Selasa, 31 Desember 2024

Dinas PUPR Sumut Kembalikan Kelebihan Bayar Rp1,3 M Pemeliharaan Jalan dan Jembatan ke Kas Daerah


disrupsi.id - Medan | Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah berhasil mengembalikan dana kelebihan bayar sebesar Rp1.388.574.415,18 ke kas daerah.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumut terkait pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023.

Pengembalian kelebihan pembayaran tersebut berkaitan dengan tiga proyek pemeliharaan jalan dan jembatan yang dikerjakan oleh perusahaan kontraktor PT. JO, PT. SPA, dan PT. AR.

Kepala Dinas PUPR Pemprov Sumut, Mulyono, mengungkapkan bahwa proses pengembalian dana telah diselesaikan sepenuhnya pada Juli 2024.

“Pengembalian kelebihan bayar ini sesuai dengan instruksi BPK RI, dan seluruhnya telah selesai pada bulan Juli,” jelas Mulyono saat diwawancarai di kantornya di Jalan Sakti Lubis Nomor 7R, Medan, Selasa (31/12/2024).

Temuan BPK RI menunjukkan adanya kekurangan volume dan mutu pada tiga paket pekerjaan yang menyebabkan kelebihan pembayaran sebesar Rp1.388.574.415,18. Berikut rincian pengembalian yang dilakukan oleh tiga kontraktor tersebut:

1. PT. SPA: Rp563.747.566,81 (disetorkan ke kas daerah pada 13 Juni 2024)
2. PT. JO: Rp553.400.111,48 (disetorkan pada 26 Juni 2024)
3. PT. AR: Rp271.426.736,89 (disetorkan pada 17 Juli 2024)

BPK RI sebelumnya melaporkan total kelebihan pembayaran sebesar Rp1.500.472.031 untuk pemeliharaan jalan dan jembatan pada tahun 2023. Sebagian dari jumlah tersebut, senilai Rp111.897.616,47, telah lebih dulu dikembalikan pada awal tahun. Sisanya diselesaikan dalam periode Juni hingga Juli 2024.

Mulyono menegaskan bahwa Dinas PUPR Pemprov Sumut berkomitmen menjalankan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel sesuai arahan BPK RI.

“Kami mematuhi setiap instruksi yang diberikan BPK RI. Total dana yang telah dikembalikan ke kas daerah mencapai Rp1.500.472.031,” tegasnya. (*) 

Label:

Dinkes Sumut Bagikan Tips Menjaga Kesehatan Selama Perjalanan Mudik Nataru 2024


disrupsi.id - Medan | Mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen yang dinantikan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, perjalanan jauh sering kali menguras energi dan berisiko terhadap kesehatan.

Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara memberikan panduan praktis untuk menjaga stamina selama perjalanan mudik, sehingga pengalaman pulang kampung tetap menyenangkan dan aman.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sumut, dr. Nelly Fitriani, M.Kes, menekankan pentingnya kualitas tidur sebelum memulai perjalanan.

“Pastikan pemudik mendapatkan waktu istirahat yang cukup, terutama tidur malam yang optimal. Kondisi tubuh yang segar akan mendukung perjalanan panjang dengan stamina yang baik,” ujarnya.

Menghindari dehidrasi selama perjalanan juga menjadi perhatian utama. dr. Nelly menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih.

“Selain menghilangkan rasa haus, asupan cairan yang cukup membantu tubuh tetap bugar dan organ berfungsi dengan normal. Hindari minuman berkafein atau bersoda yang justru dapat mempercepat dehidrasi,” tambahnya.

Bagi pemudik yang menempuh perjalanan panjang, beristirahat secara berkala adalah kunci menjaga kesehatan. Jika merasa lelah, jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi. Manfaatkan rest area untuk beristirahat atau bergantian dengan pengemudi lain.

Tak hanya itu, peregangan tubuh setelah beberapa jam perjalanan juga perlu dilakukan. “Peregangan ringan di bus atau rest area membantu melancarkan peredaran darah dan mencegah kram otot,” jelasnya.

Perjalanan panjang sering kali membuat tergoda untuk membeli makanan di jalan. Namun, dr. Nelly mengingatkan agar pemudik berhati-hati dalam memilih makanan.

"Hindari makanan yang tidak terjamin kebersihannya. Sebaiknya, siapkan bekal sehat dari rumah untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan,” sarannya.

Tak kalah penting, pastikan membawa obat-obatan pribadi dan vitamin selama perjalanan. Ini penting untuk mengantisipasi kondisi darurat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Setelah sampai di tujuan, dr. Nelly menyarankan untuk mandi dengan air hangat guna meredakan rasa pegal. Aktivitas ini juga membantu tubuh rileks setelah menempuh perjalanan jauh.

Bagi pemudik yang merasa kurang sehat selama perjalanan, Hamid Rijal mengingatkan agar tidak ragu memanfaatkan layanan posko kesehatan yang tersedia. “Posko kesehatan siap membantu masyarakat yang membutuhkan perawatan atau konsultasi selama perjalanan,” tutupnya.

Dengan menerapkan tips ini, perjalanan mudik Anda diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan bebas dari gangguan kesehatan. Selamat menikmati waktu berkualitas bersama keluarga di kampung halaman! (*) 

Label:

Tak Kunjung Dibayar, Rekanan dan Kontraktor Layangkan Somasi ke Pemko Tanjungbalai

Tak Kunjung Dibayar, Rekanan dan Kontraktor Layangkan Somasi ke Pemko Tanjungbalai

Disrupsi.id, Tanjungbalai - Sejumlah kontraktor dan rekanan di Kota Tanjungbalai merasa resah setelah proyek yang telah mereka selesaikan belum dibayar oleh Pemerintah Kota Tanjungbalai. Hingga kini, alasan keterlambatan tersebut belum dijelaskan secara resmi, menciptakan ketidakpastian bagi para kontraktor.

Andi, seorang kontraktor yang terdampak, mengungkapkan bahwa situasi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. "Sepanjang yang aku jalani, baru ini kejadian PEMKO TANJUNGBALAI ini tidak membayarkan pekerjaan kontraktor bang," ujar Andi.

Menanggapi situasi ini, sejumlah rekanan dan kontraktor, melalui kuasa hukumnya Ridho Damanik, SH, melayangkan somasi kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai. Somasi tersebut ditujukan kepada Walikota Tanjungbalai, Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tanjungbalai.

Ridho Damanik menjelaskan bahwa kliennya menuntut pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka rampungkan dan dibuktikan dengan dokumen serah terima resmi. "Ya benar bang, Klien kami menuntut hak pembayaran terhadap pekerjaan yang sudah dikerjakan mereka, ditandai dengan pendatanganan berkas serah terima pekerjaan," ungkap Ridho.

Ridho juga menyoroti ketidakjelasan informasi dari pihak Pemko Tanjungbalai terkait penyebab keterlambatan pembayaran. "Sampai saat ini, klien kami belum mendapat penjelasan resmi dari Pemko Tanjungbalai," jelasnya.

Lebih lanjut, Ridho menyatakan bahwa pihaknya akan memperjuangkan kompensasi yang harus diberikan oleh Pemko Tanjungbalai sesuai dengan klausul kontrak kerja. Dalam kontrak tersebut tercantum bahwa rekanan atau kontraktor berhak menerima kompensasi yang diakibatkan keterlambatan bayar.

Label: ,

Polda Sumut Kerahkan 6.677 Personel Pengamanan Malam Tahun Baru


disrupsi.id - Medan | Dalam rangka menyambut malam pergantian tahun 2024, Polda Sumut telah mengimplementasikan langkah strategis untuk memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, termasuk perayaan malam tahun baru serta ibadah umat Kristiani.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi mengatakan sebanyak 6.677 personel disiapkan untuk pengamanan. Personel ini akan diterjunkan di berbagai titik di seluruh wilayah Sumut dengan pendekatan keamanan yang humanis dan proaktif.

Sebanyak 2.356 personel akan bertugas menjaga 57 lokasi strategis yang tersebar di bawah koordinasi 29 Polres. Tempat-tempat ini diperkirakan akan menarik kehadiran hingga 40.100 pengunjung, sehingga langkah antisipatif dilakukan untuk mengelola potensi kerawanan dan menjaga ketertiban selama perayaan malam pergantian tahun.

“Polda Sumut berkomitmen untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan malam tahun baru. Kami memastikan semua kegiatan berjalan tertib dan lancar,” jelas Kombes Hadi Wahyudi.

Selain perayaan, Polda Sumut memprioritaskan pengamanan ibadah malam tahun baru. Sebanyak 4.321 personel akan dikerahkan untuk menjaga keamanan di 2.474 gereja yang tersebar di seluruh Sumatera Utara. Kapasitas personel ini disesuaikan dengan estimasi jemaat yang mencapai 265.835 orang.

Kombes Hadi menekankan bahwa pendekatan pengamanan tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga mengutamakan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah mereka. 

“Kami memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat dan aman, sehingga jemaat dapat beribadah tanpa rasa khawatir,” tambahnya.

Dia menegaskan pentingnya kerja sama antara aparat keamanan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas selama malam pergantian tahun.

“Pengamanan ini bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Pendekatan humanis menjadi prioritas kami untuk menciptakan suasana damai,” ujarnya.

Polda Sumut mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban. Kerja sama yang baik antara aparat dan warga menjadi kunci keberhasilan pengamanan malam tahun baru.

“Semoga seluruh kegiatan malam tahun baru, baik perayaan maupun ibadah, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita, sehingga kita semua dapat menyambut tahun 2025 dengan optimisme,” pungkasnya. (*) 

Label:

Polisi Ungkap Perampokan Truk Tangki di Labusel, 5 Orang Ditangkap


disrupsi.id - Labusel | Satuan Reskrim Polres Labusel (Labuhanbatu Selatan) mengungkap kasus perampokan truk tangki bermuatan minyak Asam Tinggi. Dalam pengungkapan ini, lima tersangka berhasil diamankan, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Labusel, AKBP Arfin Fachreza, mengungkapkan bahwa kejadian ini bermula pada Sabtu malam, 9 November 2024, saat korban Muhammad Nurdin Sirait (41), pengemudi truk tangki, memulai perjalanan dari PT Paluta Inti Sawit di Kabupaten Simalungun menuju Dumai dengan muatan minyak Asam Tinggi seberat 28 ton lebih.

Pada Minggu, 10 November 2024, korban berhenti di sebuah warung makan di Desa Adam Jawa, Kecamatan Torgamba, untuk beristirahat dan memperbaiki truknya. Namun, saat bersiap melanjutkan perjalanan, korban disergap dua pelaku yang menggunakan senjata dan memaksa korban masuk ke dalam mobil Daihatsu Sigra.

Korban diikat dengan lakban pada mulut, mata, dan tangan sebelum dibuang di Pulau Raja, Asahan. Korban ditemukan dalam kondisi terikat oleh warga dan segera melapor ke Polsek Pulau Raja. Dari laporan tersebut, polisi memulai penyelidikan intensif yang melibatkan pemeriksaan saksi dan analisis rekaman CCTV.

Lima tersangka berhasil diamankan di lokasi terpisah yakni Afdillah Gun Syahputra (31), Subandi alias Bandit (35), Erfan Syahputra (36), Rahmad Hidayat alias Dayat (29) dan Mahadip alias Vijay (42). Sedangkan dia tersangka lainnya, Khairul Ilham alias Iil (33) dan Riko (35), masih buron. Subandi alias Bandit diketahui merupakan residivis dengan rekam jejak kriminal sejak 2014.

Para tersangka menggunakan mobil rental Daihatsu Sigra hitam untuk melancarkan aksinya. Setelah berhasil merampok, minyak Asam Tinggi hasil curian dijual dengan harga Rp167 juta, yang kemudian dibagi untuk membayar mobil rental dan membeli alat sedot minyak.

Korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp320 juta. Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 1 unit truk tangki BK 8112 BH, 1 mobil Daihatsu Sigra hitam, 1 senjata softgun, Mesin penyedot minyak, selang, lakban, pakaian, handphone, dan rekaman CCTV

Para tersangka dijerat dengan Pasal 365 Ayat (2) Ke-2 Subs Pasal 365 Ayat (1) KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan (curas), dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kasat Reskrim AKP Endang Roganti Ginting menyatakan bahwa pihak kepolisian terus memburu kedua pelaku yang masih buron. Kapolres Labusel, AKBP Arfin Fachreza, menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan wilayah dan menghimbau masyarakat agar melaporkan segera jika memiliki informasi terkait keberadaan DPO. (*) 

Label:

Oknum Polisi di Dairi Ditangkap Nyabu Bareng Teman


disrupsi.id - Dairi | Satres Narkoba Polres Dairi berhasil menangkap seorang oknum anggota polisi berpangkat Briptu bersama rekannya saat mengonsumsi narkotika jenis sabu di sebuah rumah di Desa Berampu, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi.

Kasat Narkoba Polres Dairi, AKP Amrizal Hasibuan, mengungkapkan bahwa anggota Polri tersebut berinisial Briptu AKS (30), warga Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat. Sementara itu, rekannya yang turut diamankan adalah JB (39), yang juga berasal dari Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat.

Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas tersangka yang sering mengonsumsi sabu. Berdasarkan informasi tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan hingga memastikan lokasi kejadian.

"Tim langsung menuju lokasi dan mendapati tersangka JS berada di ruang tengah, sementara Briptu AKS ditemukan di dalam kamar," jelas AKP Amrizal pada Selasa (31/12/2024).

Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk narkotika jenis sabu seberat 0,60 gram yang disimpan di dalam dompet milik Briptu AKS. Selain itu, petugas juga menyita alat isap sabu berupa kaca pirex dengan sisa sabu, serta mancis yang telah dimodifikasi.

Kapolres Dairi, AKBP Agus Bahari, menegaskan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkotika, tanpa memandang status atau jabatan pelaku.

"Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat, termasuk anggota kami sendiri, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar AKBP Agus.

(*)


Label:

Senin, 30 Desember 2024

Dirreskrimsus Hingga Sejumlah Kapolres di Sumut Dimutasi, Berikut Daftarnya!


disrupsi.id - Medan | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar-besaran di tubuh Polri, termasuk di wilayah Sumatera Utara. Sejumlah posisi strategis, mulai dari Dirreskrimsus hingga Kapolres, mengalami pergantian pejabat.

Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/2776/XII/KEP./2024 yang ditandatangani oleh Irwasum Polri, Komjen Dedi Prasetyo, pada 29 Desember 2024.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. "Iya, betul (sejumlah pejabat dimutasi)," ujar Hadi.

Daftar Lengkap Mutasi di Sumatera Utara

Berikut ini adalah rincian mutasi yang terjadi di jajaran Polda Sumut:

Dirreskrimsus Polda Sumut

Kombes Andry Setiawan yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Sumut dimutasi menjadi Peneliti Ilmu Kepolisian Madya TK II di Puslitbang Polri. Posisi Dirreskrimsus kini diisi oleh Kombes Rudi Rifani, yang sebelumnya menjabat Dirpolairud Polda Sumut.

Dirpolairud Polda Sumut

Jabatan ini kini dipercayakan kepada Kombes Pahala Hotma Mengatur Panjaitan, menggantikan Kombes Rudi Rifani. Pahala sebelumnya menjabat sebagai Dirpolairud Polda Kaltim.

Kapolres Dairi

AKBP Agus Bahari Parama Artha dimutasi menjadi Wadirreskrimum Polda Bali. Jabatan Kapolres Dairi kini dijabat oleh AKBP Faisal Andri Pratomo, yang sebelumnya menjabat Kasibinyan SIM Subdit SIM Ditregident Korlantas Polri.

Kapolres Tapanuli Tengah

AKBP Basa Emden Banjarnahor dimutasi menjadi Wadirreskrimsus Polda Riau. Penggantinya adalah AKBP Boney Wahyu Wicaksono, yang sebelumnya menjabat Kapolres Nias Selatan.

Kapolres Nias Selatan

AKBP Ferry Mulyana Sunarya kini menjabat Kapolres Nias Selatan. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Kasubdenperintis 3 Denperintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri.

Wakapolrestabes Medan

AKBP Anhar Arlia Rangkuti dimutasi menjadi Kasubditintelair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai penggantinya.

Mutasi Lainnya

Wadirreskrimsus Polda Sumut, AKBP Jose Delio Fernandes, dimutasi menjadi Penyidik Tindak Pidana Muda TK I di Bareskrim Polri.

Sementara itu, Wadirpamobvit Polda Sumut, AKBP Yudhi Surya, mendapatkan posisi baru sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III di Polda Sumut.

Strategi Penyegaran Organisasi

Rotasi ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk menyegarkan organisasi sekaligus memperkuat pelayanan di wilayah-wilayah strategis. Dengan pergantian ini, diharapkan tugas-tugas kepolisian dapat berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Mutasi dalam tubuh Polri adalah hal rutin yang bertujuan untuk menjaga dinamika organisasi. Dengan pemimpin baru di berbagai posisi, masyarakat Sumatera Utara diharapkan dapat merasakan peningkatan pelayanan serta penegakan hukum yang lebih profesional.

(*)




Label: ,

Puluhan Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Sumut, Tolak Kenaikan PPN 12 Persen

disrupsi.id - Medan | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sumatera Utara untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen.

Aksi ini menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan yang dianggap memberatkan rakyat kecil. Demonstrasi dimulai dengan orasi di depan Gedung DPRD Sumut. Para mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan kritik terhadap kebijakan pajak, seperti "Pajak Dinaikan, Koruptor Dimaafkan, dan Pejabat Dimewahkan." 


Setelah beberapa waktu, massa merangsek masuk ke area gedung dengan menerobos gerbang dan menduduki Ruang Rapat Paripurna DPRD yang saat itu kosong.

Koordinator aksi, Khairul Fahmi, menegaskan bahwa demonstrasi ini adalah bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

"Kami meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini secara transparan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keadilan pajak bagi semua lapisan masyarakat," ujarnya.

Mereka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan kebijakan PPN 12 persen demi melindungi daya beli masyarakat kecil dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Kami meminta Presiden RI menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) untuk membatalkan implementasi kenaikan pajak tersebut, " ujarnya

Demonstran juga menyerukan optimalisasi penerimaan negara dari sektor lain yang belum tergarap maksimal, alih-alih membebani masyarakat kecil dengan kenaikan pajak.

Aksi mahasiswa sempat menarik perhatian Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Al Farisi, yang mencoba menemui para demonstran. Namun, mereka menolak berdiskusi dengannya. Mahasiswa menuntut kehadiran seluruh anggota fraksi untuk membahas kebijakan ini.

"Kami tidak membutuhkan perwakilan individu. Seluruh anggota fraksi harus hadir karena mereka adalah representasi rakyat," tegas Khairul Fahmi.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumut, Zulkifli, menyampaikan bahwa Komisi A DPRD sudah ditugaskan untuk menerima aspirasi mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap menuntut kehadiran kolektif seluruh anggota DPRD.

Setelah melakukan orasi selama lebih dari tiga jam, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.30 WIB.

Rencana kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen telah menuai kritik dari berbagai kalangan. Kebijakan ini dianggap dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Pemerintah diharapkan lebih bijak dalam merumuskan kebijakan fiskal untuk memastikan keadilan sosial dan mendukung pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

(*)


Label: , ,

Bus Listrik Kota Medan Terapkan Tarif Baru Mulai 1 Januari 2025, Pelajar Dapat Diskon Khusus


disrupsi.id - Medan | Mulai 1 Januari 2025, Kota Medan resmi memberlakukan tarif baru untuk angkutan perkotaan berbasis bus listrik. Berdasarkan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 550/16.K, masyarakat umum akan dikenakan tarif sebesar Rp5.000 per perjalanan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar, mengatakan selain tarif reguler untuk masyarakat umum, Pemko Medan juga menetapkan tarif khusus sebesar Rp3.000 untuk pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas. Sementara itu, balita di bawah lima tahun diberikan layanan gratis tanpa biaya.

“Bagi penumpang yang ingin memanfaatkan subsidi ini, diperlukan registrasi terlebih dahulu di beberapa lokasi yang telah disediakan, seperti Terminal Amplas, Terminal Pinang Baris, J City, Belawan, Stasiun Bandar Kalifah, Terminal Lau Cih Tuntungan, dan Plaza Medan Fair,” jelas Iswar.

Registrasi dilakukan dengan membawa kartu elektronik yang akan digunakan sebagai alat pembayaran, serta dokumen pendukung seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), kartu pelajar, atau kartu mahasiswa. Salah satu keunggulan dari sistem baru ini adalah penerapan tarif terintegrasi. Penumpang hanya dikenakan biaya sekali, asalkan perjalanan tidak melebihi durasi 75 menit.

“Sebagai contoh, jika perjalanan dari Terminal Amplas ke Belawan memakan waktu 45 menit, penumpang hanya perlu membayar Rp5.000 untuk transaksi pertama. Jika melanjutkan perjalanan dengan bus lain dalam waktu kurang dari 75 menit, transaksi berikutnya akan gratis,” tambah Iswar.

Dishub Kota Medan juga akan menerapkan sistem “One Man One Ticket,” di mana setiap penumpang menggunakan satu kartu khusus untuk bertransaksi. Pembayaran dapat dilakukan dengan berbagai metode elektronik seperti QRIS, DANA, GoPay, dan kartu elektronik lainnya.

Inisiatif ini merupakan bagian dari visi Wali Kota Medan, Bobby Nasution, untuk menciptakan sistem transportasi umum yang nyaman, aman, dan terjangkau. Iswar berharap kebijakan tarif murah ini akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas di kota.

“Langkah ini merupakan upaya konkret untuk mengatasi kemacetan di Medan dengan menyediakan layanan transportasi yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi masyarakat,” tutup Iswar. (*) 

Label:

Banjir Bandang di Tapanuli Utara, Akses Jalan Lumpuh, Puluhan Rumah Terdampak

disrupsi.id - Tapanuli Utara | Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir bandang yang melanda dua wilayah di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini sempat menutup akses jalan dan merendam puluhan rumah warga.

Banjir bandang terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang melintasi Kelurahan Pasar Sarulla, Kecamatan Pahae Jae, serta di jalan menuju objek wisata rohani Salib Kasih di Desa Simorangkir Julu, Kecamatan Siatas Barita.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing mengatakan, hujan deras yang berlangsung sejak Minggu (29/12/2024) sore memicu luapan Sungai Sarulla.

Debit air yang meningkat drastis menyebabkan sungai tidak mampu menampung aliran air, hingga akhirnya meluap dan membawa material seperti kayu besar dan lumpur ke jalan dan pemukiman warga.

Di Kelurahan Pasar Sarulla, banjir meluap hingga sepanjang 300 meter, menggenangi rumah warga dan jalan. Sebanyak 55 rumah tercatat terdampak, dengan sebagian besar berlumpur akibat material yang terbawa arus.

"Luapan air juga membawa kayu besar yang menyumbat jembatan Sarulla, sehingga arus semakin deras," ujar Aiptu Baringbing.

Untuk mengatasi dampak banjir, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat segera bertindak. Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan warga dikerahkan untuk membersihkan kayu besar yang menyumbat aliran air di jembatan Sarulla. Hasilnya, banjir mulai surut, dan akses jalan kembali terbuka.

Di Desa Simorangkir Julu, banjir bandang juga membawa batu besar dan lumpur yang merusak tiga rumah warga serta memutus akses jalan menuju objek wisata Salib Kasih dan tiga desa lainnya.

"Meski kerusakan cukup parah, penanganan cepat dilakukan dengan mendatangkan alat berat untuk membersihkan material banjir. Sekitar pukul 22.30 WIB, banjir mulai surut, dan kendaraan sudah dapat melintas," tambahnya.

Meski banjir telah surut, warga masih menghadapi pekerjaan besar dalam membersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur. Penanganan lanjutan terus dilakukan oleh petugas dan masyarakat setempat untuk memulihkan kondisi seperti semula.

(*) 

Label:

Tiket Kereta Api Libur Nataru di Sumut Masih Tersedia, Begini Cara Pemesanannya!


disrupsi.id - Medan | Memasuki hari ke-11 masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara mencatat masih tersedia 56.213 tiket kereta api (KA) untuk perjalanan liburan.

Pelanggan yang ingin menikmati moda transportasi ini dapat memilih beberapa kereta yang tiketnya masih tersedia, seperti KA Sribilah Utama (relasi Medan-Rantauprapat), KA Datuk Belambang (relasi Tebing Tinggi-Lalang), dan KA Perintis Cut Mutia (relasi Kruenggegeuh-Kruengmane).

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Solikhin menjelaskan masyarakat dapat dengan mudah memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal penjualan resmi lainnya. Hingga Minggu, 29 Desember 2024, sebanyak 130.267 tiket telah terjual, atau sekitar 70% dari total 186.480 tiket yang tersedia.

"Jumlah ini diprediksi terus bertambah karena pemesanan tiket secara online masih dibuka hingga hari keberangkatan," kata Anwar. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan peluang untuk memesan tiket sebelum habis.

Peningkatan Jumlah Penumpang dan Stasiun Tersibuk
Hingga saat ini, PT KAI Divre I Sumut telah melayani 96.967 penumpang, mencapai sekitar 61% dari total target angkutan Nataru. Pada Minggu (29/12/2024) saja, diperkirakan ada 9.099 pelanggan yang menggunakan layanan kereta api di wilayah operasional Divre I Sumut.

Stasiun Medan tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan 2.460 penumpang yang berangkat dan 2.578 penumpang yang tiba. Stasiun Rantauprapat dan Stasiun Kisaran juga menunjukkan aktivitas tinggi dengan masing-masing melayani lebih dari 1.000 penumpang.

Komitmen Peningkatan Layanan
Sebagai bentuk komitmen memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan, PT KAI Divre I Sumut terus meningkatkan kualitas layanan. Berbagai pembaruan telah dilakukan, seperti perbaikan fasilitas stasiun dan kereta, penerapan standar keselamatan terbaru, serta upaya untuk memastikan kenyamanan pelanggan selama perjalanan.

"Tujuan kami adalah menghadirkan perjalanan yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi semua pelanggan kereta api," tambah Anwar.

Tips Memesan Tiket Kereta Api Nataru

Bagi Anda yang ingin bepergian selama masa liburan ini, berikut beberapa tips:
1. Gunakan Aplikasi Resmi: Pesan tiket melalui Access by KAI atau platform resmi lainnya untuk menghindari penipuan.
2. Pesan Lebih Awal: Tiket cepat habis, terutama pada rute-rute favorit. Lakukan pemesanan sesegera mungkin.
3. Cek Jadwal Kereta: Pastikan Anda memeriksa jadwal keberangkatan dan tiba sesuai dengan rencana perjalanan Anda.
4. Manfaatkan Fasilitas Tambahan: PT KAI menyediakan layanan tambahan seperti ruang tunggu yang nyaman di stasiun besar.

Dengan ketersediaan tiket yang masih cukup besar, perjalanan menggunakan kereta api tetap menjadi salah satu pilihan transportasi terbaik untuk menikmati liburan Nataru bersama keluarga atau teman. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman bersama PT KAI. (*) 

Label:

Sabtu, 28 Desember 2024

Promo Akhir Tahun KAI 2024 di Sumut: Diskon Hingga 30 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru


disrupsi.id - Medan | PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan promo spesial akhir tahun bertajuk "YES DEALS" (Year-End Sale Deals) yang memberikan potongan harga hingga 30%. Promo ini berlaku untuk perjalanan kereta api pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, menjadikannya pilihan sempurna bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan hemat dan berkesan.

Detail Promo "YES DEALS"

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Solikhin, menyampaikan bahwa promo ini dirancang untuk mempermudah masyarakat menikmati perjalanan nyaman dan terjangkau. Tiket promo akan tersedia secara bertahap mulai 27 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 untuk keberangkatan kereta api pada periode 29 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

Di wilayah KAI Divre I Sumut, promo ini berlaku untuk Kereta Api Sribilah Utama relasi Medan - Rantau Prapat (kelas Bisnis, Ekonomi, dan Eksekutif).

Syarat dan Ketentuan Promo

Agar masyarakat dapat memanfaatkan promo ini secara optimal, berikut adalah beberapa syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan:
1. Tiket promo dapat dibeli di seluruh kanal penjualan resmi mulai 27 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.
2. Promo berlaku untuk keberangkatan pada periode 29 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025.
3. Diskon hanya berlaku untuk kereta api tertentu yang telah ditetapkan.
4. Diskon bersifat parsial dan tidak berlaku untuk kelas eksklusif seperti Suite Class Compartment, Luxury, Panoramic, Priority, Imperial, atau Kereta Wisata lainnya.
5. Promo tidak dapat digabungkan dengan tarif khusus atau potongan harga lainnya.
6. Tiket diskon bisa dibatalkan atau dijadwalkan ulang sesuai kebijakan yang berlaku.
7. Promo berlaku selama tiket dengan tarif diskon masih tersedia.

Dengan promo ini, KAI memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menghabiskan momen akhir tahun bersama keluarga dan sahabat tercinta. Perjalanan dengan kereta api tidak hanya menawarkan kenyamanan tetapi juga pengalaman yang aman dan berkesan. (*) 

Label:

Jumat, 27 Desember 2024

Anggota Kodam I/BB Bunuh Eks Prajurit Jadi Tersangka


disrupsi.id - Medan | Serka HS, anggota TNI yang bertugas di Kodam I/Bukit Barisan, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan mantan anggota TNI, Andreas Sianipar (44). Saat ini, Serka HS telah ditahan di Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) I/Bukit Barisan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, menjelaskan bahwa Serka HS sudah lebih dulu ditahan bahkan sebelum statusnya sebagai tersangka ditetapkan. Keputusan ini diambil berdasarkan keterangan saksi-saksi yang mengarah pada keterlibatannya.

"Kami mengambil langkah tegas dengan menahan yang bersangkutan untuk mencegah kemungkinan menghilangkan barang bukti. Beberapa saksi sudah menyebutkan keterlibatannya dalam kasus ini," ujar Rio Firdianto di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Jumat (27/12/2024).

Seiring berjalannya penyelidikan, bukti keterlibatan Serka HS semakin kuat. Statusnya kini resmi menjadi tersangka, dan proses hukum akan segera berlanjut.

"Hari ini kami pastikan dia ditahan dan akan menjalani proses hukum. Jika terbukti bersalah, dia akan segera disidangkan. Serka HS telah mendekam di tahanan Pomdam selama dua minggu, sembari menunggu jadwal persidangan, " ujarnya

Mayjen Rio menegaskan, pelaku terancam hukuman berat jika terbukti bersalah. Terkait motif pembunuhan, Rio mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari perselisihan antara pelaku dan korban mengenai kepemilikan kendaraan.

"Sanksinya bisa hukuman mati atau penjara seumur hidup. Semua tergantung hasil persidangan nanti. Ini ada kaitannya dengan kendaraan pelaku yang diambil oleh korban. Namun, detailnya akan dijelaskan oleh Danintel dan Danpomdam," imbuhnya.

Andreas Sianipar dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 8 Desember 2024. Menurut keterangan adiknya, Anggito Sianipar, Andreas diculik dari Gang Damai, Jalan Medan-Binjai KM 10, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal. Beberapa saksi mata menyatakan bahwa korban dipaksa masuk ke dalam mobil oleh sejumlah orang.

"Abang saya dibawa paksa di depan banyak saksi. Setelah itu, dia tidak ditemukan lagi," ungkap Anggito.

Beberapa hari kemudian, jasad Andreas ditemukan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Selain Serka HS, tiga warga sipil berinisial CJS (23), MFIH (25), dan FA (37) juga telah ditangkap Polrestabes Medan karena diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan tersebut.

Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, memastikan pihaknya bekerja sama dengan TNI untuk mengusut tuntas kasus ini. "Kami sudah mengamankan tiga pelaku sipil. Untuk pelaku dari unsur TNI, kami serahkan kepada pihak yang berwenang di institusi militer," jelasnya.(*) 

Label:

Tahanan Tewas Usai 2 Hari Ditangkap, 7 Personel Polrestabes Medan Dipatsus


disrupsi.id - Medan | Kasus meninggalnya seorang warga bernama Budianto (42) di Deli Serdang, Sumatera Utara, menarik perhatian publik. Budianto ditemukan tewas dengan luka lebam di tubuhnya, dua hari setelah ditangkap oleh anggota Polrestabes Medan. Akibat insiden ini, tujuh personel Polrestabes Medan kini menjalani penempatan khusus (Patsus) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, menjelaskan bahwa awalnya enam personel Polrestabes Medan diperiksa secara internal. Namun, jumlah tersebut bertambah menjadi tujuh orang setelah dilakukan pendalaman.

“Kami telah memeriksa enam anggota terkait penangkapan tersebut. Hari ini jumlahnya bertambah menjadi tujuh personel yang diperiksa secara internal,” ujar Gidion di Mapolrestabes Medan, Jumat (27/12/2024).

Sebagai bagian dari proses investigasi, ketujuh anggota ini ditempatkan dalam penempatan khusus (Patsus). Menurut Gidion, langkah ini merupakan tindakan luar biasa dalam proses penyidikan internal yang melibatkan pelanggaran kode etik.

“Patsus adalah tindakan extraordinary dalam tahap penyelidikan internal, khususnya untuk kasus yang diduga melibatkan pelanggaran kode etik,” tambah Gidion.

Dari tujuh personel yang diperiksa, salah satunya adalah perwira polisi dengan pangkat Ipda, yakni Ipda ID, yang bertugas sebagai Panit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan. Sementara enam lainnya merupakan anggota dari Unit Resmob dan Unit Pidana Umum (Pidum).

“Ipda ID bersama enam personel dari Unit Resmob dan Pidum sedang menjalani pemeriksaan mendalam terkait insiden ini,” jelas Gidion.

Gidion menegaskan bahwa ketujuh personel tersebut berpotensi menghadapi hukuman berat, baik dari segi kode etik maupun proses hukum pidana. Untuk proses pidana, kasus ini akan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, sementara Bidang Propam Polda Sumut akan menangani pelanggaran kode etiknya.

“Ancaman hukuman mencakup pelanggaran kode etik dan pidana. Proses pidana akan ditangani oleh Polda Sumut, sedangkan kode etik akan diselesaikan oleh Bid Propam,” tutup Gidion.

Sebelumnya, seorang pria bernama Budianto Simangunsong meninggal dunia setelah dua hari ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan. Keluarga mencurigai adanya tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian Budianto. (*) 

Label: ,

Kamis, 26 Desember 2024

Tahanan Polrestabes Medan Tewas Usai Dua Hari Ditangkap, Tubuh Penuh Luka Lebam

disrupsi.id - Medan | Seorang pria bernama Budianto Simangunsong meninggal dunia setelah dua hari ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan. Keluarga mencurigai adanya tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian Budianto.

Dumaria Simangunsong istri dari Budianto mengaku mengetahui kematian suaminya setelah mencari tahu sendiri ke RS Bhayangkara. Wanita tersebut langsung histeris saat melihat kondisi suaminya yang sudah terbujur kaku.

"Gak ada dari kantor polisi yang ngasi tahu kalau suami ku meninggal. Setelah ku datangi ke rumah sakit, barulah aku tahu suami ku sudah meninggal," kata Dumaria menangis histeris di RS Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Kamis (26/12/2024).

Dumaria menceritakan peristiwa bermula pada Selasa (24/12/ 2024) malam. Saat itu Budianto bersama teman-temannya sedang minum-minum di sebuah warung di Gang Horas, Desa Sei Semayang, Deliserdang.

"Tanggal 24 Desember malam mereka minum minum di warung. Mungkin sudah mabuk la. Jadi tetangga dari warung itu keberatan karena sudah larut malam mereka menghidupkan musik dan mabuk mabukan. Diperingatkan tapi gak dihiraukan mereka," jelasnya.

Keesokan malamnya, Budianto dan teman temannya kembali mabuk mabukan diiringi musik yang kencang. Salah seorang polisi yang merupakan menantu dari warga setempat bermarga Siagian mendatangi warung tersebut.

"Malam kedua begitu juga, sudah diperingatkan tapi mereka gak mau. Polisi yang merupakan menantu dari warga bermarga Siagian itu datang memperingatkan. Tapi kemudian terjadi pertengkaran," pungkasnya.

Setelah itu, Budianto bersama dua orang temannya ditangkap tanpa adanya surat penangkapan. Dumaria baru mengetahui suaminya ditangkap pada pukul 24.00 WIB dari rekan sang suami.  

"Setelah itu suami saya dan 2 temannya dibawa polisi tersebut tanpa adanya surat penangkapan. Saya pun tahu kejadian itu jam 24.00 wib malam diberitahu oleh teman suami. Saat itu saya tidak tahu ke mana suami saya dibawa. Saya sempat datangi Polsek Percut Sei Tuan, ternyata tidak ada di sana. Lalu saya datang ke Polrestabes Medan," urainya.

Dumaria pun mendatangi Polrestabes Medan pada Kamis (26/12/2024). Di sana, wanita tersebut tidak diizinkan bertemu dengan suaminya. Belakangan ia mendapat kabar bahwa Budianto sudah dibawa ke RS Bhayangkara. Namun saat itu Dumaria belum mengetahui sang suami sudah tak bernyawa.

"Saya lapor ke piket di Polrestabes Medan mau jumpai suami saya. Tidak dikasi sama sekali. Orang itu bilang pak Budianto sudah dibawa ke rumah sakit. Tapi tidak boleh menjenguk kalau tidak ada persetujuan Kanit. Saya telpon Kanit tak mau angkat. Mereka bilang gak bisa sembarangan kalau gak ada Kanit. Jadi saya langsung ke rumah sakit," urainya.

Saat tiba di RS Bhayangkara, betapa terkejutnya Dumaria mendapati suaminya sudah terbujur kaku. Ia pun sempat tak diizinkan melihat jasad suaminya. 

"Tiba-tiba saya melihat jenazah suami sudah dibawa ke kamar jenazah. Saya tidak diberitahu apa pun," ungkapnya.

Dumaria mencurigai adanya tindakan kekerasan yang menyebabkan Budianto meninggal dunia. Apalagi ia mendapati wajah suaminya sudah lebam-lebam. Selain itu, bagian badannya juga telah membiru.

"Hanya lewat saja saya nampak suami saya digotong. Saya lihat wajahnya, sudah lebam-lebam, badan biru-biru, dadanya juga. Padahal suami saya selama ini sehat, tidak ada menderita penyakit apapun," ungkap Dumaria.

Dumaria mencurigai ada yang janggal dengan kematian suaminya. Untuk itu, dia meminta peristiwa tersebut diusut tuntas.

"Saya minta seadil-adilnya karena suami saya pas dibawa baik-baik saja, tidak ada sakit apapun . Tapi kenapa suami saya ternyata sudah meninggal dengan kondisi tubuhnya sudah lebam lebam," urainya.

Terpisah, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengaku belum bisa memberikan penjelasan secara detail terkait peristiwa itu.

"Nanti akan dijelaskan, mohon waktu," paparnya singkat. (*)


Label: ,

Pemuda di Taput Nekat Panjat Pohon Natal Setinggi 15 Meter Karena Depresi

disrupsi.id - Tapanuli Utara | Seorang pemuda berinisial RS ( 29 ) warga Jalan DR FL Tobing, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara (Taput) Sumut, nekat memanjat pohon natal setinggi 15 meter di depan gedung Sopo Partukkoan Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Tarutung.

Kasubag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan RS tiba tiba memanjat pohon natal yang dihiasi dengan lampu berdiri di depan gedung Sopo Partukkoan. Bahkan RS memanjat hingga ke puncak pohon dengan ketinggian 15 meter.


"Polisi yang mendapatkan informasi tersebut langsung ke lokasi kejadian. Petugas juga menghubungi pihak PLN Tarutung agar membawa tangga untuk membujuk RS supaya turun," ujarnya, Kamis (26/12/2024).

Aksi yang dilakukan RS membuat warga geger. RS juga menolak untuk turun. Tak lama, PLN pun tiba di lokasi untuk mengevakuasi RS. Kemudian abang kandungnya berinisial DS (40) juga datang untuk membujuk RS turun. DS juga naik menggunakan tangga PLN.

"Sekitar 20 menit kemudian setelah dibujuk abang kandungnya, lalu RS turun lewat tangga dengan selamat dan pihak kepolisian pun membawa ke kantor polisi dan didampingi abang nya," jelasnya

Aiptu Walpon menambahkan dari keterangan Abang kandungnya ternyata RS mengalami depresi berat sejak 2 tahun terakhir. Keluarganya juga sudah membawa RS berobat ke dokter namun tidak sembuh.

"Akhirnya RS pun dibawa abangnya pulang ke rumahnya untuk dirawat kembali dan supaya memakan obat," paparnya. (*)


Label:

Mobil Tabrak Sepeda Motor di Langkat, 5 Orang Meninggal Dunia

Mobil Tabrak Sepeda Motor di Langkat, 5 Orang Meninggal Dunia

disrupsi.id - Langkat | Satu unit mobil Toyota Vios menabrak pengendara sepeda motor yang berboncengan di Jalan Medan-Tanjungpura KM 53-54 Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Dalam peristiwa itu, lima orang meninggal dunia.

Adapun korban tewas yakni pengemudi dan penumpang mobil Toyota Vios bernama Abdur Nasution (33) dan Nesha Putri (36). Keduanya pasangan suami istri warga Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. 

Sedangkan tiga korban lainnya merupakan pengendara sepeda motor yang berboncengan tiga yakni Miswandi (37), Sri Rahayu (29) dan Nabila (9). Ketiganya merupakan satu keluarga yang tinggal di Dusun IV Mukapaya, Desa Mukapaya Kecamatan Hinai.

"Untuk seluruh korban meninggal dunia dan telah dievakuasi ke rumah sakit," kata Kasat Lantas Polres Langkat AKP Maruli Tua, Kamis (26/12/2024).

AKP Maruli mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Medan-Tanjungpura KM 53-54 Desa Tanjung Mulia, pada Selasa (24/12) malam. Saat itu mobil Toyota Vios melaju ke arah Stabat dan pengendara sepeda motor datang dari arah berlawanan.

"Saat itu mobil berada di jalur kanan hendak mendahului kendaraan di depannya. Di saat bersamaan melintas sepeda motor korban. Sehingga bagian samping kanan mobil menabrak sepeda motor korban. Kemudian mobil menghantam pohon kayu di sebelah kanan jalur," ujarnya.

Akibat kejadian itu, pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan penumpang mobil sempat dievakuasi ke RS Putri Bidadari Stabat. Setelah menjalani perawatan medis, kedua korban yang merupakan pasangan suami istri tersebut meninggal dunia. (*)


Label:

Belasan Imigran Gelap Asal Bangladesh Diduga Disekap di Padangsidimpuan, Dua Orang Ditangkap


disrupsi.id - Padangsidimpuan | 11 orang warga negara Bangladesh ilegal disekap di sebuah rumah yang dijadikan tempat penampungan di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut). Dari pengungkapan tersebut, petugas menangkap pasangan suami istri yang diduga melakukan penyekapan.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna mengatakan dua orang yang ditangkap yakni warga Bangladesh bernama MD Shohel Rana (38) dan istrinya warga Indonesia Nurhalimah Situmorang (32), yang diduga berperan sebagai penyelenggara tempat penampungan.

"Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 10 UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 124 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian," ujar AKBP Wira, Kamis (26/12/2024)

Adapun 11 orang warga Bangladesh yang diamankan yakni Sudangshu, Abu Kalam, MD Lokman, Rakib Ahmed, MD Bablu, Mohammad Ali, MD Norul Islam, Syful Islam, Naime Hossen, Razu Mah dan MD Rasel Sader.

"Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima pada 24 Desember 2024. Lalu tim dari Polres Padangsidimpuan bersama dengan anggota TNI mencari informasi terkait adanya penyekapan warga negara Bangladesh. Dalam informasi tersebut, tersangka meminta tebusan untuk membebaskan para korban," jelasnya.

Tim gabungan Polres Padangsidimpuan bersama anggota TNI Danramil 12 Kota Padangsidimpuan menangkap MD Shohel Rana dan istrinya Nurhalima di rumah penampungan di Jalan Mawar Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan.

"Para korban diminta membayar masing masing sekitar Rp21 juta ke rekening yang diberikan MD Shohel Rana. Sebelumnya sudah ada lima orang yang mengirimkan uang sehingga telah diberangkatkan ke Belawan untuk dikirim ke Malaysia," urainya.

Namun salah seorang warga Bangladesh bernama Azizur Rahman yang telah diberangkatkan ke Belawan, memilih kembali ke Padangsidimpuan karena temannya masih berada di penampungan tersebut. Kejadian penyekapan itu diinformasikan ke Polres Padangsidimpuan. 

"Kemudian saat rumah penampungan itu didatangi, ditemukan 11 orang warga Negara Bangladesh yang tidak ada memiliki dokumen lengkap. Selanjutnya mereka semua dibawa ke Polres Padangsidimpuan guna proses hukum lanjut," paparnya.

AKBP Wira menambahkan para korban masuk ke Indonesia secara ilegal melalui jalur laut dari Malaysia ke wilayah Pekan Baru - Dumai menuju Medan. Kemudian mereka dikirim ke Padangsidimpuan dan rencananya akan diberangkatkan ke Australia untuk bekerja.

"Korban disekap di sebuah rumah dan diminta membayar uang untuk dikembalikan ke Malaysia dengan tebusan sebesar Rp21 juta yang ditransfer ke rekening bank yang berada di Bangladesh oleh keluarga korban untuk dapat dibebaskan," sebutnya.

Beberapa korban berhasil ditebus oleh keluarganya di Bangladesh. Sementara masih ada tinggal di rumah penampungan yang disewa oleh MD Shohel Rana masih berada di lokasi penyekapan hingga berhasil diamankan.

"Saat ini, ke-12 WNA Bangladesh telah diamankan di Polres Padangsidimpuan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polres Padangsidimpuan bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengidentifikasi jaringan perdagangan dan penyelundupan manusia yang lebih luas," tegasnya. (*) 

Label:

RS Pirngadi Kembalikan Dokter Muda yang Aniaya Penjual Roti di Medan ke Kampus

RS Pirngadi Kembalikan Dokter Muda yang Aniaya Penjual Roti di Medan ke Kampus

Disrupsi.id, Medan - Seorang mahasiswi kedokteran berinisial F kembali menjadi sorotan setelah diduga menganiaya penjual roti bakar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur, pada Kamis (19/12/2024). F, yang sebelumnya sempat menjalani program koas di RSUD Dr. Pirngadi Medan, telah dikembalikan ke kampusnya sejak Juli 2024 karena hubungan yang kurang harmonis dengan rekan-rekannya.

Kepala Humas RSUD Dr. Pirngadi Medan, Gibson Girsang, mengonfirmasi bahwa F telah diserahkan kembali ke pihak kampus. “Sudah diserahkan kembali ke kampusnya sejak Juli kemarin,” ungkap Gibson, Kamis (26/12/2024). Menurutnya, alasan pengembalian F karena hubungannya dengan rekan-rekannya tidak harmonis. Namun, Gibson belum memerinci lebih lanjut terkait hal itu.

F sebelumnya juga pernah menjadi viral pada 2023 akibat perseteruan dengan pasangan suami istri di parkiran RSUD Pirngadi terkait masalah parkir. Konflik kala itu berakhir damai setelah mediasi oleh Polsek Medan Timur.

Kasus terbaru melibatkan seorang penjual roti bakar bernama Fitra Samosir (26). Fitra mengaku, pada hari kejadian, F membeli roti bakar cokelat keju pada sore hari, namun kembali pada malam harinya dengan melempar sisa roti ke arahnya. F kemudian memprotes jumlah topping yang dianggapnya terlalu sedikit.

"Kakak itu dari sore memang sudah belanja kemari. Pesan roti bakar Bandung coklat keju," kata Fitra, Selasa (24/12).

Lalu, pada malam harinya, F datang dan tiba-tiba melempar dua potong roti sisa yang dibelinya ke korban. Fitra menyebut pada saat dokter muda itu pergi, dia sempat menanyakan alasannya mengamuk. Pada saat itu, F menyebut bahwa dirinya mempermasalahkan soal toping roti yang menurutnya terlalu sedikit.

"Habis itu terakhirnya dia pergi baru dia ngomong itu toping roti bakarnya sedikit kali, kurang banyak. Habis itu dia langsung pergi, saya kejar ke mobil nunggu dia turun, nunggu si bos datang, biar ngomong baik-baik, dia nggak mau, dia malah pergi ninggalin," jelas Fitra.

Akibat insiden itu, Fitra mengaku mengalami luka cakar di tangan dan kening. Ia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan STTLP/B/3609/XII/2024/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 19 Desember 2024.

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban dan sedang melakukan penyelidikan. 

“Kalau mendasari laporan itu, jelas kewajiban kami melakukan tindakan serangkaian penyelidikan, menuntaskan penyelidikannya,” jelas Gidion saat diwawancarai di Gereja Katedral Medan.

Gidion juga menyebut dirinya telah melakukan panggilan video dengan korban. Dari pengamatan awal, terlihat ada memar di bagian mata korban.

Label:

Banjir Bandang Di Bangun Raya Simalungun, Dua Korban Meninggal, Satu Rumah Hanyut

Banjir Bandang Di Bangun Raya Simalungun, Dua Korban Meninggal, Satu Rumah Hanyut

Disrupsi.id, Simalungun – Banjir bandang yang melanda aliran Sungai Bah Sombu di Nagori Bangun Raya, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, menyebabkan satu rumah hanyut dan dua penghuni rumah ditemukan tewas. Korban, pasangan suami istri, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (25/12/2024) pagi setelah peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa kedua korban adalah Ramiden Damanik alias Biden Damanik (70) dan istrinya, Sania Saragih alias Niang Saragih (41), warga Huta I Nagori Bangun Raya. Banjir bandang menghantam rumah mereka yang berada di bantaran sungai Bah Sombu pada Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 18.00 WIB.

Laporan dari masyarakat yang masuk ke Polsek Raya Kahean menyebutkan bahwa rumah korban hanyut diterjang derasnya arus banjir. Saat petugas tiba di lokasi, yang tersisa hanyalah pondasi rumah, beberapa lembar atap seng, dan pohon-pohon tumbang akibat terjangan banjir.

"Menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya rumah hanyut, Kapolsek Raya Kahean Iptu Lumban Sirait beserta personelnya segera turun ke lokasi. Di lokasi hanya ditemukan puing-puing pondasi rumah, beberapa lembar atap seng dan pohon -pohon tumbang akibat terjangan air. Sedangkan dua orang suami istri sebagai penghuni rumah tidak ditemukan di TKP," ujar AKP Verry pada Rabu malam.

Pencarian korban dimulai malam itu juga, melibatkan personel Polsek, Koramil, pemerintah setempat, dan warga. Sebuah sepeda motor milik korban ditemukan di dalam sungai tak jauh dari lokasi rumah yang hanyut dan telah diserahkan kepada keluarga korban. Namun, pencarian korban dihentikan pada pukul 23.00 WIB karena situasi yang belum kondusif.

Upaya pencarian dilanjutkan Rabu (25/12//2024) pkl 09.00 WIB dengan bantuan Tim SAR dan BPBD Simalungun. Tim dibagi untuk menyusuri aliran sungai Bah Sombu, dengan fokus pencarian di sepanjang area yang terdampak banjir.

Pada pukul 10.15 WIB, korban pertama, Sania Saragih, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di antara pepohonan bambu di pinggir sungai di Huta IV Maratur, Nagori Sambosar Raya. Setengah jam kemudian, korban kedua, Ramiden Damanik, ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan pertama.

Kedua jenazah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sindar Raya untuk menjalani visum luar sebelum diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Polres Simalungun mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evaluasi dan upaya pencegahan terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.

Label:

Selasa, 24 Desember 2024

KAI Sumut Gelar Tes Narkoba Petugas Jelang Natal dan Tahun Baru


disrupsi.id - Medan | Dalam rangka menjamin kelancaran dan keamanan layanan transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) menggelar tes narkoba acak bagi petugas awak sarana perkeretaapian (ASP).

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Solikhin, mengungkapkan sebanyak 40 petugas ASP telah mengikuti tes narkoba di berbagai lokasi. Langkah ini merupakan bagian proaktif untuk memastikan petugas yang bertugas berada dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh zat terlarang.

Di Stasiun Medan, pemeriksaan dilakukan di Ruang VIP dengan melibatkan 18 petugas, termasuk masinis, asisten masinis, kondektur, teknisi, Polsuska, dan petugas operasional lainnya. Selain itu, tes serupa juga dilaksanakan di stasiun-stasiun strategis lainnya seperti Belawan, Binjai, Tebing Tinggi, Siantar, Kisaran, dan Rantauprapat.

“Kami memastikan seluruh petugas ASP yang bertugas dalam kondisi sehat, bebas dari penyalahgunaan narkotika, sehingga dapat melayani penumpang dengan optimal,” ujar Anwar.

Tes narkoba ini menggunakan enam parameter deteksi untuk mengetahui kandungan zat seperti Amphetamine (AMP), Morphine/Opiate (MOP), Mariyuana (THC), Cocaine (COC), Methamphetamine (MET), dan Benzoidazepine (BZD). Hasilnya, seluruh petugas yang diperiksa dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

Jika ditemukan petugas yang positif menggunakan narkoba, langkah investigasi lebih lanjut akan dilakukan, dan yang bersangkutan akan digantikan agar tidak mengganggu operasional.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan memastikan perjalanan Nataru berlangsung aman, nyaman, dan terkendali,” tegas Anwar.

Edukasi Terkait Aturan Bagasi Penumpang

Menjelang H-1 perayaan Natal, KAI Divre I Sumut juga mengingatkan calon penumpang terkait aturan bagasi. Setiap penumpang diperbolehkan membawa barang bawaan dengan berat maksimal 20 kg dan dimensi tidak lebih dari 70 x 48 x 60 cm.

Jika barang melebihi ketentuan, biaya tambahan akan dikenakan sebesar Rp 10.000/kg untuk kelas eksekutif, Rp 6.000/kg untuk kelas bisnis, dan Rp 2.000/kg untuk kelas ekonomi.

“Kami sarankan penumpang yang membawa barang melebihi dimensi maksimal untuk menggunakan jasa ekspedisi,” jelas Anwar.

Barang-barang yang dilarang dibawa meliputi binatang, narkotika psikotropika, senjata api, benda mudah meledak atau terbakar, serta barang-barang yang berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain. Sosialisasi ini diharapkan membantu menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman selama Nataru.

Penjualan Tiket Nataru

Hingga saat ini, penjualan tiket di wilayah PT KAI Divre I Sumut telah mencapai 98.188 tiket atau sekitar 57% dari total kapasitas yang tersedia. Jumlah ini terus bertambah seiring dengan pemesanan yang dilakukan secara online. (*) 

Label:

Dokter Koas RSUD Pirngadi Medan Aniaya Pedagang Gara Gara Toping Roti Bakar

Dokter Koas RSUD Pirngadi Medan Aniaya Pedagang Gara Gara Toping Roti Bakar


disrupsi.id - Medan | Sebuah video yang menunjukkan dugaan penganiayaan oleh seorang dokter koas dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Pirngadi Medan terhadap seorang pekerja wanita bernama Fitra Samosir (26) menjadi viral di media sosial. 

Peristiwa ini terjadi di tempat kerja Fitra, Mchery Burger & Pizza, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan. Berdasarkan keterangan korban, insiden terjadi pada Kamis (19/12/2024) sekitar pukul 17.00 WIB. 

Dokter koas yang diidentifikasi sebagai Fladiniyah Puluhulawa awalnya memesan roti bakar cokelat keju dari tempat kerja Fitra. Namun, sekitar dua jam kemudian, dokter tersebut kembali datang, melemparkan sisa roti ke wajah Fitra, lalu melanjutkan dengan tindakan fisik seperti mencakar, menjambak, dan menendang korban.

"Dia tiba-tiba datang membawa sisa roti bakar, tanpa bicara apa-apa langsung menyerang saya," ungkap Fitra pada Selasa (24/12/2024).

Ketika ditanya alasan tindakannya, dokter tersebut mengeluhkan bahwa topping roti bakar yang dibelinya terlalu sedikit. Fitra merasa bingung karena dokter itu sebelumnya sudah beberapa kali memesan makanan di tempat yang sama tanpa ada masalah.

"Sebelumnya dia sudah tiga atau empat kali membeli roti bakar di sini, tapi tidak pernah mengeluh. Saya tidak menyangka hanya karena masalah topping, dia bertindak seperti ini," tambah Fitra.

Dokter Fladiniyah Puluhulawa sebelumnya juga sempat menjadi sorotan pada tahun 2023. Ia viral setelah terlibat perselisihan dengan seorang ibu di RSUD Dr. Pirngadi Medan terkait masalah parkir.

Tindakan kekerasan terbaru ini menuai kecaman luas dari warganet, yang mempertanyakan profesionalitas dan sikap seorang tenaga medis. Banyak yang menyerukan agar pihak berwenang segera menindaklanjuti kasus ini secara serius.

Akibat penganiayaan ini, Fitra mengalami luka di bagian tangan dan kening. "Saya terkena cakaran di kening dan tangan saya sakit akibat ditendang. Kejadian ini benar-benar membuat saya trauma," tuturnya.

Fitra juga telah meminta pelaku untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik, namun dokter tersebut justru meninggalkan lokasi tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan seorang tenaga medis yang seharusnya memberikan contoh baik dalam berperilaku. Fitra berharap pihak berwenang dapat memberikan keadilan atas insiden yang dialaminya. (*) 

Label:

69 SPKLU di Sumut Siap Layani Pengguna Mobil Listrik Jelang Libur Nataru

disrupsi.id - Medan | PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memastikan para pengendara kendaraan listrik dapat berkendara dengan nyaman tanpa khawatir tempat pengecasan. PLN memberikan kemudahan akses melalui aplikasi PLN Mobile, yang memungkinkan pengguna kendaraan listrik mengatur jadwal dan lokasi pengecasan dengan mudah. 

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Agus Kuswardoyo, mengatakan hingga saat ini wilayah Sumatera Utara telah dilengkapi dengan 68 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 52 lokasi. 

"Ini bertujuan untuk memastikan para pengendara kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan jauh atau berlibur tanpa khawatir kesulitan menemukan tempat pengecasan kendaraan mereka," ujar Agus di Medan, Selasa (24/12/2024).

Agus menyebutkan lokasi-lokasi tersebut mencakup berbagai titik strategis seperti Kota Medan, jalur lintas Sumatera – Banda Aceh, jalur lintas Sumatera – Sumatera Barat, jalur lintas Sumatera – Pekanbaru, jalur wisata Berastagi, Laur Wisata Danau Toba, jalur Bandara Kualanamu, dan Pulau Nias. 

"PLN memastikan kenyamanan pengendara kendaraan listrik dengan menghadirkan lebih banyak SPKLU yang dapat diakses secara mudah melalui aplikasi PLN Mobile. Pengendara kini bisa merencanakan perjalanan dan pengecasan kapan saja dan di mana saja,” ujar Agus.

Menurut Agus, PLN UID Sumut juga menyediakan berbagai kategori kecepatan pengisian daya pada SPKLU untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengendara. Adapun klasifikasi pengisian daya di SPKLU PLN UID Sumut yakni Standar (kapasitas <7 kW), Medium Charging (<7-22 kW), Fast Charging (>22-50 kW) dan Ultra Fast Charging (>50 kW).

"Keberagaman pilihan ini memungkinkan pengendara untuk memilih jenis pengisian yang sesuai dengan kebutuhan mereka, mulai dari pengisian standar hingga pengisian super cepat bagi mereka yang membutuhkan waktu lebih efisien," sebutnya.

Untuk mendukung peningkatan penggunaan kendaraan listrik, PLN UID Sumut berencana menambah 52 unit SPKLU pada Tahun 2025. Penambahan ini bertujuan untuk memperluas jaringan pengisian kendaraan listrik dan memastikan pengendara kendaraan listrik dapat bepergian lebih jauh tanpa kendala terkait pengisian daya kendaraan.

“Penambahan titik SPKLU ini akan memperkuat jaringan pengisian kendaraan listrik di Sumatera Utara. Dengan demikian, masyarakat akan semakin merasa nyaman dan yakin untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan,” kata Agus Kuswardoyo.

Agus berharap dengan semakin banyaknya SPKLU yang tersedia, lebih banyak masyarakat yang akan beralih menggunakan kendaraan listrik. Penggunaan kendaraan listrik diyakini dapat mengurangi emisi karbon, yang sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada masa yang akan datang.

“PLN berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi karbon dan mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Dengan lebih banyaknya titik SPKLU, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya,” tutup Agus. (*)

Label:

RSU Haji Medan Siaga Layani Pasien Selama Libur Natal dan Tahun Baru


disrupsi.id - Medan | Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan telah mengumumkan sejumlah langkah strategis guna memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal bagi masyarakat.

Salah satu kebijakan utama adalah penyesuaian jadwal poliklinik rawat jalan, yang akan ditutup sementara selama periode liburan. Sebagai gantinya, seluruh pasien akan dialihkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, dr. Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes kebijakan ini dilakukan untuk menjaga akses layanan kesehatan tetap berjalan lancar, khususnya dalam situasi darurat.

“Selama libur Nataru, poliklinik rawat jalan tidak beroperasi. Namun, IGD kami tetap siaga penuh untuk memberikan penanganan cepat dan tepat kepada pasien,” jelasnya, Selasa (24/12/2024).

Selain memastikan IGD beroperasi 24 jam, manajemen RSU Haji Medan juga telah mempersiapkan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus darurat, seperti kecelakaan lalu lintas atau kejadian medis lainnya yang kerap meningkat saat libur panjang.

“Kami siap melayani masyarakat dalam kondisi darurat. Tim medis dan paramedis telah disiagakan agar respons terhadap setiap kasus emergency dapat dilakukan seefisien mungkin,” tambah dr. Fitrady.

Saat ini, jumlah pasien rawat inap di RSU Haji Medan menunjukkan sedikit penurunan, dengan 186 pasien tercatat menjalani perawatan. Sebelumnya, angka tersebut sempat mencapai hingga 200 pasien.

"Meski demikian, rumah sakit terus memonitor situasi agar kapasitas layanan tetap memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, " pungkasnya.

Dia menegaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan tetap menjadi prioritas utama, meskipun terdapat penyesuaian operasional. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan layanan IGD, khususnya dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.

"Dengan persiapan matang dan komitmen tinggi, RSU Haji Medan siap menjaga kesehatan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2024. Langkah ini mencerminkan dedikasi rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terpercaya, aman, dan profesional, " urainya. (*) 

Label:

Wamen ESDM Tinjau Terminal BBM dan LPG di Medan, Pastikan Pasokan Energi Aman

disrupsi.id - Medan | Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung meninjau terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk memastikan pasokan energi menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 aman.

"Posko Nasional Kementerian ESDM melakukan pengecekan lapangan terhadap kesiapan ketersediaan BBM, LPG, ketenagalistrikan, dan juga antisipasi kebencanaan geologi,” kata Yuliot di Terminal BBM Medan Group, Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Senin (23/12/2024).

Yuliot memastikan kebutuhan BBM dan LPG secara keseluruhan mencukupi secara nasional. Tak hanya itu, pihaknya juga mengantisipasi distribusi BBM dan LPG aman saat kondisi cuaca ekstrem.

“Karena ini pergantian tahun, dan biasanya pada Desember ada kecenderungan cuaca ekstrem, kita juga untuk distribusi sudah antisipasi, dan juga kita sudah menyiapkan antisipasi kebencanaan, baik banjir, pergesaran tanah, dan juga kemungkinan terjadinya letusan gunung,” sebutnya.

Yuliot berharap untuk layanan bagi masyarakat dalam rangka merayakan Natal dan Tahun Baru bisa berjalan lancar. 

“Dengan begitu, masyarakat yang menjalankan ibadah bersama keluarga bisa berjalan lancar. Selain itu kita harap masyarakat yang liburan bisa menikmati seluruh rangkaian wisata pada 2024 dan 2025,” ucapnya.

Sementara itu, Executive General Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar menambahkan pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru, yang akan beroperasi mulai 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025. 

“Satgas Nataru akan mulai bekerja pada 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025. Kami siaga 24 jam untuk menjamin pasokan energi dan menjaga kelancaran distribusi energi dengan dukungan dan kerja sama dengan instansi terkait,” ucapnya.

Freddy menambahkan, untuk kebutuhan BBM Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) selama Satgas Nataru di Sumbagut diperkirakan meningkat sebesar 6,1% dari rata-rata harian 13.038 Kilo Liter (KL) menjadi 13.833 KL per hari. 

"Sementara itu, konsumsi Gasoil (Solar, Dexlite, Pertamina Dex) diprediksi mengalami penurunan sebesar 4,5% atau 9.383 KL menjadi 8.965 KL per hari karena adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang atau truk," pungkasnya.

Di samping itu, kebutuhan LPG untuk konsumsi rumah tangga selama Satgas Nataru diprediksi meningkat sekitar 5,4% dibanding rerata normal atau 3.514 Metrik Ton (MT) menjadi 3.705 MT per hari di Sumbagut. Sementara itu, konsumsi Avtur diprediksi mengalami peningkatan sekitar 15% dari 775 KL menjadi 893 KL per hari di wilayah Sumbagut.

"Kami perkirakan konsumsi Avtur paling besar berada di Bandara Kualanamu, kemudian Bandara Hang Nadim, lalu Bandara Sultan Syarif Kasim II dan Bandara Minangkabau. Seluruh AFT (Aviation Fuel Terminal) di wilayah operasi Sumbagut dalam kondisi baik dan siap dalam mendukung pelaksanaan Satgas Natal 2024 dan Tahun Baru 2025," ujar Freddy. (*) 

Label: ,

Wamen ESDM Pastikan Kondisi Kelistrikan di Sumbagut Aman Selama Natal dan Tahun Baru

Wamen ESDM Pastikan Kondisi Kelistrikan di Sumbagut Aman Selama Natal dan Tahun Baru


disrupsi.id - Medan | Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot memastikan kondisi kelistrikan di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) aman selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Pasalnya daya listrik mencapai 2.200 megawat dan beban puncak mencapai 2.000 megawat. 

"Bahwa dari cadangan yang kami miliki lebih dari 25 persen. Sementara daya kita 2.200 megawat dan beban puncak 2.000 MW, " kata Yuliot saat mengunjungi UP2B Sumbagut di Medan, Sumatera Utara, Senin (23/12/2024). 

Yuliot menambahkan dalam menghadapi cuaca ekstrim pada akhir tahun, pemerintah akan memberikan pelayanan yang optimal dengan melakukan antisipasi sehingga tidak menggangu aktivitas masyarakat. 

"Kita sudah melakukan persiapan, jadi yang pertama dari cadangannya di energi primer itu sudah dilakukan kecukupannya sekitar 22 hari. Sementara untuk pembangkit, transmisi, dan juga distribusi itu kita lakukan inspeksi ya mudah-mudahan seluruhnya bisa berjalan aman," tuturnya.

Menurut Yuliot PLN tidak akan melakukan pemeliharaan sistem pada periode Nataru, karena perawatan dan pemeliharaan sistem kelistrikan sudah dilakukan dari jauh hari sebelum periode Nataru 2024-2025. 

"Kami harapkan masyarakat bisa melaksanakan ibadah natal dengan aman dan nyaman. Dan tahun 2025 masyarakat bisa menikmati liburan dengan keluarga. Untuk pemeliharaan sudah dilakukan jauh hari sebelum adanya Nataru, " tuturnya. 

Sementara itu, EVP Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan, Saleh Siswanto, menjelaskan PLN secara nasional memiliki cadangan daya sebesar 13.094 MW. Untuk wilayah Sumatera sendiri, Daya Mampu Pasok (DMP) tercatat sebesar 9.774 MW, dengan beban puncak (BP) sebesar 6.967 MW, sehingga tersedia cadangan daya sebesar 2.807 MW. 

PLN juga telah menyiagakan lebih dari 81 ribu personel dengan 4.336 posko siaga, 1.792 genset, 735 UPS, 1.282 unit gardu bergerak, 370 crane, serta 4.355 mobil operasional dan 4.341 motor operasional yang tersebar di seluruh Unit PLN Indonesia.

“Dengan persiapan yang matang ini, kami memastikan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan tanpa gangguan kelistrikan,” tambahnya. (*) 


Label: ,

Senin, 23 Desember 2024

Korban Tidak Buat Laporan, Pelaku Pemerkosaan Nenek di Medan Amplas Dipulangkan Polisi

Korban Tidak Buat Laporan, Pelaku Pemerkosaan Nenek di Medan Amplas Dipulangkan Polisi
Opi Siregar (kiri) saat diamankan polisi

Disrupsi.id, Medan – Opi Siregar (20), pria yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang nenek di Jalan Bendungan I, Desa Bangun Mulia, Kecamatan Medan Amplas, telah dipulangkan ke keluarganya. Keputusan ini diambil oleh pihak kepolisian lantaran korban belum membuat laporan resmi terkait insiden yang terjadi pada Selasa (17/12/2024).

Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago, mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah dipulangkan pada Minggu (22/12/2024). 

“Untuk terduga pelaku (Opi Siregar) sudah dipulangkan. Soalnya korban tidak ada membuat laporan, korban ini ada juga kurang-kurangnya. Begitu juga dengan pelaku,” ujar Kompol Faidir Chaniago pada Senin (23/12/2024).

Ia menambahkan bahwa meski kasus ini sempat viral di media sosial, tanpa adanya laporan resmi dari korban, pihaknya tidak dapat melanjutkan proses hukum.

Kasus ini mencuat setelah laporan warga menyebutkan bahwa korban, seorang nenek yang hendak pulang ke rumahnya di Kecamatan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sasaran pemerkosaan di ladang jagung sekitar Jalan Bendungan I.

Berita sebelumnya, Sekretaris Lurah (Seklur) Bangun Mulia Kecamatan Medan Amplas, George Stevanus Hutabarat, mengatakan seorang nenek yang diduga diperkosa di sebuah perladangan jagung di Jalan Bendungan I Kelurahan Bangun Mulia, Kecamatan Medan Amplas, terjadi pada Selasa (17/12/24) siang.

Kata George Hutabarat, kejadian terjadi tepatnya saat korban hendak pulang ke rumah di kawasan Sky Kecamatan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Menurut cerita dari warga pada saat itu nenek tersebut hendak pulang menaiki angkutan di pinggir jalan. Jadi tiba-tiba pelaku datang dan menarik korban ke perladangan jagung,” ujar Seklur George Stevanus Hutabarat, Kamis (19/12/24) lalu.

Setelah korban ditarik ke dalam lokasi perladangan jagung. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Opi Siregar (22) warga Jalan Perhubungan Darat Marindal ll, Kecamatan Medan Amplas, langsung memerkosa korban.

Lanjut George, pada saat kepergok warga Opi Siregar (Pelaku) sedang di intip oleh sejumlah warga. Dimana terduga pelaku kerap melakukan aksinya di wilayah itu.

Label:

Polda Sumut Gerebek Lapak Judi Tembak Ikan di Kisaran, 19 Orang Diringkus

Polda Sumut Gerebek Lapak Judi Tembak Ikan di Kisaran, 19 Orang Diringkus
Para terduga pelaku saat diamankan polisi

Disrupsi.id, Asahan – Personel Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara menggerebek lokasi perjudian di kawasan PT Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Minggu (22/12/2024). Dalam penggerebekan ini, polisi mengamankan 19 orang terduga pelaku bersama sejumlah barang bukti.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang diterima pada Jumat (20/12/2024) malam. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Ditreskrimum langsung melakukan penyelidikan intensif di lokasi yang terletak di Jalan Bakti, Kelurahan Teladan, Kecamatan Kisaran Timur.

"Sebanyak 19 orang pelaku kita amankan dan barang bukti berupa uang tunai, mesin judi baccarat, mesin judi ketangkasan, serta kendaraan roda dua dan empat," kata Kombes Pol Sumaryono, Senin (23/12/2024).

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga memasang garis polisi di lokasi sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut. Kombes Pol Sumaryono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aktivitas perjudian yang meresahkan masyarakat.

"Kami berkomitmen menciptakan situasi yang kondusif dan bebas dari kegiatan ilegal yang meresahkan masyarakat," tegasnya.

Menurut Kombes Pol Sumaryono, peran aktif masyarakat sangat penting untuk membantu polisi dalam memberantas segala bentuk kriminalitas. Pihaknya juga akan terus menindak tegas segala bentuk aktivitas yang melanggar hukum.

Ia juga memastikan Polda Sumut akan terus meningkatkan upaya penindakan terhadap segala bentuk perjudian guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah Sumut.

Label: