Sabtu, 31 Mei 2025

Hilirisasi Pangan: Pilar Strategis Ketahanan dan Transformasi Ekonomi Sumatra Utara

Usai terpilih menjadi Presiden, Prabowo Subianto segera menyusun strategi untuk membangkitkan perekonomian Indonesia. Dalam sidang kabinet pertama, putra dari begawan ekonomi ini menginstruksikan para menterinya mencari pendanaan untuk menggenjot hilirisasi. Prabowo menekankan penghiliran akan menjadi kunci pemerintah mengatasi kemiskinan di tanah air.

Jika ditelaah, dalam konteks ekonomi, hilirisasi sering kali dianggap sebagai strategi penting untuk meningkatkan daya saing suatu negara dan menciptakan keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Dampak dari proses hilirisasi sangat beragam, mencakup sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dalam hal ini, Sumatra Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Dengan luas wilayah daratan mencapai lebih dari 7 juta hektare dan lahan pertanian produktif seperti sawah seluas 348.000 hektare serta lahan kering mencapai satu juta hektare, provinsi ini secara teoritis mampu mencukupi kebutuhan pangan bagi sekitar 15 juta penduduknya. Namun, besarnya potensi ini belum sepenuhnya dioptimalkan karena kendala di tingkat hilirisasi dan distribusi hasil pertanian yang belum efisien.

Padahal tujuan utama dari proses hilirisasi adalah untuk meningkatkan harga jual dari sebuah produk. Dengan hilirisasi, suatu produk dapat memiliki nilai tambah dengan dilakukan pengolahan terhadap produk.

Namun, masalah utama yang dihadapi bukanlah kekurangan pasokan pangan, melainkan panjangnya rantai distribusi yang berdampak pada naik-turunnya harga dan ketimpangan pasokan antardaerah. Hal ini ditegaskan oleh Penjabat Gubernur Sumatra Utara, Hassanudin, yang mengatakan bahwa ketidakseimbangan harga pangan di pasar lebih disebabkan oleh jalur distribusi yang panjang dan tidak efisien, ketimbang kekurangan produksi. “Masalahnya bukan pada pasokan, tapi pada jalur distribusi yang terlalu panjang. Di tingkat petani stok tersedia, tapi tidak tersalur dengan baik,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi pada awal 2024.

Hilirisasi pangan menjadi solusi strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui proses pengolahan hasil pertanian menjadi produk siap konsumsi atau setengah jadi, nilai tambah komoditas dapat ditingkatkan secara signifikan. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatra Utara, Muhammad Juwaini, menegaskan bahwa hilirisasi perlu dilakukan secara luas untuk berbagai komoditas unggulan daerah. “Hilirisasi dapat dilakukan terhadap komoditas beras, jagung, kedelai, hingga hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah. Ini bisa dilakukan langsung oleh kelompok tani atau UMKM lokal,” ujarnya.

Dukungan pemerintah terhadap hilirisasi semakin nyata dengan peluncuran berbagai program strategis, seperti Gerakan Sumut Menanam. Program ini menyediakan bantuan bibit, alat mesin pertanian (alsintan), serta pelatihan intensif kepada petani agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Lebih dari sekadar gerakan bercocok tanam, program ini diarahkan untuk mendorong petani menghasilkan komoditas yang bisa langsung diolah dan dipasarkan dalam bentuk produk bernilai tambah. “Gerakan ini bukan sekadar untuk mencukupi stok pangan, tapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan kemandirian dan nilai ekonomi baru di tingkat lokal,” tambah Juwaini.

Selain pemerintah daerah, Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut juga turut mendorong hilirisasi melalui pendekatan digitalisasi rantai pasok pangan dan perluasan kerjasama antardaerah. Salah satu inisiatif unggulan adalah pengembangan toko virtual berbasis aplikasi daring seperti Grab dan Gojek, yang memungkinkan produk pangan lokal menjangkau pasar lebih luas secara efisien. Kolaborasi dengan sektor swasta ini dinilai mampu memangkas rantai distribusi, meningkatkan transparansi harga, serta memperluas akses produk lokal ke konsumen perkotaan.

Peran UMKM dalam ekosistem hilirisasi juga tidak bisa diabaikan. Di berbagai daerah di Sumut, sudah mulai tumbuh pelaku usaha kecil yang mengolah komoditas lokal menjadi produk siap konsumsi. Sebagai contoh, PT Mitratani Dua Tujuh telah memulai panen perdana edamame di wilayah Sumut. Produk kedelai segar ini memiliki prospek ekspor yang menjanjikan karena tingginya permintaan di pasar Jepang dan negara-negara Asia Timur. Kisah sukses ini menjadi bukti nyata bahwa dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha lokal bisa menjadi ujung tombak ketahanan pangan dan pendorong ekonomi daerah.

Meski demikian, percepatan hilirisasi tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas pengolahan di dekat sentra produksi. Banyak petani masih bergantung pada penjual pengepul karena tidak memiliki akses langsung ke unit pengolahan. Di sisi lain, pelatihan dan pendampingan teknis masih belum merata, terutama di daerah pedalaman.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan langkah kolaboratif yang menyeluruh. Peningkatan infrastruktur pertanian, pengadaan alat pengolahan skala kecil untuk desa, serta perluasan akses pembiayaan melalui KUR atau program kredit mikro menjadi agenda mendesak. Pemerintah, swasta, akademisi, dan lembaga keuangan perlu bersinergi agar proses hilirisasi bisa dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif. Selain itu, penting untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian melalui pelatihan teknologi pertanian dan model bisnis agroindustri yang menarik.

Hilirisasi pangan bukan hanya tentang meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan menjadikan Sumatra Utara sebagai model pengembangan hilirisasi berbasis komunitas lokal, Indonesia dapat membangun sistem pangan yang tangguh, mandiri, dan adaptif terhadap dinamika pasar global. 

Hanya saja perlu diingat bahwa proses hilirisasi ini juga memiliki dampak negatif jika tidak digarap dengan serius dan tanpa perencanaan yang matang. 

Di antaranya, proses hilirisasi dapat menyebabkan ketergantungan yang lebih besar pada industri tertentu, dapat memperluas kesenjangan sosial dan ekonomi, dapat menghasilkan limbah dan polusi lingkungan, meningkatkan kesenjangan akses terhadap pendidikan, serta memungkinkan adanya ketergantungan pada pasar global.

Tentunya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak untuk dapat mendukung proses hilirisasi ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan di Sumatra Utara.


Label: , , ,

KOPI FEST 2025 Hadir di Medan, Perkenalkan Robot Barista AI Hingga Kompetisi AeroPress Internasional

KOPI FEST 2025 Hadir di Medan, Perkenalkan Robot Barista AI Hingga Kompetisi AeroPress Internasional


disrupsi.id - Medan|
Kopi Fest Indonesia (KFI) kembali hadir di Medan dengan rangkaian acara menarik dan inovatif yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2025 di Atrium Mall Sun Plaza Medan.

Sebagai festival kopi yang telah menjadi ajang utama bagi para pelaku dan pecinta kopi di Indonesia sejak 2023, KFI terus berkembang dan menghadirkan pengalaman baru yang menggabungkan teknologi, edukasi, dan kompetisi berkelas internasional.

Memasuki tahun ketiga, Kopi Fest Indonesia menghadirkan beragam inovasi kekinian, mulai dari kehadiran robot barista canggih, aktivitas kreasi konten interaktif “Ngopi Rp. 1” yang seru dan edukatif, lokakarya eksklusif untuk belajar bikin menu kopi dari barista ahli, hingga bazaar F&B yang menampilkan berbagai merek lokal dan nasional ternama.

Kopi Fest Indonesia 2025 diselenggarakan oleh Otten Coffee dan disponsori oleh BCA BANGGA LOKAL, Organa Stevia, dan NKG Indonesia Imports.

KOPI FEST 2025 Hadir di Medan, Perkenalkan Robot Barista AI Hingga Kompetisi AeroPress Internasional


Selama KFI berlangsung ada penghargaan yang dikompetisikan untuk para tenant, mulai dari Signature Menu Terbaik menggunakan Organa Stevia, Booth Terbaik, Konten Tenant dengan views terbanyak, People's Choice dan Transaksi Tertinggi.

Untuk diketahui, KFI juga 'menggandeng' robot barista pertama di Medan, sebagai sarana edukasi naratif berbasis AI. 

OttenMatic, robot barista milik Otten Coffee, hadir secara eksklusif dalam rangkaian acara Kopi Fest Indonesia.


KOPI FEST 2025 Hadir di Medan, Perkenalkan Robot Barista AI Hingga Kompetisi AeroPress Internasional


Robot penyeduh kopi ini dilengkapi dengan kecerdasan buatan yang telah dilatih melalui 30.000 pengaturan gerakan dan 3.000 jam pelatihan proses brewing.

Robot Barista ini merupakan sarana edukasi industri kopi dengan nuansa futuristik, menceritakan wawasan mulai dari hulu petani kopi hingga hilir penyajian kopi. 

Masyarakat Medan berkesempatan merasakan langsung pengalaman menikmati kopi yang diseduh secara otomatis, sekaligus mendapatkan wawasan mendalam tentang industri kopi melalui narasi edukatif yang disampaikan oleh robot tersebut.

Kehadiran robot barista tidak untuk menggantikan profesi barista, malahan sebagai sarana menjangkau orang yang tidak mengerti kopi jadi paham dengan wawasan naratif AI.

Dalam acara ini, KFI juga menghelat aktivitas belajar meracik kopi yang ditawarkan hampir tanpa biaya, hanya Rp. 1, sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk memenangkan hadiah senilai Rp. 10 Juta. Otten Coffee mengajak para pengunjung untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar membuat kopi dan membagikan momen tersebut di media sosial dengan latar belakang yang unik dan interaktif.

Pengalaman ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menumbuhkan minat untuk mencoba membuat kopi sendiri dengan suasana yang berbeda dan menyenangkan. 

Rangkaian acara lainnya adalah seduh kopi V60 bernuansa di ruang rumah, dengan espresso maker bikin kopi serasa di alam luar, mesin Kopi Kapsul Otten Opresso bikin kopi praktis di ruang rias, dan Mesin Kopi La Specialista Arte kreasi kopi di dapur rumah.

Selain itu, hadir juga Brewing The Future, sebagai program pendanaan hingga USD100.000 dari Kopi Fest Indonesia, mendukung pelaku bisnis di industri apa pun untuk naik kelas. Program terbuka untuk umum mulai dari industri kopi, kuliner bahkan industri kreatif. Program ini rangkaian kegiatan Kopi Fest Indonesia 2025 yang hadir di Medan, Bandung, dan Jakarta, memberikan peluang pendanaan, mentoring, dan eksposur nasional.

Terbuka untuk pelaku usaha dari berbagai sektor dengan model bisnis inovatif yang minimal berjalan 1 tahun.

Peserta submit ide bisnis dan akan diundang untuk speed pitching di Kopi Fest Indonesia, berkesempatan dimentoring langsung oleh Otten Coffee dan Fore Coffee O.G Founders.

Informasi jadwal dan cara ikut serta Brewing the Future bisa dilihat di: https://ottencoffee.co.id/landing/brewing-the-future-medan

Kompetisi AeroPress Internasional: Ajang Bergengsi yang Dinanti

Kopi Fest Indonesia kembali menghadirkan Kompetisi AeroPress Indonesia (IAC), yang dengan cepat menjadi salah satu acara paling dinantikan oleh komunitas kopi. Pada tahun 2024, Sophan Nugraha berhasil meraih gelar juara IAC dan membawa Indonesia menempati posisi kedua di Kompetisi AeroPress Dunia (WAC) yang digelar di Lisbon, Portugal—sebuah pencapaian yang membanggakan bagi kualitas kopi dan talenta barista nasional.

Kompetisi AeroPress Indonesia 2025 kembali digelar dengan babak regional yang berlangsung di Medan, Bandung, dan Jakarta. Di Medan sendiri, lebih dari 80 peserta bersaing ketat untuk memperebutkan tiket menuju babak nasional. Para pemenang dari setiap regional akan bertemu di Jakarta, dan juara nasional akan mewakili Indonesia dalam World AeroPress Championship 2025.

Kompetisi AeroPress regional Bandung dan Jakarta dapat diakses di: https://ottencoffee.co.id/landing/kopi-fest-indonesia

Adapun event yang tak boleh dilewatkan adalah kehadiran Bazaar F&B Lokal dan Nasional. Berbagai merek jajanan lokal dan nasional turut memeriahkan perayaan seru di Kopi Fest Indonesia.

Sebanyak 58 merek F&B siap menyambut pengunjung di Medan dengan keunikan dan cita rasa khas masing-masing. Di antaranya adalah Alligators, Mangan Lagi, Kopi Tuku, Gentle Monkey, Korte, Glass House, Morgan Brew, Bakeout, dan masih banyak lagi.

Untuk menambah semarak acara, pengunjung yang berbelanja di Kopi Fest Indonesia Medan berkesempatan menikmati cashback sebesar 25RB*—sebuah tawaran menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Kopi Fest Indonesia 2025 diselenggarakan oleh Otten Coffee dan disponsori BCA BANGGA LOKAL, Origana Stevia, serta NKG Indonesia Imports.

Dengan sederet acara mulai dari kehadiran robot barista pertama di Medan hingga perhelatan Kompetisi AeroPress Internasional, menasbihkan acara ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pecinta kopi, melainkan juga berperan sebagai wadah edukasi dan inovasi yang memperkuat ekosistem kopi di tanah air.


Label: , ,

Jumat, 30 Mei 2025

Aktivis Lingkungan di Sumut Dapat Teror Bangkai Burung Usai Aksi Tutup PT TPL

disrupsi.id - Medan | Delima Silalahi, aktivis lingkungan dan masyarakat adat dari Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), mendapatkan teror berupa bangkai burung yang dikemas layaknya paket, Jumat (30/5/2025) pagi.

Paket itu ditemukan pertama kali oleh Asisten Rumah Tangga (ART) Delima yang bekerja di rumahnya di Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara (Sumut) sekitar pukul 08.15 WIB.

Bangkai burung itu dikemas dalam kardus dan kantongan plastik. Di kardus itu tertulis tujuan paket atas nama Delima. Namun tidak diketahui siapa pengirim paket tersebut. Yang pasti, paket itu ditemukan di atas meja tamu teras rumah Delima.

Delima menyebutkan saat itu ART nya tengah bersih bersih di rumah. Tiba tiba saja ART tersebut menemukan paket di depat rumahnya. Saat paket itu dibuka, ternyata isinya bangkai burung. Bangkai burung yang dikirim peneror dalam keadaan berdarah-darah. Kondisi darahnya juga sudah mengering.

“Saat mau bersih-bersih, tiba-tiba dia lihat ada paket dibungkus plastik oranye di atas meja teras rumah. Lalu paket itu diserahkan ke saya. Saat dibuka ternyata isinya bangkai burung,” kata Delima.

Bagi Delima, teror ini merupakan upaya pembungkaman terhadap gerakan masyarakat yang mendukung masyarakat adat. Selama ini, KSPPM dan beberapa organisasi lainnya memang cukup vokal dalam menyuarakan perjuangan masyarakat adat. Teranyar, KSPPM bersama organisasi masyarakat sipil juga berunjuk rasa, menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) pada Selasa (27/5/2025).

Perempuan penerima Goldman Environmental Prize 2023 ini pun menduga, teror ini berkaitan dengan gerakan yang mereka himpun di kawasan Danau Toba.

“Kami menduga ini akibat ada orang yang tidak senang dengan aktivitas gerakan bersama yang dilakukan KSPPM dan teman-teman jaringan,” kata Delima.

Sebelum unjuk rasa yang dilakukan aliansi, ada unjuk rasa yang mengatasnamakan buruh PT TPL. Mereka menuntut Delima dan beberapa rekannya yang vokal seperti Roganda Simanjutak dan Rocky Pasaribu, untuk hengkang dari Tanah Batak. Aksi itu juga menuntut agar KSPPM dan AMAN Tano Batak dibubarkan.

Selain bangkai satwa, Delima juga mendapat serangan di media sosial. Dia menduga ada gerakan terorganisir yang melakukan penyerangan ini secara masif.

Namun, dengan berbagai teror yang ada tidak membuat Delima gentar. Teror yang ada justru memberi semangat baru untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.

"Gerakan-gerakan Tutup TPL ini kan bukan gerakan individu. Bukan misalnya saya, Rocky, Roganda. Tapi ini merupakan gerakan bersama,” tegasnya.

Sejauh ini, Delima mengaku belum melaporkan dugaan teror tersebut kepada pihak kepolisian. Mereka masih fokus untuk berkonsolidasi, memperkuat keamanan di dalam kelembagaan. Bagi Delima, teror yang dilakukan tidak perlu ditakuti. Dia tidak ingin pelaku teror justru senang, ketika melihat mereka dalam keadaan takut.

“Saat ini kita fokus ke pencegahan, pengamanan. Jadi bukan karena teror ini berhasil menakuti. Justru menambah semangat kita,” pungkasnya.

Terpisah, Juniaty Aritonang, Sekretaris Eksekutif BAKUMSU ( Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat Sumatera Utara) yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Masyarakat Sipil Sumut (JAMSU) mengecam tindakan teror berupa paket bangkai burung yang ditujukan kepada Delima Silalahi.

"Pengiriman paket bangkai hewan merupakan simbol intimidasi atas kerja-kerja aktivisme yang dilakukan oleh Delima yang vokal dan tegas menyuarakan tutup TPL," tegasnya.

Menurutnya teror yang ditujukan kepada aktivis perempuan dan juga pejuang lingkungan ini merupakan salah satu bentuk pembungkaman bukan hanya karena profesinya akan tetapi juga karena gendernya.

"Ini merupakan bentuk teror terhadap aktivis perempuan pejuang lingkungan merupakan kekerasan berbasis gender oleh karenanya negara harus hadir memastikan perlindungan kepada pejuang lingkungan. Oleh karenanya tindakan teror ini harus diusut tuntas oleh aparat kepolisian secara tuntas dan transparan," pungkasnya.

Di sisi lain, Rusdiana Adi, Direktur BITRA Indonesia melihat ini bukan hanya kerjaan orang iseng tapi sangat berkaitan erat dengan kerja-kerja Delima.

"'Tidak boleh ada teror dan ancaman bagi pejuang rakyat, jika itu terjadi masyarakat akan bergerak mendukung pencari keadilan. Buat teman-teman KSPPM yang sedang berjuang membela rakyat, tetaplah semangat dan maju terus pantang mundur untuk menyuarakan tutupTPL" ujar Rusdiana Adi.

Sementara itu, Corporate Communication Head PT TPL Salomo Sitohang saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban. (*)


Label:

5 Hektare Lahan di Perbukitan Kawasan Danau Toba Terbakar

disrupsi.id - Samosir | Kebakaran menghanguskan sedikitnya 5 hektare lahan di perbukitan kawasan Danau Toba tepatnya di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut).

Kapolres Samosir AKBP Rina Frillya memimpin langsung patroli gabungan ke lokasi rawan kebakaran di kawasan perbukitan tersebut. Patroli juga melibatkan jajaran TNI-Polri, Pemkab Samosir, BPBD, serta perwakilan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XIII.

"Pemadaman api dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD yang tergabung dalam Satgas Karhutla," ujar AKBP Rina Frillya, Jumat (30/5/2025).

AKBP Rina juga mengonfirmasi bahwa titik api yang sempat terdeteksi di Desa Huta Ginjang telah berhasil dipadamkan. Kemudian rombongan bergerak menuju Dusun III Sijambur, Kelurahan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, guna memastikan tidak meluasnya kebakaran ke wilayah itu.

"Kebakaran di kawasan tersebut juga telah padam. Dugaan awal kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran rumput ilalang kering, yang kemudian menyebar cepat akibat tiupan angin kencang," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, menjelaskan kebakaran lahan di kawasan perbukitan Danau Toba tersebut mencapai sekitar 5 hektare.

"Kebakaran terjadi sejak Kamis (29/5/2025). Api sudah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Saat ini tidak ditemukan lagi titik api," ungkapnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Samosir agar tidak melakukan pembakaran sampah atau sisa pengolahan ladang. Kondisi cuaca saat ini sangat kering dengan angin kencang, sehingga berpotensi memicu kebakaran lebih luas.

"Pihak kepolisian bersama tim gabungan akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan wilayah guna mencegah terulangnya kejadian serupa di tengah musim kering yang masih berlangsung," paparnya. (*)


Label: ,

Polda Sumut Tangkap Kakak Adik Simpan Sabu di Kuburan

disrupsi.id - Medan | Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara meringkus kakak - adik yang menjadi kurir sabu di Tanjungbalai, Sumatra Utara (Sumut). Keduanya diciduk menyimpan sabu dengan total seberat 9 kilogram, di mana sebagiannya disimpan di kuburan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan pengungkapan ini merupakan hasil kerja dari personel Unit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba, setelah menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga terkait peredaran narkoba.

“Tim melakukan penyelidikan sejak dini hari. Sekitar pukul 04.30 WIB, dilakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial MR (51), di sebuah rumah di Jalan D.I. Panjaitan, Gang Pringgan, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai,” ujar Kombes Pol Calvijn, Jumat (30/5/2025).

Dari hasil penggeledahan dan interogasi awal, MR mengakui menyimpan sabu di lokasi pemakaman di belakang rumahnya. Petugas kemudian menemukan satu bungkus besar seberat 2.000 gram dan dua bungkus sedang berisi sabu seberat 2.000 gram.

"Kepada petugas, MR mengaku sabu tersebut diperoleh dari seseorang berinisial S (dalam lidik) yang menyuruhnya menjemput sabu dari perairan Malaysia pada 20 Mei 2025 menggunakan sampan bermesin dompeng. Ia dijanjikan imbalan sebesar Rp10 juta," urainya.

Dalam operasi ini, petugas juga mengamankan AR (35), yang merupakan adik kandung MR, di kawasan Jembatan Titi Harkat, Jalan Teluk Nibung, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Penangkapan AR dilakukan sekitar pukul 12.15 WIB.

"Dari sampan bermesin yang dikemudikannya, petugas menemukan tujuh bungkus sabu dengan total berat 7.000 gram. AR mengaku baru kembali dari perairan Malaysia atas perintah MR, dan dijanjikan imbalan sebesar Rp10 juta apabila barang berhasil diserahkan," sebutnya.

Dengan begitu total barang bukti sabu yang diamankan dari dua tersangka sebanyak 9 kilogram. Selain sabu, turut diamankan satu unit sampan bermesin dompeng PK26, tiga unit handphone milik tersangka, serta satu karung goni plastik sebagai wadah penyimpanan.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap identitas pelaku lain, khususnya S yang menjadi penghubung ke jaringan luar negeri. Diduga kuat ini bagian dari sindikat narkotika lintas negara,” jelas Kombes Pol Calvijn.

Kedua tersangka kini diamankan di Mapolda Sumut dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Polda Sumut akan terus menindak tegas pelaku narkotika. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta membantu upaya pemberantasan narkoba demi masa depan generasi bangsa,” pungkasnya. (*)


Label:

Kebakaran Terjadi di Area Hotel Danau Toba Medan, Delapan Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Terjadi di Area Hotel Danau Toba Medan, Delapan Unit Damkar Dikerahkan

Disrupsi.id, Medan – Kebakaran terjadi di kompleks Hotel Danau Toba, Medan, pada Jumat (30/5/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Asap terlihat cukup tebal dari dalam area hotel, terutama di sekitar gedung dekat kolam renang.

Petugas keamanan di lokasi menyebutkan bahwa titik api diduga berasal dari gedung Live Music yang berada di area hotel. Namun, karena asap yang masih menyelimuti area sekitar, informasi tersebut belum dapat dipastikan secara langsung.


Hingga petang, tim pemadam kebakaran Kota Medan masih berada di lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Salah satu anggota damkar, Joel, mengatakan bahwa delapan unit mobil pemadam telah diterjunkan ke lokasi kebakaran.

“Ada delapan unit mobil yang dikerahkan damkar bang, tapi untuk lebih jelas tanyakan ke pimpinan regu kami,” ujar Joel singkat saat ditemui di area sekitar titik api.

Sementara itu, pimpinan regu pemadam kebakaran yang ditemui di lokasi, mengonfirmasi bahwa gedung yang terbakar berada di sebelah kolam renang hotel.

Dari pantauan lapangan, asap tampak berasal dari belakang gedung Standard Chartered yang menghadap ke Jalan Palang Merah, atau terletak di bagian belakang bangunan utama Hotel Danau Toba jika dilihat dari Jalan Imam Bonjol.

Hingga berita ini diterbitkan, kebakaran masih berlangsung dan belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen hotel maupun aparat terkait soal penyebab kebakaran dan kerugian yang ditimbulkan. Proses pemadaman masih dilakukan secara intensif. (pujo)

Label:

Ombudsman Sumut Tinjau Layanan RSUD Dr. H. Bachtiar Djafar, Soroti Keterbatasan Tenaga Medis

Ombudsman Sumut Tinjau Layanan RSUD Dr. H. Bachtiar Djafar, Soroti Keterbatasan Tenaga Medis

Disrupsi.id, Medan — Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik di sektor kesehatan, Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Sumatera Utara melakukan peninjauan langsung ke RSUD Dr. H. Bachtiar Djafar, Selasa (27/5/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program “Ombudsman On The Spot” yang telah berlangsung sejak 22 Mei 2025.

Kunjungan tersebut turut melibatkan Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, dr. H. Ade Taufiq, Sp.OG, dan disambut oleh Direktur RSUD Dr. H. Bachtiar Djafar, dr. Irliyan Saputra, Sp.OG. Dalam evaluasinya, Ombudsman menilai bahwa rumah sakit milik Pemko Medan tersebut telah memenuhi sejumlah indikator penting dalam standar pelayanan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Namun, meski fasilitas dan prosedur pelayanan tergolong baik, Ombudsman tetap mencatat adanya tantangan serius dalam hal ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu sorotan utama adalah keterbatasan jumlah dokter spesialis dan tenaga medis lainnya, yang dinilai dapat menghambat optimalisasi pelayanan kepada pasien.

“Kami mendorong Pemerintah Kota Medan, khususnya Wali Kota, untuk dapat melakukan berbagai upaya dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD Bachtiar Djafar,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut, Herdensi.

Senada dengan itu, dr. Ade Taufiq juga menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi ini di legislatif. 

“Kami akan bantu Rumah Sakit untuk mendorong Pemerintah Kota Medan agar dapat menambah SDM tenaga medik di rumah sakit Bachtiar Djafar seperti dokter umum, dokter spesialis, maupun tenaga medik lainnya agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD H. Bachtiar Djafar,” ungkapnya.

Program Ombudsman On The Spot ini dirancang untuk mendekatkan fungsi pengawasan publik kepada masyarakat, terutama dalam sektor pelayanan kesehatan yang krusial. Melalui pos pengaduan yang dibuka selama kegiatan berlangsung, masyarakat dapat menyampaikan langsung keluhan, saran, atau laporan terhadap layanan RSUD. (pujo)

Label: ,

Kamis, 29 Mei 2025

Lonjakan Penumpang KA di Sumut Capai 38 Persen di Awal Libur Kenaikan Isa Almasih


disrupsi.id - Medan | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat pada awal periode long weekend Kenaikan Yesus Kristus yakni Rabu (28/5) terdapat 8.110 penumpang. Jumlah ini mengalami peningkatan 38% dibanding pekan lalu yakni Rabu (21/5) sebanyak 5.867 penumpang.

Menurut Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, hingga Kamis siang (29/5), sebanyak 27.107 tiket telah terjual untuk periode long weekend 28 Mei–1 Juni 2025. Angka tersebut mencerminkan 50 persen dari total kapasitas kursi yang disediakan selama lima hari masa liburan.

Beberapa rute kereta api yang mengalami peningkatan penumpang mencakup:

- KA Putri Deli (Medan – Tanjung Balai PP): 16.479 tiket

- KA Sribilah Utama (Medan – Rantau Prapat PP): 4.042 tiket

- KA Siantar Ekspres (Medan – Pematang Siantar PP): 5.988 tiket

- KA Datuk Belambangan (Tebing Tinggi – Lalang PP): 142 tiket

- KA Cut Meutia (Krueng Mane – Krueng Geukeuh PP): 456 tiket

Dengan total 28 perjalanan kereta api per hari yang beroperasi selama masa libur, wilayah kerja KAI Divre I Sumut melayani rute strategis yang menghubungkan kota-kota penting seperti Medan, Kisaran, Tanjung Balai, Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Lubuk Pakam, hingga Rantau Prapat. Delapan di antaranya melintas di wilayah Aceh.

Guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi, KAI menyediakan layanan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan, khusus untuk penumpang KA Sribilah Utama dan KA Putri Deli. Dengan sistem ini, pelanggan tidak perlu lagi menunjukkan tiket atau kartu identitas saat boarding, mempercepat proses masuk ke dalam kereta.

As’ad juga mengingatkan calon penumpang untuk merencanakan perjalanan lebih awal, membeli tiket melalui platform resmi seperti aplikasi Access by KAI atau website kai.id, tiba lebih awal di stasiun guna menghindari keterlambatan, duduk sesuai nomor kursi demi kenyamanan bersama.

KAI Divre I Sumut menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan bebas kemacetan. Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel, perusahaan berharap masyarakat dapat menikmati liburan bersama keluarga maupun sahabat dengan penuh kebahagiaan.

"Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan selama masa liburan ini agar perjalanan kereta api menjadi pilihan utama masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi waktu," tutup As’ad. (*)






Label:

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Sumut Sediakan 53.760 Tiket Kereta Api


disrupsi.id - Medan | Menyambut libur panjang akhir pekan dalam rangka peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) menyediakan total 53.760 tiket kereta api yang berlaku untuk perjalanan mulai Rabu, 28 Mei hingga Minggu, 1 Juni 2025.

Menurut Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, selama periode libur tersebut, sebanyak 10.752 tiket tersedia setiap harinya untuk melayani penumpang di berbagai rute operasional wilayah Sumatera Utara.

“Kami mengoperasikan 28 perjalanan KA penumpang per hari, dengan optimalisasi rangkaian kereta untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang meningkat saat long weekend,” ujar As’ad.

Selama masa libur panjang, KAI Divre I Sumut akan mengoperasikan berbagai rute strategis, antara lain:

- 6 perjalanan KA Sribilah Utama (Medan – Rantau Prapat PP)

- 6 perjalanan KA Putri Deli (Medan – Tanjung Balai PP)

- 4 perjalanan KA Siantar Ekspres (Medan – Siantar PP)

- 4 perjalanan KA Datuk Belambangan (Tebing Tinggi – Lalang PP)

- 8 perjalanan KA Cut Meutia (Krueng Mane – Krueng Geukueh PP)

As’ad mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kehabisan tiket. Pemesanan tiket dapat dilakukan secara praktis melalui aplikasi Access by KAI dan berbagai saluran penjualan resmi yang telah bekerja sama dengan KAI.

“Kami mengingatkan agar seluruh pelanggan duduk sesuai nomor tempat duduk yang tercantum pada tiket untuk menjaga kenyamanan bersama,” tambahnya.

Selama masa liburan, KAI Divre I Sumut memastikan standar layanan yang tinggi, mulai dari keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, hingga pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh penumpang.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang bebas macet, aman, dan nyaman. Kami ingin setiap pelanggan dapat menikmati libur panjang ini dengan penuh kebahagiaan,” tutup As’ad. (*)

Label:

Ekspor Karet Sumatera Utara Turun Imbas Curah Hujan Tinggi

disrupsi.id - Medan | Volume ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) pada April 2025 tercatat sebesar 20.799 ton. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 4,00 persen secara bulanan (MoM) dibandingkan dengan Maret 2025 yang mencapai 21.666 ton.

"Tapi dibandingkan periode yang sama tahun lalu (April 2024), volume ini masih menunjukkan kenaikan sebesar 16,33% dari sebelumnya 17.878 ton," kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, Kamis (29/5/2025).

Edy menyebutkan penurunan ini menandakan tantangan yang belum usai bagi sektor karet alam di Sumatera Utara, di mana volume ekspor masih jauh dari kondisi normal bulanan yang idealnya dapat mencapai 42.000 ton.

"Penurunan pasokan dari hulu, fluktuasi harga global, serta hambatan regulasi ekspor menjadi faktor utama yang menekan performa bulan April ini," jelasnya.

Menurut Edy kondisi cuaca yang tidak menentu turut mempengaruhi aktivitas produksi. Meskipun secara kalender sudah memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah kebun karet justru masih diguyur hujan.

"Ini menyebabkan petani enggan menyadap karena hasil lateks tidak optimal. Selain itu, sejak awal April, harga jual karet cenderung turun membuat petani semakin kehilangan motivasi untuk berproduksi," ucapnya.

Harga rata-rata karet alam SICOM TSR20 pada April 2025 hanya mencapai 171,15 sen AS/kg atau turun tajam dari 198,21 sen AS/kg pada Maret. Hingga 7 Mei 2025, harga belum menunjukkan pemulihan signifikan dan ditutup pada 170,5 sen AS/kg.

"Dari sisi pasar, ekspor ke Amerika Serikat mulai terdampak oleh penerapan tarif dasar impor yang sudah memengaruhi pengapalan sejak April," urainya.

Edy menyebutkan tekanan tambahan juga datang dari ketidakpastian global menjelang implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang akan berlaku 30 Desember 2025.

"Aturan ini menuntut seluruh produk berbasis karet harus berasal dari rantai pasok bebas deforestasi," paparnya.

Pada April 2025, ekspor dari Sumatera Utara menjangkau 31 negara tujuan. Namun Jepang masih menjadi pasar utama dengan kontribusi 35,01%, disusul Amerika Serikat (15,53%), China (9,14%), Brasil (7,57%) dan Kanada (5,44%).

"Sementara itu, ekspor ke kawasan Eropa mencakup 12 negara, yaitu Spanyol (1,94%), Polandia (1,65%), Luksemburg (1,55%), Italia (0,87%), Rumania (0,87%), Belgia (0,64%), Prancis (0,58%), Bulgaria (0,58%), Jerman (0,58%), Slovenia (0,48%), Rusia (0,18%) dan Finlandia (0,10%)," sebutnya.

Secara keseluruhan, ekspor ke Eropa menyumbang 10,51% dari total ekspor April atau lebih rendah dibandingkan Maret yang sempat mencapai 12,73%.

"Seiring semakin dekatnya implementasi EUDR, traceability (ketertelusuran) dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan akan menjadi kunci untuk menjaga akses pasar ke Eropa," ungkapnya.

Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan kerja sama antara pemerintah, industri, dan petani untuk memetakan kebun dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik ramah lingkungan.

"Dukungan bagi petani kecil, perbaikan sistem logistik, serta peningkatan produktivitas dari kebun menjadi agenda penting ke depan agar ekspor karet Sumatera Utara dapat kembali ke tren positif secara berkelanjutan," paparnya. (*)


Label:

Rabu, 28 Mei 2025

Indosat Bagikan Dividen Rp2,7 Triliun, Fokus Jadi Perusahaan AI Terdepan


disrupsi.id - Medan | PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024. Kegiatan itu menegaskan fokus kuat pada pembagian dividen dan penguatan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Dalam rapat tersebut, perusahaan menyampaikan komitmen berkelanjutan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp2,7 triliun, atau setara Rp83,3 per saham, menegaskan stabilitas kinerja keuangan pasca merger dan upaya peningkatan profitabilitas.

Sejak penggabungan pada awal 2022, Indosat konsisten mencatatkan tren pertumbuhan dividen, sekaligus menetapkan target pembagian dividen hingga 70% dari laba bersih pada tahun 2026. 

Kebijakan ini menunjukkan tekad perusahaan untuk memberikan imbal hasil maksimal kepada investor sambil terus berinvestasi dalam transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI TechCo).

Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan pembagian dividen yang konsisten mencerminkan neraca keuangan yang sehat serta kepercayaan para pemegang saham terhadap strategi perusahaan. 

"Transformasi menjadi AI TechCo memperkuat posisi kami dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat Indonesia," ujarnya.

Dalam rangka transformasi digital ini, Indosat melakukan penyesuaian izin usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Langkah ini mendukung perluasan layanan ke pengembangan solusi berbasis AI, Internet of Things (IoT), layanan TIK terintegrasi, serta pengembangan data di sektor strategis seperti kesehatan dan keuangan digital.

Salah satu capaian penting perusahaan adalah menjadi operator pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan teknologi AI-RAN secara komersial, melalui kerja sama strategis dengan Nokia dan NVIDIA pada Mobile World Congress 2025 di Barcelona. 

Teknologi ini mendukung efisiensi jaringan 5G berbasis Cloud RAN sekaligus menekan konsumsi energi, meningkatkan daya saing dan kelestarian lingkungan. Indosat juga aktif mengeksplorasi penerapan AI pada berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, dengan menggelar Indonesia AI Day for Mining Industry untuk mendorong produktivitas dan inovasi.

Selain keputusan pembagian dividen, RUPST 2025 juga menyetujui beberapa agenda penting, antara lain:

1.Pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2024,

2.Penetapan penggunaan laba bersih,

3.Remunerasi Dewan Komisaris dan pemberian wewenang penetapan remunerasi Direksi,

4.Penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2025,

5.Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris,

6.Penambahan kegiatan usaha sesuai regulasi OJK terkait transaksi material,

7.Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait maksud, tujuan, dan kegiatan usaha.

Susunan Dewan Direksi periode 1 Agustus 2025 hingga RUPST 2027 terdiri dari Vikram Sinha sebagai Direktur Utama, didampingi oleh Lee Chi Hung, Muhammad Buldansyah, Irsyad Sahroni, Ahmad Zulfikar, Cheung Kwok Tung, dan Syed Bilal Kazmi. 

Sementara Dewan Komisaris periode hingga RUPST 2026 dipimpin oleh Nezar Patria sebagai Komisaris Utama, dengan jajaran komisaris lain yang memiliki rekam jejak dan kompetensi yang kuat di bidangnya.

Indosat Ooredoo Hutchison terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui inovasi teknologi dan komitmen terhadap nilai pemegang saham, sekaligus mempercepat transformasi digital yang berfokus pada penerapan kecerdasan buatan untuk memberikan solusi terdepan bagi pasar Indonesia. (*)


Label:

Gubernur Sumut Serahkan 692 SK CPNS, Tekankan Peran ASN Sebagai Pelayan Publik


disrupsi.id - Medan | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 692 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, pada Rabu (28/5/2025). 

Bobby menekankan kembali esensi utama dari profesi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni sebagai pelayan masyarakat. Bobby mengingatkan bahwa setiap unsur pemerintahan, mulai dari gubernur hingga staf teknis di lingkungan Pemprov Sumut, memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan publik. 

"Kita semua di pemerintahan adalah pelayan. Orientasi kerja kita bukan pada kekuasaan, tapi pada pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” tegasnya.

Respons Terhadap Kritik: ASN Diminta Tidak Mudah Tersinggung

Dalam era keterbukaan informasi, Bobby juga menyoroti pentingnya ASN untuk bersikap dewasa dalam merespons kritik. Menurutnya, masukan dari masyarakat bukan untuk dijadikan beban, melainkan peluang untuk melakukan introspeksi dan perbaikan kinerja.

“Jangan merasa diserang ketika dikritik. Justru kritik itu harus menjadi cermin untuk memperbaiki layanan publik,” ucapnya.

Sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045, Bobby mendorong para CPNS memahami arah kebijakan nasional maupun program prioritas di tingkat provinsi. Ia optimistis, semangat muda CPNS dapat menjadi modal penting dalam mempercepat pencapaian target pembangunan.

“Pelajari dan pahami program-program prioritas Pemprov Sumut. Saya percaya, semangat kalian masih segar untuk bekerja secara maksimal melayani rakyat Sumut,” ujar Bobby, yang dikenal sebagai pemimpin muda dengan pendekatan kolaboratif.

Hapus Ego Sektoral, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Gubernur juga mengingatkan bahaya ego sektoral yang dapat menghambat efektivitas pemerintahan. Ia mengajak para CPNS untuk tidak hanya fokus pada bidang kerjanya sendiri, tetapi berkolaborasi aktif lintas sektor demi kemajuan bersama.

“Jangan hanya sibuk di bidang masing-masing. Kalau satu sektor gagal, maka kinerja seluruh pemerintah provinsi akan turut dinilai buruk,” paparnya.

Komitmen ASN: Tolak Narkoba dan Judi Online

Dalam acara tersebut, para CPNS juga membacakan pakta integritas yang mencakup komitmen anti-narkoba dan penolakan terhadap praktik judi online. Bobby menegaskan, ASN harus menjadi teladan di masyarakat dalam menjauhi segala bentuk penyimpangan sosial.

“Saya minta kalian bukan hanya menjauhi, tapi juga aktif mengajak masyarakat menjauhi narkoba dan judi online. Ini ancaman nyata bagi generasi muda dan tatanan sosial kita,” tegasnya.

Komposisi CPNS: 76 Tenaga Kesehatan dan 616 Tenaga Teknis

Dari total 692 CPNS yang menerima SK, sebanyak 76 merupakan tenaga kesehatan dan 616 lainnya adalah tenaga teknis yang akan ditempatkan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, serta Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Effendy Pohan. (*)

Label:

OJK Sumut Tangani 592 Pengaduan di 2025


disrupsi.id - Medan | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 592 pengaduan konsumen sepanjang Januari hingga April 2025. Seluruh laporan yang diterima telah ditangani sesuai dengan prosedur regulasi yang berlaku, sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Menurut Kepala Kantor OJK Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, mayoritas pengaduan berasal dari sektor perbankan, mencapai 241 kasus. Sektor fintech peer-to-peer (P2P) lending menempati posisi kedua dengan 151 pengaduan, disusul oleh asuransi (108), perusahaan pembiayaan (86), serta pergadaian, dana pensiun, dan lembaga keuangan khusus (LKK) masing-masing satu kasus.

“Topik yang paling banyak dikeluhkan konsumen meliputi proses klaim, restrukturisasi kredit, akses Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), penagihan yang tidak sesuai, permintaan pemblokiran, hingga kasus penipuan eksternal (fraud),” jelas Khoirul.

OJK memberikan perhatian khusus terhadap jenis pengaduan tersebut dengan mendorong setiap Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di wilayah Sumatera Utara untuk meningkatkan kualitas layanan serta menyusun sistem penanganan keluhan yang lebih responsif dan transparan.

"Langkah ini sejalan dengan komitmen OJK untuk menjaga kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan, sekaligus memastikan bahwa hak-hak konsumen terlindungi dengan maksimal," ujarnya.

Dia menambahkan penyelesaian pengaduan dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk portal resmi OJK, yang mampu menangani baik pengaduan indikasi sengketa maupun pelanggaran etika bisnis.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, OJK juga meluncurkan program Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 yang berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara menyeluruh, terutama di wilayah dengan penetrasi layanan keuangan yang masih terbatas.

Kegiatan dalam BLK meliputi Kick-Off dan puncak bulan literasi keuangan, financial literacy series dan campaign, financial literacy award hingga webinar, podcast, talkshow, kelas edukasi, dan workshop intensif

"Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk industri keuangan, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal, guna memastikan pendekatan edukatif yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan," paparnya.

Melalui penguatan sistem pengaduan dan inisiatif literasi keuangan, OJK Sumut menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem keuangan yang aman, adil, dan terpercaya. 

"Masyarakat diimbau untuk lebih proaktif dalam memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan serta melaporkan setiap indikasi penyimpangan melalui kanal resmi OJK," tegasnya. (*)


Label:

FOMO Bisa Bikin Bangkrut! Ini Cara Cerdas Berinvestasi Saham


disrupsi.id - Medan | Investasi saham mengalami lonjakan popularitas di kalangan anak muda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini didorong oleh kemajuan teknologi, kemudahan akses informasi, serta peran media sosial yang kian dominan sebagai sarana edukasi keuangan. 

Meski membuka peluang besar, tren ini juga menyimpan risiko, terutama ketika investasi dilakukan tanpa pemahaman yang memadai, melainkan karena dorongan Fear of Missing Out (FOMO) atau ikut-ikutan tren tanpa berpikir secara rasional.

Generasi milenial dan Gen Z tumbuh dalam ekosistem digital yang memungkinkan mereka mengakses aplikasi investasi hanya melalui ponsel pintar. Keberadaan platform seperti Bibit, Ajaib, dan Bareksa telah menjadikan investasi saham terasa lebih inklusif dan mudah diakses. 

Kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memungkinkan pembukaan rekening efek secara daring turut mempercepat pertumbuhan investor ritel dari kalangan muda.

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), lebih dari 50% investor baru berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Angka ini mencerminkan perubahan demografi yang signifikan dalam struktur investor Indonesia dan menjadi peluang besar untuk membangun pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan.

Media Sosial: Sumber Informasi atau Sumber Mispersepsi?

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Pintor Nasution mengatakan media sosial berperan besar dalam mendemokratisasi informasi keuangan. 

"Munculnya akun edukasi finansial di TikTok, Instagram, dan YouTube memudahkan generasi muda memahami konsep dasar investasi. Dengan bahasa ringan dan visual menarik, konten-konten ini mampu menjembatani kompleksitas pasar modal," ujarnya.

Namun, tak sedikit pula konten yang menyesatkan. Fenomena seleb-investor atau influencer keuangan yang memberi rekomendasi saham tanpa analisis mendalam semakin marak. Janji keuntungan besar dalam waktu singkat menjadi pemicu keputusan investasi yang impulsif. Banyak pemula terjebak membeli saham karena tren viral, tanpa memahami risiko yang mengintai.

Literasi Keuangan: Pilar Utama Investasi yang Berkelanjutan

Investasi yang hanya berlandaskan FOMO kerap berujung pada keputusan gegabah. Investor pemula sering kali membeli saham yang sedang naik daun tanpa memeriksa fundamental perusahaan atau prospek jangka panjangnya. Ketika harga saham terkoreksi, mereka panik dan menjual dengan kerugian.

"Inilah pentingnya literasi keuangan. Memahami cara kerja pasar modal, siklus investasi, manajemen risiko, hingga diversifikasi portofolio adalah bekal penting agar investor tidak mudah terombang-ambing oleh tren sesaat," jelas Pintor. 

Literasi keuangan bukan sekadar tahu cara membeli saham, tetapi mencakup keseluruhan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang sehat.

Peran Edukasi dan Regulasi dalam Menangkal FOMO

Pemerintah melalui OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meluncurkan berbagai program edukasi, seperti Sekolah Pasar Modal dan pembentukan Galeri Investasi BEI di kampus-kampus. Kampanye #AkuInvestorSaham adalah bagian dari upaya strategis untuk mendorong inklusi keuangan secara luas.

"Tak kalah penting, peran perusahaan sekuritas dan platform fintech juga krusial. Mereka dituntut tidak hanya menarik investor baru, tetapi juga memberikan edukasi yang tepat melalui fitur simulasi investasi, artikel informatif, hingga konsultasi berbasis profil risiko pengguna," ucapnya.

Tips Berinvestasi Saham Secara Bijak bagi Generasi Muda

Untuk menjadi investor yang cerdas dan tahan banting di tengah gejolak pasar, Pintor memberikan beberapa prinsip yang dapat diikuti:

1.Tetapkan tujuan investasi – Apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang? Ini akan menentukan strategi dan instrumen yang digunakan.

2.Mulai dari yang sederhana – Reksa dana saham yang dikelola oleh manajer investasi bisa menjadi langkah awal yang aman sebelum membeli saham individual.

3.Lakukan riset mandiri – Jangan langsung percaya rekomendasi dari media sosial. Pelajari laporan keuangan, prospek bisnis, dan sektor industri yang relevan.

4.Gunakan uang dingin – Investasikan dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat untuk menghindari tekanan saat pasar berfluktuasi.

5.Diversifikasi portofolio – Jangan menaruh seluruh dana di satu saham atau instrumen.

6.Ikuti edukasi resmi – Manfaatkan kelas daring, webinar dari BEI, OJK, atau lembaga keuangan terpercaya.

7.Evaluasi secara berkala – Catat kinerja investasi dan analisis ulang strategi untuk perbaikan ke depan.

Antusiasme generasi muda terhadap dunia investasi merupakan sinyal positif bagi masa depan ekonomi Indonesia. Namun, agar potensi ini benar-benar berbuah manis, dibutuhkan transformasi dari sekadar ikut-ikutan menjadi pemahaman yang utuh dan mendalam.

"Berinvestasi saham bukan tentang kaya mendadak, melainkan membangun aset secara bertahap dan terencana. Dengan meningkatkan literasi keuangan dan membentuk sikap kritis, generasi muda bisa menjadi pionir dalam menciptakan ekosistem pasar modal yang sehat, inklusif, dan berorientasi jangka panjang," terangnya. (*)

Label:

Perkuat Sinergi, FJPI Sumut Audiensi ke BEI Bahas Peran Perempuan di Pasar Modal


disrupsi.id - Medan|Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Sumatra Utara (Sumut) melakukan audiensi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dan menjajaki kolaborasi strategis di bidang literasi keuangan serta penguatan peran perempuan dalam industri pasar modal.

Audiensi yang berlangsung di Gedung BEI Sumut di Jalan Juanda Medan ini dihadiri oleh jajaran pengurus FJPI Sumut diantaranya Ketua Nisa Lubis beserta Wakil Sekretaris Irin Juwita, Bendahara Ledi Hariana Munthe, Ketua Divisi Usaha dan Event Organizer Rezky Heidy Pratiwi serta Anggota Divisi Litbang Swisma Naibaho dan Anggota Divisi Humas Laura Silalahi (27/5/2025). 

Kehadiran FJPI Sumut diterima baik oleh Pimpinan BEI Sumut Muhammad Pintor Nasution yang didampingi Rifda Staf Ahli dan Trainer. Dalam pertemuan tersebut, FJPI menyampaikan komitmennya untuk turut serta dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam sektor keuangan, baik sebagai pelaku media maupun pelaku pasar. Serta berkeinginan untuk berkolaborasi dengan BEI dalam kegiatan CSR langsung ke masyarakat.

Nisa Lubis dalam pengantarnya menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara media khususnya jurnalis perempuan dan lembaga keuangan nasional dalam menyuarakan pentingnya edukasi terhadap informasi keuangan serta membentuk pemahaman publik tentang pasar modal. 

Pihak BEI Sumut menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan keterbukaannya untuk menjalin kerja sama dalam bentuk pelatihan jurnalistik di bidang pasar modal, program literasi keuangan untuk komunitas jurnalis perempuan, serta pelibatan FJPI dalam kampanye edukasi publik yang telah menjadi agenda tetap BEI Sumut.

Pintor menambahkan bahwa BEI telah banyak melakukan kegiatan sosial CSR langsung ke masyarakat seperti pemberian ambulance dalam rangka HUT pasar modal dan pembelian kaki palsu yang disumbangkan, pemberian sumbangan ke Taman Bacaan Alquran di Sentis Percut. "Selain itu BEI juga bekerjasama dengan Kadin memberikan sumbangan stelling sebanyak 20 buah untuk disumbangkan kepada UMKM yang mulai berkembang," katanya.

Pintor menambahkan menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Oleh karena itu BEI Sumut mengucapkan terimakasih atas kedatangan tim FJPI Sumut atas keinginannya untuk terlibat di kegiatan BEI terjun langsung ke masyarakat. 

BEI menyatakan akan mendukung kegiatan FJPI dan bersedia memfasilitasi, baik itu kegiatan sosial maupun berupa pelatihan atau workshop yang melibatkan jurnalis perempuan maupun masyarakat umum. 

“Kami percaya kolaborasi dengan organisasi pers seperti FJPI ini akan memperkuat ekosistem informasi pasar modal yang lebih merata dan inklusif, serta mendukung misi BEI dalam meningkatkan jumlah investor ritel, khususnya dari kalangan perempuan,” ungkapnya.

Ke depan, FJPI Sumut dan BEI Sumut berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dalam berbagai program strategis demi mewujudkan industri pasar modal yang lebih adil, transparan, edukasi keuangan dan ramah gender.

Selasa, 27 Mei 2025

PLN Siap Realisasikan RUPTL 2025-2034: Dorong Investasi Hijau, Serap Tenaga Kerja


disrupsi.id - Medan | PT PLN (Persero) siap mengimplementasikan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menekankan bahwa RUPTL terbaru ini merupakan panduan utama dalam mencapai misi besar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mewujudkan kedaulatan energi berbasis potensi domestik, sejalan dengan agenda transisi energi hijau nasional.

“RUPTL adalah alat strategis dalam memastikan ketersediaan listrik yang andal dan mendukung program energi berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah,” ujar Bahlil.

RUPTL 2025-2034 membuka peluang investasi hingga Rp2.967,4 triliun, yang tersebar pada berbagai sektor infrastruktur ketenagalistrikan yakni pembangkit listrik sebesar Rp2.133,7 triliun, penyaluran (transmisi) mencapai Rp565,3 triliun dan distribusi, listrik desa, dan sektor lainnya sebesar Rp268,4 triliun

Investasi besar ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sekaligus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu dampak langsung dari proyek RUPTL adalah penciptaan sekitar 1,7 juta lapangan kerja baru. Jumlah ini mencakup 836 ribu tenaga kerja di sektor pembangkitan dan 881 ribu di sektor transmisi dan gardu induk

Menariknya, sekitar 91% dari pekerjaan tersebut termasuk dalam kategori green jobs, yang tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga mendukung transisi ke ekonomi rendah karbon.

“Ini bukan hanya soal penyediaan listrik, tapi juga tentang membuka peluang ekonomi hijau dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Bahlil.

Dalam upaya meningkatkan pemerataan akses listrik, RUPTL juga mencakup program Listrik Desa (Lisdes) yang menargetkan penyambungan listrik ke 780 ribu rumah tangga di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Program ini diharapkan mendorong tumbuhnya usaha mikro dan memperkuat fondasi ekonomi lokal di pelosok Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan PLN dalam melaksanakan RUPTL 2025–2034 secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa rencana ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendukung komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris dan tujuan Net Zero Emissions (NZE).

“PLN berkomitmen menjadi garda terdepan dalam transisi energi bersih, menciptakan lapangan kerja hijau, dan membantu mengurangi kemiskinan melalui pembangunan ketenagalistrikan yang inklusif,” kata Darmawan. (*)


Label:

Wagub Sumut Ajak Mahasiswa BEMNUS Berkolaborasi Wujudkan Indonesia Maju


disrupsi.id - Medan | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyambut antusias pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) tahun 2025. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah produktif yang melahirkan ide-ide inovatif, solusi konkret, dan rencana aksi nyata demi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Wakil Gubernur Sumut, Surya dalam sambutannya saat membuka Rakernas di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Medan, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga semangat kebangsaan di tengah keberagaman.

“Rakernas ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang konsolidasi semangat nusantara. Di tengah perbedaan, mahasiswa harus menjadi penjaga nilai-nilai persatuan dan keberagaman,” ujar Surya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa visi pembangunan daerah, yakni “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumut yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan”, hanya bisa terwujud melalui sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan mahasiswa menjadi kunci utama kemajuan daerah.

“Saya mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengkritik dari luar, tapi turut hadir memberikan kontribusi nyata. Ajak masyarakat bergerak, bantu daerah dengan ide-ide kalian yang visioner,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator BEMNUS Sumut, Yogi Mahendra, menyampaikan komitmen BEMNUS untuk berperan aktif dalam mendukung program strategis pemerintah daerah. Salah satu fokusnya adalah hilirisasi produk pertanian lokal seperti jeruk, yang saat ini menjadi prioritas Pemprov Sumut.

“Kami ingin mahasiswa diberi ruang untuk terlibat langsung dalam program hilirisasi jeruk ini. Ini adalah bagian dari peran strategis kami sebagai agen perubahan,” kata Yogi.

Ia juga menegaskan harapan agar Rakernas ini menjadi momentum lahirnya pemikiran baru yang mendorong transformasi positif di Indonesia. Apresiasi pun diberikan kepada Wakil Gubernur Sumut yang terus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan BEMNUS.

Rakernas XIV BEMNUS 2025 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan refleksi semangat generasi muda dalam menjawab tantangan bangsa. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang hadir diharapkan mampu merumuskan rekomendasi strategis yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan pemberdayaan, BEMNUS berupaya memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan. Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi Sumatera Utara sebagai salah satu pusat pergerakan mahasiswa nasional yang proaktif dan solutif. (*)

Label:

Bobby Nasution Tetapkan 9 Indikator Pembangunan, Deliserdang Siapkan Strategi Realisasi


disrupsi.id - Medan | Pemerintah Kabupaten Deliserdang diminta untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029. 

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menekankan pentingnya menjadikan sembilan indikator makro pembangunan sebagai rujukan utama dalam perencanaan pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Pesan tersebut disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Effendy Pohan, yang mewakili Gubernur saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten Deliserdang di Aula Cendana, Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Selasa (27/8).

Adapun sembilan sasaran utama yang dimaksud meliputi pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kontribusi PDRB terhadap PDRB provinsi, penurunan angka kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran terbuka, peningkatan Indeks Modal Manusia (IMD), peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup, pengurangan emisi gas rumah kaca hingga pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Harapannya, Deliserdang bisa menyusun RPJMD yang sinkron dengan target provinsi. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata dan berkelanjutan,” ujar Effendy.

Ia juga menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar formalitas, tetapi harus menghasilkan panduan konkret untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang. Oleh karena itu, RPJMD perlu berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat serta provinsi.

Sementara itu, Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, menyampaikan komitmennya untuk menyusun dokumen RPJMD yang tidak hanya efisien secara anggaran, tetapi juga efektif dalam memberi dampak nyata kepada masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD yang dikeluarkan benar-benar memberi manfaat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mampu menciptakan inovasi dan terobosan dalam pengelolaan anggaran,” tegas Asri.

Musrenbang tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Sumut Wagirin Arman, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Deliserdang, camat se-Kabupaten Deliserdang, serta perwakilan dari OPD terkait. (*)

Label:

Layanan Kereta Bersubsidi di Sumut Diproyeksikan Tembus 1,95 Juta Penumpang


disrupsi.id - Medan | PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menargetkan layanan PSO (Public Service Obligation) pada 2025 akan menjangkau hingga 1,95 juta penumpang.

Peningkatan ini mencerminkan upaya konkret negara dalam mewujudkan transportasi yang inklusif, terjangkau, dan ramah lingkungan. 

"PSO bukan sekadar subsidi tarif, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan keadilan akses mobilitas bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar M. As’ad Habibuddin, Manager Humas KAI Divisi Regional I Sumatera Utara.

Hingga kini, layanan PSO di Divisi Regional I Sumut mencakup tiga rute utama yakni KA Putri Deli (Medan – Tanjung Balai PP), KA Siantar Ekspres (Medan – Siantar PP), KA Datuk Belambangan (Tebing Tinggi – Lalang PP)

Ketiga layanan ini terus mengalami peningkatan jumlah penumpang selama lima tahun terakhir, dengan total kumulatif 2021–2025 diperkirakan mencapai 6,39 juta orang. 

Rinciannya sebagai berikut pada tahun 2021 sebanyak 388.755 penumpang, tahun 2022 sebanyak 795.578 penumpang, tahun 2023 sebanyak 1.483.173 penumpang, tahun 2024 mencapai 1.776.367 penumpang dan tahun 2025 diproyeksikan sebanyak 1.950.103 penumpang.

DJKA memperkirakan pada tahun 2025, layanan PSO di wilayah ini akan terbagi menjadi dua kategori Kereta Jarak Sedang (KA Putri Deli) sebanyak 1.337.782 penumpang dan Kereta Jarak Dekat (KA Siantar Ekspres & KA Datuk Belambangan) sebanyak 612.321 penumpang. Dengan demikian totalnya mencapai 1.950.103 penumpang.

Pertumbuhan yang signifikan ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI dan DJKA, yang tak hanya mengalokasikan anggaran secara berkelanjutan, tetapi juga memastikan kualitas layanan dan kepatuhan terhadap standar operasional.

As’ad menekankan bahwa program PSO harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam sistem transportasi publik. Kereta api dinilai sebagai moda transportasi yang efisien, aman, dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

"KAI terus berupaya memperkuat sinergi lintas sektor agar kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan, tapi sebagai bagian dari solusi mobilitas yang berkelanjutan," tegas As’ad. (*)

Label:

Ketua DPD KNPI Deli Serdang Soroti Pernyataan Wakil Bupati: Memecah Belah Masyarakat


disrupsi.id - Deli Serdang|
Ketua DPD KNPI Kabupaten Deli Serdang, Muhammad Zaid Fahry, menyatakan keprihatinannya terhadap pernyataan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, yang menyebut Kabupaten Deli Serdang sebagai milik salah satu organisasi masyarakat (ormas) saat menghadapi aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati pada Senin, 26/6.

Menurut Fahry, ucapan tersebut tidak sepantasnya keluar dari seorang pejabat publik sekelas wakil bupati. Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mengancam nilai-nilai persatuan dalam masyarakat yang majemuk.

“Seorang pejabat daerah seharusnya mampu meredam ketegangan, bukan justru membuat pernyataan yang bisa memicu perpecahan,” ujar Fahry dalam keterangannya.

DPD KNPI Deli Serdang, kata Fahry, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan mengedepankan toleransi. Ia juga mengimbau para pemimpin daerah agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik, terlebih saat menghadapi isu sosial yang sensitif.

KNPI menegaskan pentingnya sikap bijak dan netral dari pejabat publik demi menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Deli Serdang.

Sebelumnya, massa Al Jam’iyatul Washliyah mengepung Kantor Bupati Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, pada hari Senin 26 Mei 2025/28 Zulkaedah 1446 H. Kedatangan massa ini terkait aksi damai menuntut penyelesaian lahan yang ditempati oleh SMPN 2 Galang, Deli Serdang.

Massa yang berasal dari berbagai daerah di Sumatra Utara, antara lain Kota Medan, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu dan sebagainya. Demikian juga massa perwakilan 7 organisasi bagian, seperti Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA), Muslimat, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA), Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Angkatan Puteri Al Washliyah (APA), Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH).

Aksi ini sebagai akumulasi kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang dianggap tidak menghormati hak milik Al Washliyah atas tanah wakaf tersebut.

Setelah mendengar ucapan Wakil Bupati Deli Serdang tersebut, massa mendesak pejabat tersebut minta maaf secara terbuka, karena pernyataan itu telah menyinggung kader Al Washliyah dan dapat merusak hubungan antar Ormas Islam di daerah tersebut. Massa juga mengancam akan melakukan aksi demo dengan jumlah massa lebih besar lagi.

Label: , ,

PB Al Washliyah Sebut Pernyataan Blunder Wabup Deli Serdang Rugikan Pemerintahan Prabowo

disrupsi.id – Medan | Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Prof. Dr. H. Deding Ishak, SH, MM menyayangkan pernyataan Wakil Bupati Deli Serdang, Lomlom Suwondo yang dinilai dapat membenturkan Ormas Islam Al Washliyah dengan Nahdlatul Ulama (NU) di Sumatra Utara.

Hal ini menurutnya akan merugikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Deding menegaskan itu saat menanggapi laporan dan video yang beredar di media sosial, terkait pernyataan Wakil Bupati Deli Serdang di tengah-tengah aksi damai massa Al Washliyah ke Kantor Bupati Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Senin 26 Mei 2025.

Pernyataan pejabat daerah ini langsung mendapat reaksi keras dari massa aksi, karena dianggap membenturkan dua Ormas Islam di daerah setempat.

Seharusnya, menurut Deding, pernyataan pejabat publik bukan seperti itu. Apalagi diketahui hubungan antara Al Washliyah yang lahir pada 30 November 1930 di Kota Medan, Sumatra Utara dengan Ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, selama ini berlangsung baik dan harmonis. Demikian juga hubungan pimpinan Al Washliyah pada tingkat pengurus besar sungguh baik dan saling menghormati.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menjalin hubungan baik dan saling dukung dengan Ormas Islam. “Pernyataan pejabat publik seperti itu tidak bagus,” tegas Prof Deding di Jakarta, dikutip dalam laman resmi Al Washliyah. 

Wakil Bupati Deli Serdang, Lomlom Suwondo mengatakan bahwa Kabupaten Deli Serdang adalah kabupaten nahdiyin. “Ini adalah kabupaten nahdiyin. Saudara-saudara silakan baca bahwa ini adalah kabupaten nahdiyin. Kalau saudara seperti ini bahwa saudara bukan kader Al Washliyah, saudara provokasi. Silakan,” tegasnya lantang.

Video ini beredar luas dan mendapat respon dari kalangan kader, pengurus dan simpatisan Al Washliyah di Indonesia. Mereka menyesalkan pernyataan pejabat tersebut. Pernyataan itu bukan menyelesaikan masalah, tapi mengeruhkan suasana di Kabupaten Deli Serdang.

Sebelumnya, massa Al Jam’iyatul Washliyah mengepung Kantor Bupati Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, pada hari Senin 26 Mei 2025/28 Zulkaedah 1446 H. Kedatangan massa ini terkait aksi damai menuntut penyelesaian lahan yang ditempati oleh SMPN 2 Galang, Deli Serdang.

Massa yang berasal dari berbagai daerah di Sumatra Utara, antara lain Kota Medan, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu dan sebagainya. Demikian juga massa perwakilan 7 organisasi bagian, seperti Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA), Muslimat, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA), Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Angkatan Puteri Al Washliyah (APA), Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH).

Aksi ini sebagai akumulasi kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang dianggap tidak menghormati hak milik Al Washliyah atas tanah wakaf tersebut.

Setelah mendengar ucapan Wakil Bupati Deli Serdang tersebut, massa mendesak pejabat tersebut minta maaf secara terbuka, karena pernyataan itu telah menyinggung kader Al Washliyah dan dapat merusak hubungan antar Ormas Islam di daerah tersebut. Massa juga mengancam akan melakukan aksi demo dengan jumlah massa lebih besar lagi.

Label: , ,

Senin, 26 Mei 2025

Wabup Lomlom Soewondo Sebut Deli Serdang Kabupaten Nahdliyin, Demo Al-Washliyah Memanas

disrupsi.id - Deli Serdang | Ribuan kader Al-Washliyah menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Deli Serdang, memprotes bangunan Pemkab yang berdiri di atas lahan milik organisasi tersebut, Senin, 25/5.

Ketegangan meningkat saat Wakil Bupati Lom Lom Suwondo menyebut Deli Serdang sebagai "Kabupaten Nahdliyin", yang memicu kemarahan massa.

Dalam video yang beredar, Lom Lom mengatakan, "Ini adalah Kabupaten Nahdliyin, saudara-saudara, kalau saudara adalah Al-Washliyah, silakan baca ini Kabupaten Nahdliyin." Pernyataan ini dianggap menyinggung eksistensi Al-Washliyah.

Massa menolak kehadiran Lom Lom dan menuntut permintaan maaf terbuka. Ketua Ikatan Sarjana Al-Washliyah Sumut, Abdul Thaib Siahaan, menilai pernyataan Wakil Bupati memprovokasi massa, yang awalnya melakukan aksi damai. Ia menyebut ASN juga turut memancing emosi demonstran.

Lom Lom menjelaskan bahwa pernyataannya muncul karena demonstrasi berlangsung tidak tertib dan brutal. Ia menegaskan tidak bermaksud membandingkan NU dengan Al-Washliyah, melainkan menekankan pentingnya adab dalam menyampaikan aspirasi.

Pemkab Deli Serdang menyatakan masih membuka ruang diskusi dengan Al-Washliyah untuk menyelesaikan polemik lahan tersebut.

Label: , , ,

Pemprov Sumut Minta Kabupaten/Kota Segera Akomodir Surat Edaran Kemendagri Terkait Lahan SPPG

Pemprov Sumut Minta Kabupaten/Kota Segera Akomodir Surat Edaran Kemendagri Terkait Lahan SPPG


disrupsi.id - Medan | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota segera menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dukungan daerah dalam penyediaan lahan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Effendy Pohan mengatakan langkah ini dilakukan dalam rangka menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional.

“Dalam rapat ini kita sepakat untuk segera mengakomodasi permintaan Mendagri, dan menargetkan penyelesaian administrasi paling lambat pekan ini,” kata Effendy dalam rapat virtual bersama para Sekda kabupaten/kota se-Sumut, Senin (26/5/2025). 

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap isi Surat Edaran tersebut, khususnya mengenai persyaratan lahan dan mekanisme peminjaman kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami minta seluruh kabupaten/kota benar-benar memahami surat edaran tersebut dan segera menyiapkan lahan serta dokumen pendukungnya agar sesuai dengan syarat yang ditetapkan,” ujar Effendy.

Staf Ahli Kepala BGN, Bobby Kusuma, turut hadir dalam rapat dan mengapresiasi respon dari pemerintah daerah di Sumut yang telah melakukan koordinasi. Ia menegaskan pentingnya kesiapan lahan agar proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dapat dilakukan secepatnya.

“Saya ucapkan terima kasih atas koordinasi yang telah dilakukan, dan saya harap lahan dapat segera disiapkan sesuai instruksi Mendagri, sehingga dalam satu minggu ini MoU sudah bisa dilaksanakan,” ucap Bobby.

Sebagaimana diketahui, dalam surat edaran tersebut, Mendagri meminta para gubernur, bupati, dan wali kota untuk meminjamkan tanah milik pemerintah daerah kepada BGN. Setiap kepala daerah diminta mengusulkan tiga titik lokasi lahan yang akan dimanfaatkan sebagai SPPG, khususnya untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (*)

Label:

Polisi Ungkap Penimbunan 1,8 Ton BBM Bersubsidi di Deli Serdang, Dua Orang Ditangkap

disrupsi.id - Medan | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rudi Rifani mengatakan dua orang yang ditangkap berinisial AM (46), warga Kutalimbaru, dan HSG (37), warga Sei Glugur, Pancur Batu.

"Dua orang tersangka berhasil diamankan bersama barang bukti lebih dari 1,8 ton BBM jenis Pertalite dan Solar," kata Kombes Pol Rudi, Senin (26/5/2025).

Dia menyebutkan pengungkapan penindakan ini berawal dari tertangkap tangannya seorang AM saat mengangkut BBM jenis Pertalite tanpa dokumen resmi menggunakan mobil pick-up di Jalan Glugur Rimbun, Desa Tuntungan I, Pancur Batu, Deli Serdang.

"Dari kendaraan pelaku ditemukan 10 jerigen berisi sekitar 350 liter BBM,” ujar Kombes Pol Rudi Rifani.

Dari hasil pemeriksaan terhadap AM, petugas kemudian bergerak ke lokasi asal BBM tersebut dan menangkap HSG. Di rumah HSG, ditemukan 39 jerigen berisi Pertalite dan 4 jerigen berisi Solar, yang seluruhnya merupakan BBM bersubsidi dan diduga diperoleh dari Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) setempat.

“Total barang bukti yang kami amankan dari kedua pelaku mencapai lebih dari 1.850 liter BBM. Ini jelas perbuatan melawan hukum karena pelaku tidak memiliki izin niaga dan pengangkutan, serta menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil,” tegas Kombes Rudi Rifani.

Selain BBM, polisi juga menyita satu unit mobil pick-up Daihatsu Grandmax yang digunakan dalam pengangkutan ilegal, serta sejumlah dokumen kendaraan. Kedua tersangka saat ini telah ditahan di RTP Dittahti Polda Sumut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diubah melalui UU RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar," bebernya. (*)


Label:

Polisi Ringkus Tersangka Ketiga Pembacok Jaksa di Deli Serdang

disrupsi.id - Medan | Tim Tebas Subdit III Jatanras Polda Sumut bersama Polres Serdang Bedagai (Sergai) kembali meringkus seorang pria diduga melakukan pembacokan jaksa Jhon Wesli Sinaga (53) dan stafnya Acensio Asilvanov Hutabarat (25) di Kabupaten Deli Serdang pada Senin (26/5/2025).

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan tersangka yang ditangkap bernama Mardiansyah alias Bendil. Dia ditangkap dari kediamannya, di kawasan Galang, Deli Serdang.

"Sudah ditangkap (pelakunya). Jadi hingga saat ini tiga orang yang diamankan," ungkapnya, Senin (26/5/2025).

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Brigjen Pol Sumaryono menambahkan sebelumnya polisi telah menangkap dua tersangka lainnya.

Keduanya yakni Alpa Patria Lubis alias Kepot yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Koti Pemuda Pancasila (PP) Deli Serdang dan SD alias Gallo.

"Tersangka Alpa Patria Lubis alias Kepot berperan sebagai otak pelaku. Sedangkan Surya Darma alias Gallo eksekutor (pembacokan). Keduanya anggota ormas," terangnya.

Dia menambahkan, penangkapan kedua tersangka langsung dipimpin Kasubdit III Jatanras Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba.

"Tersangka Kepot ditangkap di Jalan Pancing/William Iskandar Medan, Sabtu (24/5/2025) pukul 23.00 WIB. Sementara Gallo di Binjai, Minggu (25/5/2025) pukul 04.30 WIB," jelasnya.

Dia menyebutkan tersangka bukanlah pemain baru dalam tindak kejahatan. Keduanya pernah dihukum dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

"Kedua tersangka merupakan residivis kasus curas atas perampokan," ungkapnya.

Diketahui, seorang Jaksa dan pegawai Kejaksaan Negeri Deli Serdang dibacok Orang Tak Dikenal (OTK) di perkebunan sawit, Desa Perbahingan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Sergai, Sabtu (24/5/2025) sekira pukul 13.30 WIB.

Kedua korban, Jhon Wesli Sinaga (53) dan Acensio Asilvanov Hutabarat (25) mengalami luka bacok serius pada tangan dan lengannya.

Saat itu korban Jhon Wesli sedang memanen sawit di ladangnya. Tiba-tiba dua orang menaiki sepeda motor langsung menyerang kedua korban menggunakan parang. Ada dugaan pembacokan ini berkaitan dengan perkara yang ditangani oleh Jhon Wesli sebagai jaksa penuntut umum (JPU). (*)


Label: