitas SPKLU, diharapkan masyarakat mau beralih dan tidak perlu khawatir kehabisan daya.

"Ini merupakan komitmen PLN dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, terutama di Sumatera Utara, " kata Saleh. 

Saleh menyebutkan pembangunan SPKLU ini merupakan salah satu langkah nyata PLN dalam mendukung kebijakan energi bersih dan berkelanjutan. 

"Kami berharap, dengan semakin banyaknya SPKLU yang tersebar, masyarakat akan semakin terdorong untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan, " urainya.

Dengan bertambahnya SPKLU, tambahnya, PLN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan dan memenuhi kebutuhan pelanggan akan energi bersih. 

"PLN juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan kendaraan listrik sebagai bagian dari solusi terhadap tantangan perubahan iklim global, " bebernya. (*) 








Label:

KPU Sumut Umumkan Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2024

 

KPU Sumut Umumkan Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2024
KPU Sumut Umumkan Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2024
KPU Sumut Umumkan Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2024
KPU Sumut Umumkan Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2024







Label:

Edy Rahmayadi Pilih Kasatkornas Banser Hasan Basri Sagala Jadi Cawagub di Pilgub Sumut


disrupsi.id - Medan | Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menunjuk Hasan Basri Sagala yang merupakan Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Administrasi dan Good Government mendampinginya untuk maju di Pilgub Sumut 2024.

"Untuk wakil saya Hasan Basri Sagala," kata mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Sabtu (24/8/2024) malam.

Alasan Edy Rahmayadi memilih Hasan Basri Sagala yang juga menjabat Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersebut menjadi Cawagub lantaran jika difoto memiliki tinggi yang sama dengannya. 

"Pertama kalau foto tingginya sama jadi simetris dia. Kedua dia merupakan kader PDIP. Saya kan diusung PDIP. Wajar donk kalau dia jadi wakil saya," ujarnya.

Tak hanya itu, Hasan Basri Sagala tambah Edy, merupakan akademisi serta track record nya selama ini tidak pernah berurusan dengan hal hal yang tidak baik. 

"Yang ketiga memang dia seorang akademisi. Ustaz yang terbaik dalam kuliahnya. Yang keempat mempunyai motivasi semangat dan tidak pernah berurusan dengan hal hal yang negatif," ungkap Edy.

Menurutnya nama Hasan Basri Sagala sudah diusulkan ke PDIP Sumut sehingga masih dalam proses. 

"Ini masih berproses, " ujarnya. 

Sementara itu, untuk rencana mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Edy mengaku tim nya akan menjadwalkannya.

"Untuk mendaftar ke KPU jadwal mendaftarnya tanya sama tim saya," ujar Edy singkat.

Diketahui, Edy Rahmayadi berpasangan dengan Hasan Basri Sagala didukung oleh tiga partai politik di Pilgub Sumut 2024 yakni PDIP, Hanura dan Partai Ummat. 

Edy bakal melawan Bobby Nasution yang tak lain mantu Presiden RI Jokowi. Bobby berpasangan dengan Bupati Asahan Surya mengantongi dukungan dari delapan partai politik untuk antara lain Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) dan PSI. (*) 

Label: ,

Sabtu, 24 Agustus 2024

Indosat Resmikan AI Experience Center Pertama di Indonesia


disrupsi.id - Solo | Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) meluncurkan AI Experience Center di Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah. AI Experience Center ini dilengkapi fasilitas dengan teknologi termutakhir yang didukung oleh konektivitas 5G.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya, Wijaya Kusumawardhana, mengatakan Indosat Ooredoo Hutchison merupakan pionir dalam menghadirkan AI Experience Center pertama di Indonesia. 

“Kami mengucapkan selamat bagi Indosat Ooredoo Hutchison sebagai pionir dalam menghadirkan AI Experience Center pertama di Indonesia. Inisiatif ini merupakan momentum penting bagi evolusi industri telekomunikasi, " ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan AI Experience Center ini menjadi penanda penting dalam perjalanan memberdayakan Indonesia melalui AI. 

"Hal ini mempertegas komitmen kami dalam mentransformasi lanskap digital dan telekomunikasi Indonesia. Kami mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Indonesia dan mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mendorong Indonesia ke panggung global, " sebutnya. 

Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, merasa terhormat dengan dipilihnya Solo oleh Indosat sebagai tempat AI Experience Center pertama di Indonesia. 

"Fasilitas ini tidak hanya akan meningkatkan keunggulan Solo Technopark tapi juga memicu efek berganda bagi ekonomi lokal dan digitalisasi, membawa manfaat bagi edukasi, pariwisata, dan penciptaan lapangan pekerjaan," paparnya. 

Bermitra dengan perusahaan teknologi global seperti Huawei, Indosat AI Experience Center memamerkan teknologi AI terkini yang dapat diaplikasikan di berbagai sektor, termasuk smart city management yang mengoptimalkan jaringan 5G Indosat, seni, industri makanan, serta industri kreatif. 

Tidak hanya untuk menunjukkan inovasi terkini dari AI, experience center ini juga akan berfungsi sebagai pusat pelatihan yang menawarkan program bagi pelajar, aparatur sipil negara, hingga masyarakat luas untuk mempelajari manfaat AI untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang baru. (*) 

Label:

Polda Sumut Perketat Pengamanan di KPU - Bawaslu Jelang Pilkada 2024

disrupsi.id - Medan | Direktorat Samapta Polda Sumut gencar melakukan pengamanan di sekitar Kantor KPU dan Kantor Bawaslu menjelang tahapan pendaftaran dan penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2024.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pemilihan serta mencegah potensi gangguan yang dapat menghambat tahapan pilkada.

"Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, dengan penempatan personel di titik-titik strategis dan pemeriksaan ketat di area-area rawan," ujar Hadi, Sabtu (24/08/2024).

Selain itu, patroli rutin dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan memberikan respons cepat jika terjadi insiden di kantor penyelenggara pemilu. 

Diketahui, pendaftaran pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut bakal dilaksanakan pada 27-29 Agustus 2024. Kemudian pada 22 September 2024 dilakukan penetapan pasangan calon. 

Untuk pelaksanaan kampanye dijadwalkan pada 25 September - 23 November 2024. Sedangkan pemungutan suara digelar pada 27 November 2024. (*) 



Label: